Posted in CF Series

Interlude – At Midnight

cho-family-story
Cr. Kyoung

At Midnight

⌈ MAIN CAST ⌋

Cho Kyuhyun – Lee Sena – Joon

⌈ AU │ Series ⌋

⌈ PG – 17 | Mature Content ⌋

⌈ GENRE ⌋

Romance, Family

⌈ DISCLAIMER ⌋

This story is pure from my imagination. I ordinary own the plot. So take your sit, don’t do a chit. And please, don’t be siders!

Queensera©2016

 

“Hahh…”

Suara hembusan napas terdengar. Memecah keheningan malam yang mengelilingi sepasang suami-istri tersebut.

Kyuhyun masih berada dalam posisinya— menggagahi Sena yang masih mengatur kembali pernapasannya. Pria itu tersenyum, menikmati wajah istrinya yang entah kenapa terlihat semakin mempesona bahkan saat wanita itu sedang berkeringat. “Lelah?” tanyanya.

Hening sesaat hingga wanita yang berada dibawah kungkungannya mendengus, “Pertanyaanmu sungguh retoris, ya?” jawab Sena sinis dengan mata yang masih memejam.

Kyuhyun tertawa pelan, dia kembali menurunkan wajahnya dan melumat lembut bibir wanita yang berada dibawahnya itu. Menyalurkan ungkapan terimakasih karena telah bersedia melayaninya malam ini. Setelah mereka menghabiskan satu jam untuk dua ronde.

Sena melepaskan ciumannya tiba-tiba, mendesah lagi kemudian berkata, “Kyuhyun, bisa kau lepaskan dia?”. Walau tidak terima karena penolakan wanita itu, Kyuhyun tetap mengikutinya. Kemudian mengangkat alis, tidak mengerti dengan dia yang Sena maksud. “Milikmu. Aku takut dia akan beraksi lagi jika masih didalam disana,” jawab Sena menjelaskan.

Bukannya segera beranjak dari tubuh Sena, Pria itu malah menunjukkan senyum iblis andalannya. Membuat Sena langsung berdecak geram karena dia yakin, Kyuhyun pasti akan mengejeknya lagi. “Takut?” tanyanya dengan wajah yang maha-menyebalkan. “Biar kuralat. Kupikir kau selalu menikmati jika dia beraksi didalam sana, Lee Sena, Sayang.” lanjutnya lagi dengan menekankan kata ‘dia beraksi’ dalam kalimatnya.

Dengan memutar bola mata malas, wanita itu mendorong kedua bahu Kyuhyun. “Tidak setelah dua babak, oke?” wanita itu berhenti sejenak menatap mata Kyuhyun seram. Yang menurut Kyuhyun samasekali tidak ada seram-seramnya. “Sekarang, singkirkan tubuhmu dan lepaskan dia. Cepat!” perintahnya.

Kyuhyun kembali terkekeh. Dia mengecup kilat bibir ranum nan bengkak istrinya itu. Dengan tangan kanan yang mengusap lembut perut Sena, dia berkata “Maaf, jika tadi Ayah sempat mengagetkanmu. Salahkan saja Ibu, karena dialah biang keroknya malam ini. Oke?” Sena yang mendengar itu, mau tak mau ikut tersenyum. Kyuhyun itu sedang dalam mode gilanya atau sedang memberikan provokasi kepada calon anaknya sih?

Setelah selesai mengucapkan kalimat tersebut, Kyuhyun dengan perlahan-lahan membawa miliknya keluar. Keduanya dibuat mendesah ketika gesekan antar-kelamin itu kembali terjadi lagi.

Sena mengernyit merasakan nikmat, geli dan perih secara bersamaan pada organ vitalnya tersebut. Milik Kyuhyun yang begitu besar dan kasar rasanya seperti ingin merobek kulitnya dibawah sana, padahal yang Kyuhyun lakukan hanya sedang mengeluarkan benda itu dari tubuhnya.

Dengan desahan lega karena telah berhasil mengeluarkannya, Kyuhyun langsung mengambil posisi berbaring disamping istrinya. “Dia tidak apa-apa kan?” tanyanya khawatir, matanya tertutup pelan menikmati sisa-sisa percintaan mereka.

“Dia? Yang mana?” tanya Sena polos.

Kyuhyun tergelak, dia memiringkan tubuhnya menghadap wanita itu. Tangannya sendiri terulur pada permukaan perut Sena yang masih belum juga menutupi tubuhnya dengan selimut. Mengusap lembut seperti tadi kemudian berkata, “Bayi kita tentunya, kau pikir?” dengan mata yang menyipit geli.

Kali ini giliran Sena yang tertawa, dia menumpu tangannya diatas tangan Kyuhyun. “Kupikir… dia baik-baik saja.” Katanya.

“Hem.. Kupikir~”

Sena mengangguk. “Ya. Dia malah senang karena telah dikunjungi Ayahnya— mungkin..” jawabnya dengan mengedikkan bahu.

“Mungkin?”

Sena kembali mengangguk, “Ehem! Kurasa sih begitu..”

“Kurasa?” Sena akan kembali mengangguk ketika dia merasa janggal akan sesuatu. Lalu detik selanjutnya yang dia lakukan adalah menolehkan kepalanya kearah Kyuhyun dan mendelik tidak suka, “Kenapa kau begitu?” tanyanya.

Kening Kyuhyun mengernyit, “Begitu kenapa?”. Sena semakin mendelikkan matanya, dia menghembuskan napasnya kasar, “Nah kan, begitu lagi! Daritadi yang kau lakukan hanya mengikuti ucapanku terus. ‘kupikir? mungkin? kurasa? kenapa?’ Apa kau tidak memiliki kosakata lain? Huh? Atau kau mendadak seperti Joon yang hanya bisa mengikuti perkataan orang lain dengan tidak lengkap?”

Kyuhyun kembali memutar tubuhnya menjadi berbaring. Napasnya kembali berhembus. “Kau sendiri yang membuatku berkata seperti tadi.”  Katanya tak mau kalah.

“Aku? Kenapa aku?” tanya Sena tidak terima. Tidak ada tanggapan samasekali dari Kyuhyun. Pria itu masih tetap pada posisinya, membuat Sena mendesis sebal. Kyuhyun meliriknya sebentar, kemudian menghela napas lagi. Sabaaaaaar… wanita hamil memang seperti itu. Suka sekali marah-marah mendadak. Tapi memang salahnya juga sih tadi. Sudut bibir Kyuhyun tertarik keatas, merasa gemas pada tingkah istrinya.

Sena bergerak, melipat kedua tangannya dibawah dada. Yang mau  tak mau membuat kedua payudara sintalnya itu menyembul keatas. Yang parahnya membuat Kyuhyun langsung menelan ludah cepat-cepat ketika melihatnya. Pria itu tergoda omong-omong, ingin memasukan puting merah-kecoklatan itu kedalam mulutnya kemudian menghisapnya sekeras mungkin. Menikmati kepemilikannya sebelum kedua buah itu di-claim oleh anaknya beberapa bulan nanti.

Kyuhyun menggeleng. Ah, hentikan pikiran mesummu Cho Kyuhyun! kau bisa melukai bayimu didalam sana jika kembali melanjutkan menuruti nafsu liarmu itu. Karena dia yakin, jikapun mulutnya sudah terpenuhi oleh puting tersebut, dia tau dia tidak akan bisa menahan untuk kembali memasukkan miliknya itu pada lubang Sena.

Bahkan kini saja dia sudah menegang— lagi. Bagus sekali, bukan?

Kyuhyun menarik napas. Matanya yang sudah mulai sayu memerhatikan tubuh Sena yang masih juga dalam keadaan telanjang. “Pakai selimutmu, Sena.” perintahya. Namun tidak dihiraukan oleh istrinya itu. Merasa sebal, dia pun berkata “Hei—” baru saja dia akan melanjutkan kalimatnya ketika dengan serampangan wanita itu menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya sampai dagu. Kyuhyun tersenyum tipis, dia tahu pasti Sena sedang kesal dan tidak ingin mendengar ocehannya. Dia mengedikkan bahu, setidaknya itu lebih baik daripada melihatnya tidur dengan kondisi telanjang kan? Walau Kyuhyun adalah suaminya tapi dia juga harus pintar-pintar mengendalikan nafsu.

Sena baru saja akan berbalik membelakangi Kyuhyun ketika dia merasakan perih pada area kemaluannya. “Akh..” pekiknya. Yang langsung menarik perhatian Kyuhyun.

Pria itu bangkit, menyangga tubuhnya dengan salah satu tangan kemudian menatap cemas Sena yang saat ini tengah meringis kesakitan membelakanginya. “Kau kenapa?” tanyanya khawatir dengan salah satu tangan meraih bahu istrinya tersebut. Mencoba menghadapkan Sena padanya.

Sena menggigit-gigit bibir bawahnya, menahan perih dibawah sana. “Sakiiiitt…” katanya.

“Apanya?” tanya Kyuhyun bodoh.

“Apanya? Tsk. Kau pikir saja sendiri!” sahut Sena kesal dengan wajah yang memberengut masam.

Bisa-bisanya pria itu masih bertanya ‘apanya’ setelah dengan apa yang mereka lakukan beberapa saat lalu. Kyuhyun terkekeh, Ah.. dia tahu. Tentu saja kemaluan istrinya tersebut.

Kyuhyun mengulurkan tangannya. Dia memeluk tubuh wanita itu dari belakang. Mengecup lembut pucuk kepalanya, kemudian berbisik. “Makanya, jangan sok jual mahal~” dia semakin mengeratkan pelukannya yang membuat Sena merasakan nyaman dan hangat sekaligus melingkupi tubuhnya. “Omong-omong. Terimakasih untuk yang tadi.” lanjutnya.

Sena menyentuh tangan Kyuhyun yang melingkar diperutnya tersebut, mengusapnya lembut. Menyampaikan kalimat ‘It’s Okay. Aku istrimu, jadi memang sudah kewajibanku untuk melayanimu kan?’

Suasana kembali hening. Keduanya telah menutup mata, menjemput alam lain yang sedang menunggunya. Menuju bunga tidur yang telah menantikan mereka.

Namun baru saja terlelap setengah jam, suara rengekkan Joon menyapa gendang telinga Sena. Kamar anaknya yang memang dipasang sebuah alat perekam khusus yang langsung terhubung pada kamarnya maupun Kyuhyun. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga jika ada keadaan darurat atau apa, sehingga setiap suara yang ditimbulkan, bisa terdengar  dengan jelas.

Sena menguap, melihat jam. Pukul dua kurang empat belas menit. Ada apa dengan anak itu? batinnya.

Lalu sedetik kemudian dia menyadari bahwa beberapa jam lalu Joon terjatuh dari atas tempat tidur. Dan anaknya itu saat ini sedang demam. Menggeliat sebentar, Sena melepaskan lingkaran tangan Kyuhyun. Mengusik ketenteraman waktu tidur Kyuhyun kemudian memakai bajunya dengan gerakan cepat.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun dengan suara serak ketika mendapati siluet tubuh istrinya itu sedang terburu-buru.

“Joon menangis,” jawab Sena sekenanya setelah mengancingkan piama tidurnya. “Kau tidur saja lagi, aku tidak akan lama,” lanjutnya dengan tangan mengusap dahi pria itu kemudian berbalik pergi, menjauh dari pandangan Kyuhyun yang memang kuyu karena sangat mengantuk.

Sena memasuki kamar Joon dan mendapati anaknya itu masih menangis dengan kedua mata yang terpejam. Dia berjalan mendekat, membungkukan tubuhnya. Mengusap dahi anaknya seperti tadi dia mengusap dahi Kyuhyun. “Sssh.. Joon kenapa, Sayang?” Sena merasakan telapak tangannya panas ketika menyentuh dahi tersebut. Demamnya belum turun.

Wanita itu akhirnya memutuskan untuk berbaring di ranjang mini-size anaknya. Menepuk-nepuk punggung Joon. “Euuungh.. heu..heu.. Buu~” keluh Joon. Dia tidak betah, badannya terasa sakit semua. Dan hawa yang dia rasakan sungguh pengap— panas. Bahkan udara yang keluar dari lubang hidungnya terasa aneh.

“Iya, Ibu disini. Sssh.. sudah tidur lagi,” jawab Sena.

Joon menggeliatkan tubuhnya. Dia sungguh tidak betah dan sudah tidak tahan. Matanya membuka, menatap mata Sena yang menenangkan. Memberitahu Ibu, bahwa dia tidak nyaman. Dia butuh udara segar.

“Ibu…” keluhnya lagi dengan wajah yang memerah.

Sena menghela napas, dia selalu merasa tidak tega tiap kali Joon berada pada masa sakitnya. Seperti sekarang ini. Karena anak itu, seringnya memang tidak bisa tidur nyenyak atau menangis semalaman karena tidak nyaman.

Joon semakin merengek. Air matanya semakin tumpah membasahi wajahnya karena tanggapan Ibu hanya memeluk tubuhnya renggang dan menepuk-nepuk punggungnya. Sungguh, saat ini bukan itu yang Joon butuhkan.

Sena yang tahu bahwa percuma saja melakukan hal itu, dia pun bangkit dari posisi berbaringnya. Membawa tubuh panas Joon dalam dekapannya. Lantas menggendongnya kesana kemari demi menenangkannya.

“Sssh.. masih malam. Joon tidur, ya?” katanya. Yang dijawab Joon dengan erangan dan kepala yang mengusal-usal dibahu Sena. Kakinya bergerak-gerak dibawah sana hingga Sena merasakan beban yang semakin berat. Membuat dia harus menggeleng sabar menghadapi Joon yang seperti ini.

Sena membenarkan letak gendongannya lagi. Dia sangat mengantuk dan lelah, omong-omong. Apalagi tenaganya sudah terkuras sebagian tadi bersama Kyuhyun. Dia menghela napas, megusap lembut punggung anaknya agar lekas tidur. “Berbaring dikasur saja, ya?” tawarnya. Namun lagi-lagi mendapat erangan dari bibir Joon— menandakan bahwa anak itu tidak mau.

“Belum turun demamnya?” sahut sebuah suara yang membuat Sena memutar tubuhnya kebelakang. Diambang pintu dia mendapati Kyuhyun yang berdiri gagah dengan memasukkan kedua tangannya di celana tidur pria itu. Tidak ada raut kuyu dari wajah suaminya seperti tadi. Apa Kyuhyun tidak tidur lagi tadi?

Kyuhyun berjalan mendekat kearah Sena dan Joon yang berada dalam gendongan istrinya tersebut. Meletakkan tangannya didahi Joon dan merasakan panas yang menyengat kulitnya. Setahunya tadi saat dia tinggal anak itu setelah diperiksa oleh dokter Kim, Joon tidak sepanas ini. Matanya beralih menatap Sena. “Kenapa kesini? Kukira kau tidur..” tanya Sena.

“Kau terlalu lama. Jadi aku menyusulmu.”

Wanita itu mengedikkan bahu, “Kau tahu sendiri, dia akan selalu merengek jika sudah begini,” keluhnya disertai desahan napas. Kyuhyun ikut menghembuskan napas. “Dengan Ayah saja, hm?” tanyanya pada Joon yang sedari tadi hanya diam saja dengan pandangan mata kosong.

Tangannya terulur hendak meraih tubuh mungil anaknya. Namun Joon malah semakin mengeratkan pelukannya pada Sena, kepalanya menggeleng-geleng. Tapi Kyuhyun juga tidak mau menyerah, dia sungguh tidak tega pada Sena. Wanita itu terlihat kelelahan sekali.

Dengan sekali tarikan, tubuh anaknya itu sudah berpindah. Kini berada dalam dekapan Kyuhyun, walau anak itu terus meronta hebat tidak mau dengannya. “Ssshh.. sudah malam. Jangan menagis, Ayah tidak suka.” Katanya dengan tegas. Yang disahut Joon dengan tangisan lebih hebat lagi.

Sena mendesah. Dia merasa lega karena tidak membawa beban berat lagi tapi mengetahui anaknya menangis seperti itu juga tidak tega. Matanya menatap cemas Kyuhyun dan Joon secara bergantian.

“Hei— Ayah bilang jangan menangis. Joon mau ditinggalkan sendiri saja disini?” ungkap Kyuhyun lagi dengan nada yang lebih tegas.

Joon berhenti memberontak begitupun dengan tangisannya, yang masih terdengar hanya sisa-sisa sesenggukannya. Sena mendekat, “Joon ingin minum?” tanyanya. Seraya menunjukkan sebuah botol berwarna biru berisi air mineral yang memang dikhususkan untuk diletakkan dikamar Joon.

Joon menggeleng. Anak itu mendesah. “Phah.. hiks—naahs..” ucapnya dengan nada terbata.

Kyuhyun dan Sena saling berpandangan. Mereka tahu, anaknya itu sedang tidak tahan dengan hawa panas yang berada disekelilingnya. Jika AC-nya dinyalakan dengan suhu tinggi yang ada malah membuat anak itu menggigil. Lagipula baik Kyuhyun maupun Sena tidak mau mengambil risiko.

“Makanya, Joon berbaring saja ya?” pinta Sena lagi.

Kyuhyun mendesah. “Berikan saja obatnya lagi.” Perintahnya.

“Apa boleh?”

“Tidak apa-apa. Ini sudah berjarak lima jam dari obat yang diberikan dokter Kim.” balas Kyuhyun. Ya, daripada anaknya ini terus merengek tidak bisa tidur. Sena juga sudah terlihat kelelahan dan dia besok harus pergi bekerja. Jika seperti ini terus, tidak ada yang diuntungkan. Sebenarnya bisa saja besok Kyuhyun meliburkan diri dan merawat Joon semalaman tapi anak itu kan juga butuh tidur. Biar bagaimanapun, dia sangat mengkhawatirkan kondisi Joon.

Sena mengangguk, kemudian pergi mengambil obat yang tadi diberikan oleh dokter Kim. Kyuhyun sendiri berjalan kearah tempat tidur anaknya dan mendarat bokongnya disana. “Sssh.. maafkan Ayah, hm? Jika Joon tidak rewel, Ayah tidak akan marah lagi. Oke?” bisiknya kemudian menghembuskan napas. Tangannya tak berhenti menepuk pelan punggung anaknya. Sedangkan dagunya dia sandarkan pada pucuk kepala Joon.

Dengan berlari tergopoh, Sena mendekati Kyuhyun. dia menuangkan cairan dalam botol itu keatas sendok kemudian mengulurkannya pada Joon. “Minum dulu obatnya..” ucap Kyuhyun lagi. Mata Joon menyipit, merasa tertarik dengan warna merah jambu cairan yang Sena berikan, dia membuka mulutnya. “Sweet..” gumamnya. Membuat Sena ataupun Kyuhyun tersenyum kecil.

“Nah! Sekarang, Joon berbaring,” ucap Sena. Kyuhyun meletakkan tubuh anaknya itu diatas tempat tidur.  “Mau tidur dengan, Ibu?” tanyanya lagi yang dijawab Joon dengan dua kali anggukan. Sena kemudian menggeser tubuh Kyuhyun agar sedikit menjauh dan memberikannya ruang lantas membaringkan tubuhnya disamping Joon. Mengusap lembut pelipis anaknya tersebut.

Tangan Joon menyentuh dada Sena, mengusap-usap bagian itu. Kepalanya mendongak, matanya mengerjap saat menatap mata Sena. “Buu~”

Sena berdecak pelan. Ah, ini salah satu kebiasaan buruk Joon jika sedang dalam mode manjanya. Kyuhyun terkekeh pelan, pria itu tahu keinginan putranya. Dia pun mengusap gemas rambut Joon. Anak itu tidak menyadari apa dengan raut wajah Sena yang masam?

Dengan sedikit berat hati akhirnya Sena membuka kancing piamanya, mengeluarkan payudara kirinya dari dalam sana. Dia tidak memakai bra, omong-omong. Bawaannya sudah panic ketika mendengar Joon menangis tadi. Lalu jemari kecil Joon dengan cekatan meraih benda menggantung tersebut. Memainkannya dengan cara memelintir atau bahkan menarik-narik hingga matanya sendiri terasa berat.

“Kurasa dia benar-benar anakku,” ucap Kyuhyun.

Advertisements

Author:

also known as que(en)sera

65 thoughts on “Interlude – At Midnight

  1. ya ampun kyuhyun ….
    ga kasihan apa ama ibu hamil ..
    hadehhh itu joon kenapa punya kebiasaaan kaya gitu ..
    jadi takut kebawa dewasa …
    hehehe
    bisa bahaya

    Liked by 1 person

  2. Yah mereka memang ayah dan anak yg kompak, happy family pokokya. Kasian joon sakit tapi meskipun sakit dia masih aja manja, dan kyuhyun kayanya dia ayah yg tegas abnget ya dia ga mau joon cengeng tapi kasian sama joon kyuhyun jangan tegas” dong kan joon lagi sakit jadi wajar kalau rewel.

    Liked by 1 person

  3. joon manja bgt sama ibunya klo lgi sakit yah wlpn ketularan sifat mesumnya kyuhyun tpi teteo ngegemisin kok ^^ lanjut bca series selanjutnyaaa

    Liked by 1 person

  4. Pervertnya jiplakan cho kyuhyun bnget :v
    Anak sma ayah sbelas dua blas aja mesumnya
    Ksian bnget sena ngadepin duo cho yg sma2 mesum itu..

    Like

  5. Hampir lupa kirain joon mau minum ASI hahahaha kan Sena lagi hamil 😂😂😂 ternyata cuma dimaini doang.

    Lihat kelakuanmu Cho! Anak laki-lakimu jadi ketularan sifat mesummu!

    Liked by 1 person

Leave Some Lovely Feedback (ɔˇ³ˇ)ɔ

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s