Interlude – At Noon

cho-family-story

Cr. Kyoung

At Noon

⌈ MAIN CAST ⌋

Cho Kyuhyun – Lee Sena – Joon

⌈ AU │ Series

⌈ PG – 17

⌈ GENRE

Romance, Family

⌈ DISCLAIMER

This story pure from my imagination. I ordinary own this plot. So take your sit, don’t do a chit. And please, don’t be siders!

⌈ RELATED STORIES

At Midnight

Queensera©2016

Sena memegang kedua pipinya. Setelah beberapa menit dia habiskan dengan membolak-balikan majalah The Star –dimana wajah suaminya terpampang, kini dia merasakan panas yang menjalar keseluruh bagian wajahnya, terutama pada pipinya.

Beberapa saat yang lalu, dia baru saja menerima paket dari kurir yang mengantarkan majalah ini. Majalah yang berisi photoshoot wajah dan tubuh suaminya yang mengusung konsep The Letter. Yang seingat Sena, bulan lalu Kyuhyun memang sempat menjalani pemotretan dengan beberapa pengusaha sukses lainnya untuk menjadi role-model The Star Special Edition: ‘Five Outstanding Man Who Lead A Perfect Company’.

Tidak ada yang salah, Kyuhyun tetap terlihat tampan disana. Bahkan yang paling tampan menurutnya. Tapi justru karena wajah dewa yang dimiliki pria itulah yang sekarang membuatnya seperti remaja ingusan sedang menatap foto idolanya. Yang sebentar lagi akan melakukan comeback dengan album terbarunya.

img_20160907_064117

Sena tidak pernah mengira akan seperti ini jadinya, dia benar-benar dibuat takjub oleh pria itu.

Dengan suara yang tertahan, Sena memekik gemas. Nyaris menjerit saat menatap gambar wajah Kyuhyun. Dan tentu saja, pekikannya itu langsung merebut perhatian Joon.

Mendengar suara cempreng Ibunya yang memang jarang sekali wanita itu keluarkan, jelas membuat kedua alis Joon menyatu dan menghentikan nyanyian tiga beruang yang sedari tadi ia lantunkan saat itu juga. Ada apa dengan Ibu?

“Cho Kyuhyun sia—uwh,” Sena menahan makiannya untuk pria itu. Ah tidak, lebih tepatnya gambar pria itu dengan kata sialan ketika matanya malah menatap Joon yang kini sedang menatapnya dengan raut heran bahkan helpless melihat tingkah Ibunya.

Sena mendesah, hampir saja dia kelepasan mengeluarkan kata-kata tidak baik didepan anaknya. Tapi sungguh, yang dia rasakan setelahnya adalah seperti ada sesuatu yang mengganjal tenggorokannya saat ini. Pastinya karena makian itu belum tuntas, jadi rasanya tidak enak. Maka dengan berat hati dan menghela napas terlebih dahulu, dia pun menggantinya dengan kalimat yang terdengar seperti sedang dilanda frusatsi, “Hahh… kenapa tampan sekali?” jangan lupakan kondisi bibirnya yang juga memanyun.

Anggap saja Sena itu berlebihan, karena hanya dengan melihat wajah Cho Kyuhyun dimajalah saja dia sudah histeris begitu padahal setiap pagi, setiap malam bahkan setiap hari dia bisa menikmati wajah itu secara langsung.

Tapi bagi Sena bukan itu masalahnya, entah stylist seperti apa yang direkrut oleh majalah bergengsi tersebut. Atau teknik apa yang digunakannya hingga bisa membuat Kyuhyun yang memang Cho Kyuhyun-nya tampak berbeda dengan Kyuhyun yang berada disana. Kyuhyun memang tampan –dia akui itu, tapi Kyuhyun yang berada ditangannya, Kyuhyun yang terpampang pada sebuah majalah itu— jauh-jauh lebih tampan.

Entah ini karena bahagia atau sekaligus kagum mendapati fakta bahwa wajah tampan itu adalah miliknya –benar-benar miliknya– atau karena bisa-bisanya Cho Kyuhyun yang terlihat begitu tampan disana, tapi yang jelas hal ini benar-benar membuat Sena merasa dadanya tak karuan. Bahkan gadis itu hampir saja menitikkan airmata saking senang dan sebalnya. Ada rasa bangga tapi juga ada rasa tidak rela. Pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana jika banyak wanita yang menaruh hati pada suaminya itu berkelebatan dipikirannya. Ah salah. Dia lupa fakta bahwa Cho Kyuhyun memang selalu berhasil memikat hati para wanita dengan atau tanpa wajah tampannya.

Tidak percaya? Jika perlu Sena beritahu, pipinya yang berlubang-lubang karena jerawat pun bisa menjadi daya tarik pria tersebut, mungkin karena didukung dengan bentuk wajahnya yang bagus. Atau tubuh tingginya. Atau hidung mancungnya yang sangat Sena sukai. Atau mungkin tatapan pria itu yang bisa berubah-ubah layaknya bunglon. Apapun, karena sejak dulu Cho Kyuhyun yang dikenalnya memang seorang cassanova. Catat itu!

Sena kembali mendesah, dia menyandarkan kepalanya dipunggung sofa. Merenung sebentar. Meratapi hatinya yang sekarang jadi tidak normal.

“Ibu..”

Mendengar suara putranya, Sena pun mengarahkan bola matanya pada Joon. Putranya itu kini telah berdiri didepannya dengan sebuah permen lollipop yang dia tunjukkan padanya. “Ini untuk Ibu?” tanyanya seraya mengambil permen itu dari tangan Joon kemudian membenarkan letak duduknya menjadi tegak.

Joon hanya tersenyum menampilkan gigi mungilnya yang terlihat menggemaskan, kemudian berbalik melanjutkan lagi acara bermainnya. Joon pikir Ibu memang membutuhkan permen agar tidak mengeluarkan suara memekik seperti tadi. Ini dikarenakan setiap kali dia melihat Seungjo Hyung menangis atau berteriak, Paman Donghae akan selalu datang untuk memberikannya permen atau es krim, dan setelah itu tangisan atau teriakan Hyung-nya akan langsung berhenti. Dan Joon pikir saat ini Ibu memang sedang mengalami hal yang serupa dengan apa yang pernah terjadi pada Seungjo Hyung –membutuhkan permen.

Sena yang menyadari tingkah konyolnya hingga membuat anak lelakinya itu memberikannya permen, hanya meringis lirih. Kemudian memukul-mukul wajah Kyuhyun dan melemparkan majalah itu sembarangan saja diatas meja.

Dia bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju dapur, membuka kulkas lalu menenggak air mineral dengan tegukan babar langsung dari botolnya. Tanpa mau repot-repot menggunakan gelas. Dia kepanasan omong-omong setelah melihat wajah tampan itu.

Dengan helaan napas yang dia keluarkan, Sena menyandarkan punggungnya pada pintu kulkas. Lalu matanya melirik lagi lollipop yang berada ditangannya. Tak lama, sebuah tawa kecil terlantun dari bibirnya.

Joon semakin lama semakin mirip Kyuhyun saja, sangat perhatian padanya. Ah.. harusnya dia bangga karena telah memiliki dua pria macam mereka dalam hidupnya. Sena menggeleng bodoh.

Saat perasaannya mulai kembali normal, dia pun merajut langkahnya lagi menuju putranya itu, kemudian duduk disebelahnya. Mendengarkan suara Joon yang sedang bernyanyi. Lucu sekali, putranya yang akan menginjak usia tiga tahun itu hanya bisa mengikuti lirik-lirik terakhir dari tiap bait lagu tiga beruang yang terlantun.

Merasa tertarik, Sena pun mengambil ponsel yang sebelumnya dia letakkan diatas meja kemudian merekam aktivitas Joon itu dengan kamera ponselnya. “Joon, lihat kemari..” perintahnya, yang dituruti putranya itu dengan kepala yang sesekali menoleh padanya. Karena fokusnya kini sudah sepenuhnya terpaut pada mainan yang ada dihadapannya.

Sena ikut bernyanyi dengan suara yang yang sengaja dia kecilkan, menuntun Joon melengkapi baitnya. Lalu tangannya dia gerakkan sebagai improvisasi tari pengantar lagu tersebut. Joon mengikutinya lagi. Sena terkikik, semakin geli.

Setelah puas dengan melihat tingkah putranya, Sena menghentikan rekaman itu. Meletakkan ponselnya disamping tubuh. Lalu dengan batas kesabaran, dia semakin mendekati Joon. “Ahh.. Kenapa Joon bertambah tampan dan menggemaskan saja, em?” gumamnya lantas menyubit pipi kanan Joon kemudian mengecup keras bagian tersebut. Membuat Joon langsung berteriak risih.

“Kalau sudah besar nanti, Joon harus lebih tampan dari Ayah. Oke?” tambahnya dengan lagi-lagi mengecup putranya tersebut. Bedanya, kini bukan hanya pipi tembam Joon yang menjadi objek penyerangan, melainkan seluruh wajahnya. Dimulai dari pipi kanan, pipi kiri, dahi, hidung, kedua matanya bergantian, bibirnya dan terakhir dagunya. Begitu seterusnya berulang-ulang, hingga rengekan Joon semakin keras dan rasanya ingin menangis saja.

Merasa sesak karena karena perbuatan Ibunya, Joon mendorong-dorong bahu Sena. Mencoba melepaskan cengkraman tangan itu dari wajahnya. Namun Sena hanya membalasnya dengan kekehan keras. Wanita bersurai cokelat itu tidak peduli. Malah semakin gencar menyiksa putranya.

“Kau bisa membunuh anakmu jika seperti itu, Sena.” ucap sebuah suara yang sangat dikenalnya. Dan Sena langsung menghentikan kegiatannya tersebut. Dia melepaskan wajah Joon lantas menoleh, lalu sekarang lensanya mendapati Kyuhyun sedang duduk mengistirahatkan tubuhnya diatas sofa. “Apa kau tidak lihat, wajahnya sampai memerah begitu?” tanya Kyuhyun lagi dengan nada sarkatis.

Sena menoleh lagi pada Joon yang kini sudah kembali pada mainan dan nyanyiannya, lalu terkekeh. Wanita itu mengedikkan bahu, kemudian bangkit dan menjatuhkan tubuhnya disamping Kyuhyun. “Aku hanya gemas padanya. Lihat—” Sena menggerakkan dagunya tertuju pada Joon, “Aku tidak tahan dengan tingkahnya,” lanjutnya.

Kyuhyun mengikuti arah pandang Sena. Ya, dia pun menyadari bahwa Joon—putra itu memang sangat menggemaskan. Gen dari siapa dulu memangnya?

“Kapan kau tiba? Aku tidak mendengar suara apapun,” ungkap Sena mengembalikan fokusnya. Kyuhyun yang mendengar pertanyaan itu lantas mendesah. Sena itu jika sudah asyik pasti tidak akan memperhatikan sekelilingnya. Termasuk tadi. Ah, Kyuhyun tidak heran. Melepas dasi dan kancing lengan kemejanya satu-per-satu dia pun menjawab dengan sudut bibir yang tertarik keatas, “Sejak kau bilang ‘Joon harus lebih tampan dari Ayah.’”

Tanpa peringatan apa-apa. Dengan keras Sena memukul paha Kyuhyun, lalu mendelik, “Aku tidak bilang seperti itu!” elaknya. Yang dibalas Kyuhyun dengan tatapan seolah pria itu berkata ‘oh ya?’. Kemudian Kyuhyun terkekeh, menarik kepala Sena dan mencium pipinya. hampir menyentuh ujung bibir gadis tersebut. “Jangan melakukan kekerasan didepan anak kita, Sayang.” Bisiknya seduktif yang langsung didorong Sena menjauh.

“Kenapa sudah pulang? Ini kan masih jam dua siang?” tanya Sena mengganti topik, dia membantu Kyuhyun melepas kaus kakinya.

Kyuhyun menguap lalu menggeliat sebentar untuk mencari posisi nyaman duduknya. Setelah itu berkata, “Tidak banyak pekerjaan dikantor, jadi aku pulang saja. Daripada mati kebosanan disana,” dia bergeser lagi, membenarkan posisinya lalu menoleh pada Sena, telunjuknya terangkat menyentuh dahi gadis itu. “Lagipula aku merindukanmu,” lanjutnya disertai dengan kerlingan mata yang menggoda. Yang benar-benar membuat Sena ingin sekali menendang pria itu dari dihadapannya. Menjauh, kalau perlu sampai Madagaskar sana. Tapi yang ada, dia malah membalas ucapan tersebut dengan tertawa kencang sambil memukul-mukul gemas lengan padat suaminya. Merasa malu sendiri.

Walau sudah sering menghadapi Kyuhyun yang seperti ini, tapi dia tetap saja merasa seperti saat pertama kali pria itu mulai mengenalnya lalu mendekatinya kemudian mengejarnya –memaksa dirinya agar mau menjadi kekasih pria tersebut. Awal dimana ketika hari-harinya mulai dipenuhi dengan suara-suara godaan yang keluar dari bibir pria yang kini telah menjadi suaminya. Yang sebenarnya adalah Kyuhyun samasekali tidak sedang menggodanya. Hingga kemudian Lee Hyukjae –saudaranya kandungnya itu, mengatai dirinya sebagai gadis yang kepedean.

Bagaimana tidak, setiap kali dia mendengar suara Kyuhyun saat itu, pipinya akan langsung merah merona. Menghasilkan tawa mengejek seorang siluman monyet yaitu Lee Hyukjae atau senyum tertahan si pelaku –Cho Kyuhyun.

Pernah satu kali, saat itu Kyuhyun berkunjung kerumahnya untuk menemui Lee Hyukjae. Berhubung mereka adalah teman se-hobi yaitu memanah dan berpacu kuda, saat itu ada yang ingin dibicarakan oleh Kyuhyun dengan Kakaknya tersebut. Tapi dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, Sena samasekali tidak mau keluar kamar. Dia malu bertemu Kyuhyun dan dia ingin menghindari pria itu maka yang dilakukan Sena adalah mengurung dirinya sendiri selama hampir tiga jam tanpa makan dan minum didalam kamar.

Dia menganggap bahwa Kyuhyun datang kerumahnya karena pria itu ingin menemuinya. Atau menggodanya lagi. Atau karena pria itu yang akan menagih jawaban atas permintaannya yang menginginkan dirinya itu untuk menjadi kekasih pria tersebut –yang memang belum Sena balas saat itu.

Tanpa Sena sendiri ketahui bahwa saat itu juga ada Donghae, Siwon dan Ryeowook disana. Memang pada dasarnya otak gadis itu sudah dipenuhi oleh wajah Cho Kyuhyun jadi apa yang dia lihat ya hanya Cho Kyuhyun. Mungkin istilah yang pantas untuk dilekatkan pada sikap Sena saat itu adalah malu-malu kucing. Ewh. Menggelikan ya? Yeah— terserah akan menganggap dia itu berlebihan atau apapun, Sena tidak peduli. Karena pada kenyataannya memang seperti itu.

Saat itu bukannya Sena tidak menyukai Kyuhyun, hanya saja dia merasa bingung. Merasa tidak pantas, merasa aneh ketika disukai oleh seorang cassanova dikampusnya. Dan saat itu bukannya dia menjadi gadis kepedean seperti yang Lee Hyukjae asumsikan, tapi karena dia merasa rendah jika bertemu pria itu, sekaligus malu.

Kyuhyun itu tampan. Kyuhyun itu cerdas. Kyuhyun itu berasal dari keluarga yang kaya-raya. Kyuhyun itu baik walau —well, sedikit playboy. Kyuhyun itu bentuk nyata dari flower-boy yang ada didalam drama-drama ataupun komik. Dan Cho Kyuhyun yang menyukainya, itu seperti dia bermimpi membangun sebuah rumah diatas awan atau mungkin terbuat dari awan. Sangat mustahil. Jadi, jangan salahkan Sena jika dia memiliki sifat rendah seperti itu.

Ditambah title Kyuhyun yang juga adalah seorang cassanova dan playboy –walaupun sedikit tapi playboy tetaplah playboy, setuju? Sampai dirinya selalu dibuat lari terbirit-birit demi menghindari pria itu ketika akan berpapasan, hanya karena tidak mau berurusan dengannya.

Namun seringnya, keinginan tidak sesuai dengan takdir. Tuhan malah mendekatkan mereka, hingga kini akhirnya menjadi sepasang suami-istri bahkan telah menjadi orang tua. Well, Tuhan memang selalu berpihak pada Cho Kyuhyun.

“Berhenti menjadi penggoda, Cho Kyuhyun!” pekiknya dengan mulut yang terbuka lebar karena tertawa.

Kyuhyun? Jelas pria itu ikut tertawa. Sambil mencoba menghalau setiap pukulan ringan yang dilayangkan istrinya, dia berkata “Hei, aku serius. Apa aku terlihat bepura-pura?”

“Ya, matamu itu yang menjelaskan semuanya. Dasar playboy!”

“Aku sudah berhenti menjadi pemain sejak bertemu denganmu, kalau-kalau kau lupa Nyonya.”

Sena berdecak kemudian menghentikan pukulannya. “Ya terserah apa katamu sajalah—” tubuhnya tergerak ingin mengambil majalah The Star yang tadi dia letakkan diatas meja dan ingin menujukkannya pada Kyuhyun bahwa edisi spesial yang menampilkan profile dirinya sudah terbit. Namun baru saja dia mengangkat bokongnya, Kyuhyun sudah lebih dulu menarik pinggangnya dan membawa tubuh Sena untuk berada diatas pangkuannya. “Kau tidak percaya?” tanya Kyuhyun. Sena menjulingkan mata, dia pikir perdebatan ini sudah selesai.

Dengan senyum manis yang dia tunjukkan, Sena melingkarkan tangannya pada leher Kyuhyun lalu jemarinya bergerak-gerak halus menyentuh rambut tebal suaminya tersebut. Meladeni perlakuan pria itu saat ini. “Bagaimana ya?” kepalanya ia miringkan dan menatap wajah Kyuhyun dengan pandangan sangsi.

Kyuhyun menatap Sena dengan kedua alis yang terangkat keatas, menanti ucapan gadis itu selanjutnya. “Jika aku tidak percaya, mungkin aku memilih menikah saja dengan Chanyeol dan berakhir menjadi Nyonya Park sekarang,” lanjut  Sena dengan mata yang berkedip-kedip menggoda.

Kyuhyun mendengus, kemudian tertawa sinis, “Park Chanyeol? Kau akan menikah dengan anak kecil?”

“Jangan sembarangan Kyuhyun! Dia hanya berbeda satu tahun dariku.”

“Dua tahun. Hampir dua tahun jika kau pandai menghitung. Lagipula apa bagusnya dia? Mirip sekali seperti Dobby di Serial Harry Potter. Kurus, bermata besar dan telinga yang juga tak kalah lebar seperti gajah.”

Sena mendelik mendengar penuturan Kyuhyun, “Kau jahat sekali. Memangnya kau itu tampan? Kalau perlu kuingatkan, dia itu adik sepupumu Cho Kyuhyun dan menurutku dia tidak aja jelek-jeleknya. Samasekali. Matanya memang besar, telinganya juga. Tapi tubuhnyas sekarang bahkan hampir menyerupai Siwon Oppa!” Tutur Sena dengan nada yang menggebu-gebu.

Kyuhyun mendesah malas, “Ya, lanjutkan saja terus, kalau perlu sampai puas. Kau memang akan selalu begitu. Membela selingkuhanmu.”

“Dia bukan selingkuhanku!” pekik Sena, yang lagi-lagi membuat Joon meliriknya sekilas.

“Apa lagi namanya kalau bukan selingkuhan? Selir? Kau bahkan lebih banyak menghabiskan waktu dengannya dibanding denganku.” Sahut Kyuhyun.

“Itu kan dulu, sebelum kita menikah. Kenapa kau jadi membahas ini?!”

“Kau duluan yang memulai.”

“Kau— ish!” Sena mendengus, malas melanjutkan perdebatan tak berbobot ini dengan Cho Kyuhyun. Dia akan bangkit dari pangkuan suaminya tapi pria itu malah menahannya. Tak berselang lama, tangan besarnya menarik sisi wajah Sena kemudian membawa bibir itu kedalam mulutnya.

Kyuhyun melumat bibir candunya itu dengan keras. Masa bodoh dengan adanya Joon diantara mereka. Tangan satunya lagi Kyuhyun gunakan untuk merayap kebalik punggung wanita itu, merapatkan tubuh mereka. Sena yang awalnya terkejut kini malah menikmati setiap lumatan yang diberikan Kyuhyun, bahkan membalasnya dengan ikut menarik tengkuk Kyuhyun.

Lidah keduanya saling menyapa, menggoda satu sama lain. Sena sebisa mungkin menahan desahannya karena, dia tidak mau Joon berbalik dan menyaksikan kelakuan kedua orang tuanya itu. Setelah tiga menit saling berbagi saliva dan kelembutan, Kyuhyun melepaskan ciumannya.

“Omong-omong, aku sangat merindukan ini,” ucap Kyuhyun seraya mengusap bibir Sena yang basah.

“Bukankah kau sudah mendapatkannya tadi pagi?” balas Sena, dia membenarkan letak duduknya dan dibantu oleh Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengedikkan bahu lalu tersenyum tak bersalah. Lantas hal  yang dilakukan selanjutnya adalah meyesap material lembut itu lagi.

Tangannya kembali bermanuver, sekarang menyelip diarea paha Sena –beruntung gadis ini suka sekali memakai dress jadi dia tidak kesulitan untuk mendapatkan apa yang dia mau. Dengan intens, tangannya dia gunakan untuk mengusap-usap lembut bagian itu yang membuat Sena bergidik geli menahan desahan. Kali ini gigi Kyuhyun juga ikut beraksi dengan menggigit ringan bibir bawah wanita itu lalu menariknya. Mengetahui itu, Sena buru-buru melayangkan tatapan ‘jangan seperti ini, cepat lepaskan!’ yang dibalas dengan kekehan teredam Kyuhyun karena mulutnya kini dipenuhi oleh bibir bawah Sena.

Mata Sena berulang kali menatap was-was pada Joon. Karena Kyuhyun tidak mengindahkan tatapannya, dia pun kembali menarik kepala pria itu kemudian menyatukan ciuman mereka lagi. Hanya sebentar membawa pria itu pada kelembutan lalu melepasnya sepihak. “Kalau ketahuan Joon bagaimana?” ucap gadis itu setengah kesal. Kyuhyun menggeram, dia sangat tidak suka jika Sena seperti ini. Dia lebih suka, jika yang memutuskan ciuman itu adalah dirinya. Karena seringnya, setiap kali Sena menyudahi kegiatan itu timing-nya sangat tidak tepat –yaitu disaat dia masih belum merasakan kepuasaan atau belum kehabiskan oksigen. Tidak sepertinya yang akan memutuskan ciuman setelah keduanya sama-sama membutuhkan udara.

“Dia tidak akan tahu jika kita tidak mengganggu,” sahut Kyuhyun disambut dengusan tak percaya oleh Sena. “Sepertinya ada yang harus dituntaskan—” lanjutnya.

Sena mengikuti arah mata Kyuhyun yang tertuju pada bagian bawah tubuhnya, kemudian melotot semaksimal mungkin. “Tck, dasar mesum! Enyah saja kau dari bumi!” sentaknya kemudian buru-buru bangkit dari atas pangkuan suaminya itu.

Sedikit berlari kearah Joon, mendekati anak itu, dan meladeninya bermain lagi. Karena hanya putranya itulah satu-satunya penyelemat dirinya untuk saat ini dari gempuran Iblis berotak mesum seperti Cho Kyuhyun.

Advertisements

49 thoughts on “Interlude – At Noon

  1. Sedikit Cerita yaaa

    aku selalu Nunggu Ff punya kamu Queensera

    Ff kamu punya daya tarik sendiri 😘😘😘😘😘

    Gak bakalan kecewa deh kalo Jadi salah satu Reader disini 😀😀😀😀

    Dan Stupid kalo sampe jadi siders 😉😉😉😉

    Liked by 1 person

  2. Satu doaku, jgn smplah sih joon punya sifat mesum kyk ortunya,,,
    Parah bget nie appanya, klo uda maw ga perna liat sikon wkwkwk 😀
    Di tunggu ya sllu next storynya,,,
    Semangat trus nulisnya 😉

    Liked by 1 person

  3. Kkk paling suka cho family series. Apalagi ada joon>v<
    Kyuhyun parah bgt masih siang udh mesum! Di belakang anaknya pula! Duh harusnya joon mergokin kelakuan ayahnya tuh kkkk

    Liked by 1 person

  4. makin makin makin suka ama nih keluarga…
    joon nya juga makin lucu dan ngegemesin…
    tingkah nya ada2 aja…
    anak nya lagi asik2 main eh itu emak ama bpak juga pada asik2 berdua, apa lagi bapak nya. mesum parah

    Liked by 1 person

  5. haduh…..lee sena
    bukan kamu saja yang gak rela kyuhyun jadi Konsumsi nyaa para yeoja diluaran sana 😱😱😱😱
    gw juga gk relaaaa

    cakep bangettt 😱😱😱😱😱😍😍😍😍😍

    Aaaaaa…joon
    noona love You 😘😘😘😘😘
    kamu Itu bikin Noona gemes apalagi sama pipi muuu

    diakhir nanggung 😂😂😂😂😂😂

    itu bisa gk Sena nyaa gk usah kabur??

    Liked by 1 person

  6. Sumpah ni ff kenapa sweet bgt ya ah bikin bacanya senyum2 sendiri ㅋㅋㅋ emang kyu mah dari dulu udah mesum ya jadi gak aneh deh 😀 ditunggu chapternya eonni semangaattt ❤

    Like

  7. Pingback: Interlude – At Morning | Queensera Production

  8. Dasar emg kyuhyun mesum ada aja kelakuan nya untung joon asyik sama mainan nya kalau dia melihat apa kelakuan ayah dan ibu nya bsa gawat
    Ngakak pas chanyeol di blg mirip dobby hahaha

    Like

Leave Some Lovely Feedback (ɔˇ³ˇ)ɔ

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s