Posted in CF Series

Hormone or Instinct?

img_20160915_124717

⌈ MAIN CAST ⌋

Cho Kyuhyun – Lee Sena

[cameo]

Shim Changmin

⌈ AU │ Oneshoot ⌋

⌈ PG – 17 | Mature Content ⌋

⌈ GENRE ⌋

Romance

⌈ DISCLAIMER ⌋

This story is pure from my imagination. I ordinary own the plot. So take your sit, don’t do a chit. And please, don’t be siders!

 RELATED STORIES 

⌈ Interlude  At Morning

Queensera©2016

Kyuhyun mendesah. Mengecek jam yang berada dipergelangan kirinya, sedangkan tangan kanannya memegang sebuah gelas tinggi berisi red-wine. Dia memandangi kerumunan tamu berusia lanjut yang ada dihadapannya dengan bosan. Ya, sekali lagi ditegaskan. Tamu berusia lanjut. Ini semua karena Kakeknya. Orang tua itu jika sudah berkata A maka benar-benar harus dituruti kemauannya.

Pria berusia tujuh puluh satu tahun itu berhasil memaksanya untuk ikut menemaninya datang ke pesta ulang tahun temannya, dengan ancaman akan mogok makan jika Kyuhyun tidak mau menurut. Yang bagi Kyuhyun itu sangat kekanakan sekali. Perlakuan yang sama persis seperti remaja tanggung yang sedang patah hati atau saat uang sakunya dipotong. Cih, Kakeknya itu benar-benar. Tapi bodohnya, Kyuhyun termakan juga oleh ancaman itu. Dia tidak mau mengambil risiko jika Kakeknya benar-benar akan mogok makan lalu harus dibawa kerumah sakit. Lalu urusannya menjadi panjang dan dia bisa terkena getahnya. Kyuhyun tidak mau itu, karena akan sangat merepotkan.

Disini, hanya ada segelintir manusia berusia sama seperti dirinya yang datang ke pesta ini. Yang tentunya Kyuhyun yakini bahwa mereka pun bernasib sama seperti dirinya. Dan dari segelintir orang itu, tidak ada yang Kyuhyun kenal samasekali. Jadi, bisa bayangkan bagaimana rasanya terjebak disituasi yang Kyuhyun rasakan? Sangat tidak enak bukan? Apalagi ia harus menghabiskan waktu disini selama dua jam kedepan.

“Bosan, ya?” suara seseorang mengalihkan perhatiannya. Shim Changmin. Pria yang Kakeknya bilang ditelepon pagi tadi akan diperkenalkan padanya. Pria tinggi yang merupakan cucu dari Shim Baek-Ho—bintang pesta malam ini. Si fotografer muda dan sukses yang telah memiliki delapan galeri yang tersebar diseluruh Asia dan Eropa.

Dia pria yang lumayan asyik—menurut Kyuhyun. Setidaknya, kesan pertama yang pria itu tunjukkan padanya tidak terlalu buruk. Terlebih mereka ini seumuran. Itulah fakta yang paling mengejutkan saat berkenalan tadi, bahwa usia mereka itu sama. Ditahun dan bahkan bulan kelahirannya. Hanya berbeda tanggal saja. Kyuhyun lebih tua lima belas hari darinya.

Kyuhyun menggaruk tengkuknya. Dia terkekeh kecil merasa tidak enak. Tapi, memang seperti itu kan faktanya? Pesta para manula ini tentu saja sangat membosankan.

“Kalau begitu sama sepertiku,” desah Changmin kemudian. Pria itu menatap miris pada manula-manula yang berkeliaran didepan matanya. “Bukankah mereka terlihat seperti Zombie?” tanyanya tanpa mengalihkan pandangan.

“Huh?” Kyuhyun yang ditanyai seperti itu jelas dibuat bingung. Zombie?

Yeah.. Zombie. Lihat saja cara mereka berjalan. Tersaruk-saruk karena tulang yang sudah tidak kuat lagi menahan beban tubuh mereka.”

Mendengarnya lalu memproses kalimat itu dalam komputer lunaknya sepersekian detik, Kyuhyun lantas terbahak keras. Yang tentu saja langsung merebut perhatian para manusia usia lanjut yang berada disana padanya. Dia lantas membungkuk—untuk meminta maaf, lalu menutup mulutnya.  “Kau benar,” ungkapnya begitu tawanya mulai mereda. Serius, Kyuhyun tidak pernah berpikir sampai kesana.

“Aku tidak habis pikir dengan kemauan Haraboji yang menginginkan ulang tahunnya untuk dirayakan seperti ini. Ck benar-benar kekanakan,” ungkap Changmin lagi disertai dengan dengusan kecil.

“Mungkin ini yang disebut dengan teori ‘semakin bertambahnya usia seseorang, maka semakin kecil juga pola pikirnya’ atau  ‘saat usia manusia sudah mencapai tingkat lanjut, tingkahnya akan kembali seperti anak-anak’ bukan begitu? Dan manula-manula ini sedang berada pada tahap itu. Kau tidak tahu saja, Kakekku bahkan mengancam akan mogok makan jika aku tidak menemaninya datang kesini.”

“Serius?” tanya Changmin dengan kedua bola mata yang melebar. Kyuhyun mengangguk khidmat, membenarkan kalimatnya. Dan kali ini, pria tinggi itulah yang dibuat terbahak. Walau tidak sekeras Kyuhyun.

Well, sepertinya memang begitu. Hahh.. sangat merepotkan ya. Haha..”

Kyuhyun menyesap wine-nya sekali lagi lantas mengangguk. Dia jadi membayangkan bagaimana masa tuanya nanti. Apa dia akan merepotkan anak-cucunya juga? Atau, apa dia akan bertingkah kekanakan seperti ini? Well, siapa tahu? Dia hidup sampai tua atau tidak, itu kan tergantung keputusan Tuhan.

Masih dengan senyum tertahan yang berada dibibirnya, Changmin yang berdiri disebelahnya menyikut. Kyuhyun lantas memandang pria itu dengan alis berkerut tidak mengerti.

“Lihat!” bisik Changmin penuh semangat. Tatapannya tertuju kearah pintu masuk yang memang terbuka sangat lebar. Sehingga siapapun yang melewati pintu itu, akan terlihat sangat mencolok.

Kyuhyun ikut menoleh. Dan didetik itu juga ia harus menelan ludahnya dalam-dalam. Sama seperti orang-orang yang berada disana, tatapannya terpaku pada seorang wanita yang berdiri disamping tubuh tua yang ia yakini adalah Nenek dari wanita itu.

Wanita itu menggunakan gaun berwarna hitam polos dengan bagian pinggangnya yang dilapisi karet. Panjang gaun bagian depannya hanya mencapai setengah paha sedangkan bagian belakangnya jatuh menjuntai hingga mata kaki. Yang akan tampak melayang-layang setiap kali wanita itu bergerak melangkah. Menampakkan kulit lengannya yang putih mulus dan kaki jenjangnya terlihat begitu indah. Sangat indah.

tumblr_od4238x0eh1vfr08oo7_400

Rambut blonde-panjangnya dibiarkan tergerai sepanjang punggung dengan gaya yang dibuat berantakan. Membuatnya terlihat sensual, persis sekali dengan gaun yang dipakainya malam ini. Siapapun akan setuju bahwa wanita muda itu menjadi yang paling menarik malam ini. Apalagi seperti yang dikatakan tadi, bahwa hanya ada segelintir orang yang berusia sama dengan dirinya.

Wanita itu sudah biasa menjadi sorotan. Kyuhyun paham itu. Sangat paham malah. Dilihat dari manapun, semua orang juga akan tahu bahwa dia bukanlah wanita biasa. Ikut menyamai langkah seorang wanita usia lanjut yang berada disebelahnya, wanita itu tersenyum pada beberapa orang yang menyapa. Hingga kemudian, mata mereka bertemu.

Terkejut? Tentu saja. Wanita itu—Lee Sena, istrinya, kini sedang terkejut memandang kearahnya. Sama seperti Kyuhyun tadi saat melihat wanita itu baru saja masuk melalui pintu besar itu dan berdiri disana. Mungkin heran karena mendapati suaminya juga berada disini. Di pesta yang sama dengannya.

“Kau?!” pekik suara tua yang berada disamping istrinya begitu melihat Kyuhyun. Dengan jari telunjuk yang mengacung kearah Kyuhyun, wanita tua itu memandangnya dengan tatapan tidak percaya. Seolah pria itu adalah makhluk luar angkasa yang tersesat dibumi dan dengan beruntungnya, bisa hadir di pesta ulang tahun kerabatnya.

“Kau mengenalnya?” bisik Changmin lirih. Merasa heran kenapa nenek-nenek itu bisa mengenal pria muda yang berada disampingnya. Sedangkan Kyuhyun, dia tidak menjawab. Pria itu malah memberikan bungkukan singkat untuk menghormati wanita tua itu dan tersenyum kecil. Lalu dengan langkahnya yang hati-hati, ia mendekat dan ketika sudah dirasanya pas, ia membentangkan kedua tangannya untuk memeluk wanita tua itu.

Aigoo.. Halmeoni~ aku tidak menyangka kita akan bertemu disini,” ucap Kyuhyun dengan pelukan yang semakin mengerat sekaligus menggoyangkan tubuh tua itu kekanan-kekiri. Seolah dia sedang memeluk boneka beruang besar dan tidak mau membaginya pada siapapun. Sena yang berada disampingnya, jelas saja hanya bisa menahan senyum. “Aku merindukanmu sungguh..”

Lee Hayeon—wanita tua yang dipanggil Halmeoni itu, menepuk-nepuk keras punggung Kyuhyun. Tubuhnya yang hanya setinggi lengan atas pria itu terasa sesak akibat pelukan Kyuhyun yang tidak main-main eratnya.

“Yak! A-aigoo.. Aigoo Cho Kyuhyun! Kau mau membuatku mati cepat huh?! Aigoo cepat lepaskan!” ucapnya terbata-terbata. Sena yang menyadari itu langsung memisahkan pelukan mereka—lebih tepatnya pelukan Kyuhyun. Matanya mendelik begitu melihat senyum bocah yang Kyuhyun tampilkan. “Dasar anak kurang ajar!” ucap Lee Hayeon sekali lagi. Kali ini dengan pukulan bertubi-tubi yang Kyuhyun terima dipelipisnya dan bahunya secara bergantian. Yang tentu saja menjadi perhatian para tamu.

“Aish.. Halmeoni, sudah— sudah hentikan.. Apa kau tidak malu dilihat orang banyak hm?” bujuk Sena menghentikan aksi Neneknya sekaligus menyelamatkan kepala suaminya dari pukulan wanita tua itu yang terkenal tidak main-main kerasnya.

“Yaaak!! Siapa yang berani memukul cucuku hah?!” teriak suara renta dari arah lain. Kyuhyun menepuk dahinya. Sial. Ia lupa jika ia datang kemari bersama Kakeknya. Dan sudah bisa dipastikan perdebatan atara dua makhluk berumur itu pasti akan memeriahkan pesta malam ini.

Kyuhyun melirikkan matanya pada Sena. Mengisyaratkan wanita itu untuk menggiring Lee Hayeon pergi dari sana sebelum Kakeknya itu memergoki mereka. Namun, Sena—istrinya itu, samasekali tidak bisa menangkap apa maksudnya. Wanita itu kadang memang berotak siput jika kebingungan. Dan Cho Ji-Tae sudah terlanjur bergabung bersama mereka.

Dengan tongkat yang mengacung kearah Lee Hayeon—Cho Ji-Tae berkata dengan lantang, “Kau lagi. Kau lagi. Mau apa kau kesini huh?”

“Ha! Sudah kuduga. Jika ada bocah sialan ini, pasti ada dirimu. Yak tua bangka tidak tahu diri! Kau pikir pesta ini milikmu?! Berani sekali kau menantangku!” sahut Lee Hayeon tak kalah keras.

“Apa kau bilang? Tua bangka?! Yak! Kau tidak sadar umurmu hah? Dasar keriput!”

“Mwoya?! Kakek tua kurang ajar!”

“Kau lebih tidak sopan Lee Hayeon!”

“Kau renta tak tahu diri!”

Sena yang sejak tadi ingin melerai, hanya bisa mengatupkan kedua tangannya diudara berulang kali. Cho Ji-Tae dan Lee Hayeon adalah musuh bebuyutan. Setiap kali mereka bertemu, pasti ada saja sesuatu tidak mengenakkan terjadi. Seringnya sih seperti ini, mereka saling mengejek yang mereka sendiri itu tidak sadar bahwa ejekan yang saling dilemparkan juga mencerminkan keadaan mereka sendiri. Keriput. Tua bangka. Kakek tua. Orang renta. Semua itu adalah cerminan diri mereka sendiri. Tapi sayangnya, mereka menganggap bahwa diri mereka itu lebih baik dibanding satu sama lain.

Sedangkan Kyuhyun—ah, pria itu selalu tidak bisa membantu. Dia lebih suka menyaksikan perdebatan kedua manula itu dibanding melerainya. Bagi pria itu, keadaan seperti ini adalah hal yang sangat menarik. Walau tak jarang, dia juga sebisa mungkin tidak mempertemukan kedua manula itu diwaktu dan tempat yang sama. Hanya saja, untuk yang satu ini diluar kendali.

Sena mana tahu jika pesta ulang tahun yang diadakan teman Neneknya ini juga ikut mengundang Cho Ji-Tae—Kakek dari suaminya. Jika ia tahu, ia tidak akan mau menemani Neneknya ini. Dan Cho Kyuhyun, pria itu tidak mengatakan apa-apa siang tadi. Dia hanya mengatakan ada keperluan yang harus dilakukan dengan Kakeknya. Yang tidak disangkanya, keperluan itu adalah memenuhi undangan pesta ulang tahun ini. Anehnya, mereka sama-sama diminta oleh dua manula itu untuk menemani. Benar-benar nasib.

Dan seperti yang Sena bilang, Kyuhyun lebih sering merasa terhibur dengan keributan yang diciptakan oleh Kakek-Neneknya. Maka dari itu, saat ini pria tersebut sedang terkekeh senang menyaksikan perdebatan dua orang renta yang menurutnya sama-sama tidak tahu diri itu.

Sementara Shim Changmin yang berdiri beberapa langkah dibelakangnya, juga ikut terkekeh. Walau sampai saat ini pria itu tidak tahu-menahu bagaimana Kyuhyun bisa mengenal mereka atau bagaimana mereka bisa saling mengenal. Untuk saat ini, Changmin hanya merasa sama seperti Kyuhyun. Sangat terhibur dengan keributan dua renta yang ada dihadapannya. Dan suasana bosan yang tadi sempat menghinggap pada dirinya, kini raib sudah. Hilang entah kemana.

Keributan. Dan saling melempar ejekan itu masih terus berlangsung. Walau beberapa kepala sudah mulai tidak terlalu tertarik dengan apa yang Cho Ji-Tae dan Lee Hayeon sajikan. Hanya Sena, Kyuhyun dan Changmin yang masih tetap pada posisinya. Hingga satu lagi, seorang pria renta datang. Menginterupsi keributan dua renta lainnya itu. Shim Baek-Ho si bintang malam ini.

Sena yang sejak tadi ingin melerai namun tidak bisa melakukan apa-apa, akhirnya mendesah lega. Pria dengan kacamata bulat tebal itu datang seperti membawa segelas air dingin untuknya yang tengah kehausan. “Yaa, Tae-ya. Yeonnie-ah. Aigoo.. kalian tidak pernah berubah ternyata huh?” ungkap pria tua itu berdiri ditengah-tengah kedua sahabatnya.

“Kupikir kebiasaan kalian yang sering ribut ini bisa menjodohkan kalian. Ternyata tidak,” lanjutnya lagi.

“MWOYA?!” teriak Ji-Tae dan Hayeon bersamaan.

“Yaiks.. jangan berteriak ditelingaku!”

“Jangan asal bicara! Aku mana mau berjodoh dengan wanita keriput itu! Seperti tidak ada wanita yang lebih cantik saja!” tolak Ji-Tae mentah-mentah.

“Cih! Kau pikir aku mau berjodoh denganmu hah?! Dasar tua bangka!”

Kyuhyun terbahak keras atas kalimat yang saling mereka lontarkan. Demi Tuhan.. mereka sudah sama-sama tua dan keriput untuk apa sih saling mengejek? Tidak mau berjodoh? Siapa pula yang mau menjodohkan dua orang keras seperti mereka? Lagipula mereka sama-sama sudah memiliki cicit, masa iya mau menikah lagi? Yang benar saja! Kalimat Shim Baek-Ho benar-benar memancing ternyata.

“Diam kau bocah nakal! Kau senang sekali ya melihat keributan? Hah?!” bentak Lee Hayeon seraya menatap geram Kyuhyun yang tidak bisa berhenti tertawa.

“Ya! Apa-apaan kau membentak cucuku! Dia tidak nakal!”

“Dia memang bocah nakal. Lihat saja tingkahnya, benar-benar menyebalkan!”

“Kau—”

“Yak! Apa kalian akan terus ribut seperti ini? Ini hari ulang tahunku!” teriak Baek-Ho tiba-tiba. Pria berkacamata tebal itu memasang wajah seram. Yang jika dilihat tidak ada seram-seramnya samasekali. Dan hal itu tentu saja mebuat Ji-Tae dan Hayeon mendengus jengah. Sedangkan tiga orang mudah lainnya, menahan tawa. Terlebih Kyuhyun dan Changmin yang sama tak kuatnya melihat para manula itu.

Hayeon menghela nafas. Wanita tua itu meraih tangan Baek-Ho lalu berkata dengan nada yang dibuat menyesal yang seketika itu juga membuat Sena memutar kedua bola matanya malas, “Maaf, Baek-ah~ aku tidak bermaksud seperti itu. Ini semua gara-gara dia..”

“Gara-gara aku? Kau ma—”

“Gramps..” sela Kyuhyun begitu Kakeknya akan memulai peperangan lagi. Sudah cukup untuk hari ini. Ia merasa tidak enak pada Shim Baek-Ho jika perdebatan tak berbobot ini tetap dilanjutkan. Dan Ji-Tae langsung menurut begitu saja ketika sudah diberikan tatapan peringatan oleh cucunya.

“Hah.. aku sudah biasa mengalaminya. Untung saja kalian tidak berjodoh.”

“Ya, untung saja. Karena aku sangat bersyukur saat ini. Kalau tidak, mungkin aku sudah mati muda karena sering bertengkar dengannya.”

“Untungnya saja aku juga bertemu wanita yang cantik saat itu. Jadi aku bisa hidup damai sampai sekarang,” sahut Ji-Tae tak mau kalah. Membuat Kyuhyun dan Sena lagi-lagi harus menghembuskan nafas.

Tak mau memedulikan perkataan musuhnya, Hayeon tersenyum renyah pada Baek-Ho lalu mengucapkan selamat pada ulang tahunnya yang ketujuhpuluh hari ini. “Semoga umurmu panjang, Baek-ah,” doanya singkat. Tanpa embel-embel apapun lagi. Yang langsung ditanggap Changmin dengan sebuah kekehan. Semoga pajang umur. Ya Tuhan.. sekarang saja umurnya sudah tujuhpuluh tahun, harus berapa lama lagi memang Kakeknya hidup? Apa tidak ada doa lain? Seperti ‘sehat selalu’ begitu? Konyol sekali mendengar doa yang nenek tua itu ucapkan pada kakeknya.

“Ah, dia cucuku. Shim Changmin,” beritahu Baek-Ho ketika Hayeon menatap cucunya itu dengan mata yang memicing. “Kemarilah, Nak.. sapa kerabat Kakekmu ini,” perintahnya.

“Selamat malam. Saya Shim Changmin. Senang bertemu dengan Anda, Nyonya.”

Lee Hayeon yang diberikan sapaan selembut itu, sontak saja langsung tersipu. Wajah keriputnya seketika memerah. Menunjukkan senyum malu-malunya. Seperti mengingat masa mudanya dulu. Ia sangat senang disapa oleh pria-pria tampan seperti Changmin. Dan Sena yang berada disampingnya, saat itu juga langsung menyenggol bahunya. Ah.. Neneknya sangat memalukan sekali. Raut apa itu tadi? Ish.. terlihat menjijikan. Sangat tidak cocok untuknya yang sudah renta.

“Aku juga senang bertemu denganmu, pemuda tampan—” tawa Baek-Ho, Changmin, Kyuhyun, Sena—tidak dengan Ji-Tae—hampir saja keluar jika mereka tidak pandai-pandai menahannya. Terlebih Sena yang merasa lucu sekaligus malu secara bersamaan. “Changmin-ah. Bolehkan aku memanggilmu seperti itu?” Ya Tuhan.. wanita tua ini kecentilan sekali sih? Lalu Hayeon kembali melanjutkan kalimatnya, “Ah ini cucuku. Lee Sena namanya..”

Sena membungkukkan badannya empat puluh lima derajat lalu mengulurkan tangannya pada Shim Baek-Ho, “Selamat ulang tahun, Kakek Shim. Semoga diumurmu yang sekarang, hidupmu semakin dilimpahi keberkahan dan kasih sayang dari orang-orang terdekatmu. Dan—” Sena mengarahkan tubuhnya pada pria tinggi yang berdiri disamping Sang Bintang, tersenyum lalu mengulurkan tangannya lagi. “Salam kenal juga, Changmin-ssi. Aku Lee Sena. Senang bertemu denganmu.”

Changmin menyambut uluran tangan Sena, lalu menjawab, “Ya, tentu saja. Senang bertemu denganmu juga. Kau—” pria itu menghentikan kalimatnya sejenak lalu melanjutkan, “Cantik sekali.”

Selesainya kalimat yang Changmin ucapkan, Kyuhyun tersedak dengan ludahnya sendiri. Apa? Pria jangkung itu bilang apa? Cantik sekali. Wow. Berani sekali dia. Demi tuhan, ada suaminya disini dan pria itu dengan begitu mudahnya memuji wanita itu? Wah.. benar-benar.

Sedangkan Changmin langsung memejamkan matanya erat. Menyadari ketololannya yang dengan mudah melepaskan kalimat itu. Tsk. Bisa dibilang tidak tahu malu dia jika terang-terangan seperti tadi.

Empat orang yang saling terkoneksi disana saling berpandangan. Kyuhyun, Sena, Ji-Tae dan Hayeon sama-sama meringis. Ya, bukan salah Shim Changmin juga. Pria itu kan tidak tahu kalau dia wanita bersuami. Sedang Ji-Tae dan Hayeon, walau suka seklai ribut tapi mereka juga tidak bisa menyangkal bahwa cucu-cucu mereka itu saling mencintai bahkan sudah membina rumah tangga.

Sena melirik Kyuhyun sekilas. Bisa dilihat olehnya, suaminya itu—Cho Kyuhyun sudah mendelik tidak suka pada dirinya. Memberikan tatapan. ‘wah.. kau benar-benar’. Walau kesalahan bukan pada dirinya.

Sementara Cho Kyuhyun berpikir, pasti istrinya itu sekarang sudah terbang melayang dan lupa cara berpijak pada bumi. Itu sudah pasti. Karena Lee Sena itu adalah wanita yang mudah sekali dibuat kepedean.

Sena yang jelas-jelas merupakan objek pujian Shim Changmin lantas terkekeh canggung. “Ha-ha. Ya. Terima kasih atas pujiannya, Changmin-ssi.”

Well, kalau sudah begini semua orang pun bisa tahu bahwa pria tampan dan canggung itu tertarik pada Lee Sena. Si wanita bersuami dan beranak satu. Ah perlu diingatkan juga bahwa dia adalah wanita hamil. Karena memang dirinya sedang mengandung anak kedua Cho Kyuhyun. Yang sayangnya, karena memiliki tubuh yang indah dan proporsional, orang-orang bisa dengan mudah tertipu dan mengira bahwa dia adalah wanita lajang. Sama seperti Shim Changmin.

.

Hormone or Instinct

.

“Hei, berhenti menyereretku!” desis Sena saat Kyuhyun tiba-tiba saja menarik tangannya secara kasar. Ia tidak tahu apa-apa. Atau ada apa. Malam ini, mereka memang disibukkan untuk menemani para orang tua masing-masing. Kyuhyun dengan Kakeknya. Sena dengan Neneknya. Dan demi menghindari pertengkaran-pertengkaran lainnya yang mungkin bisa saja terjadi, mereka memutuskan untuk berpisah sementara. Tidak dalam jarak yang dekat. Karena Ji-Tae dan Hayeon sangat mudah terpancing kemarahannya walau hanya untuk saling menatap muka.

Dan Sena yang sedang bersama Hayeon, tiba-tiba saja tangannya ditarik kasar oleh Kyuhyun. Tanpa aba-aba. Astaga.. dia memakai heels omong-omong. Kalau sampai keseimbangannya runtuh, ia bisa saja terjatuh tadi. Dan mencelakakan bayinya. Lalu sekarang, entah pria itu akan membawanya kemana. Mungkin dia memiliki kesempatan untuk menghilang dari Ji-Tae sebentar hingga bisa menarik dirinya. Kyuhyun hanya terus berjalan membawanya melewati kerumunan. Sampai pria itu menemukan satu titik yang jauh dari keramaian dan sangat jarang dilewati orang.

Sena baru saja akan membuka mulutnya saat tubuhnya terhempas. Dihimpit oleh tubuh Kyuhyun dan dinding yang berada dibelakangnya. Dan seperti senang dengan kalimat ‘tanpa aba-aba’, Kyuhyun melakukannya lagi. Pria itu menarik tengkuknya hingga wajahnya terdongak keatas lalu memiringkan kepala dan menyatukan bibir mereka dengan cepat.

Seakan tidak diberi kesempatan untuk berpikir, Sena akhirnya mengalah untuk membuka mulutnya. Membiarkan lidah Kyuhyun masuk dan menjelajahi rongga mulutnya. Menyapa dengan intens deretan gigi, gusi dan lidahnya secara bergantian didalam sana. Sementara lumatan pria itu semakin meletup-letup dan membara. Dan bagaikan terbakar oleh gairah, Sena pun membalas setiap lumatan itu sama meletupnya seperti yang Cho Kyuhyun lakukan.

Pria itu adalah pencium yang handal. Tidak ada seorang pria diantara semua pria yang pernah dikencaninya dulu yang bisa menciumnya sebaik yang pria ini lakukan. Cho Kyuhyun pemuja hubungan yang membara. Dia sangat ahli membuatnya lemas seketika, walau hanya dengan sebuah ciuman. Mungkin karena pengalaman pria itu yang melebihi dirinya. Ditambah Cho Kyuhyun pernah tumbuh dan lama berada di daratan Amerika sana—Florida. Jadi, tidak heran jika pria itu sangat ahli. Tapi itu tidak pernah menjadi masalah untuknya. Sena tidak peduli dengan fakta tersebut.

Kyuhyun melepaskan ciuman itu ketika dirasanya pasokan udara sudah mulai menipis. Dia beralih mengecup-lepas seluruh permukaan wajah Sena seringan kapas yang terbang jatuh melayang. Mulai dari sudut bibir, pipi, rahang, hidung, mata dan dahi. Begitu seterusnya berulang-ulang hingga dia puas. Lalu benar-benar berhenti saat dia menemukan pundak wanita itu untuk berteduh.

Kyuhyun tersenyum kecil saat nafas Sena masih terdengar memburu ditelinganya. Setelah harus menahan diri untuk tidak mendekat dengan wanita ini sejak tadi, akhirnya dia bisa juga mendapatkan keinginannya.

Pria itu menggeser tangannya yang berada ditengkuk Sena untuk beralih pada pinggang wanitanya itu. Lalu dengan satu gerakan cepat, dia menarik pinggang tersebut sehingga tubuh mereka beradu. Tanpa jarak. Dada saling menyapa dengan dada. Begitupun dengan paha. Tubuh Sena sedikit terjingkat akibat tarikan itu. Dia kemudian meletakkan kedua tangannya untuk berada dibahu suaminya.

Kyuhyun menatap paras rupawan Sena dengan intens, lalu berkata, “Tumben sekali kau kuat tahan nafas berciuman denganku tadi.”

Sena mengedikkan bahu lalu menjawab dengan singkat, “Hormon.”

“Hormon?”

Yeah.. hormon Ibu hamil. Kurasa.”

Kyuhyun lantas terkekeh lepas mendengar jawaban Sena. Pria itu pun mengecup singkat bibir wanitanya lagi. “Well.. hormon. Katakan padanya, aku sangat berterima kasih untuk itu.”

Sena terkikik geli mendengar perintah Kyuhyun yang konyol itu, “Aku sudah mengatakannya tadi. Dan dia bilang, dia mau lagi.”

Mendengar jawaban Sena, Kyuhyun memicingkan matanya dengan salah satu sudut bibir yang terangkat keatas. Lalu setelahnya, Sena mengecup bibirnya cepat. Cepat sekali hingga ia tidak bisa merasakan kehadirannya. Wanita itu lantas menggigit-gigit bawahnya, membuat Kyuhyun gemas sekali.

“Kau tidak dengar ya?” tanya Sena dengan mata yang berkedip lucu. Saat Kyuhyun tak juga merespon apa yang dikatakannya sebelumnya.

“Apa?”

“Dia bilang, dia mau lagi Cho Kyuhyun.”

“Dia atau kau yang mau?”

Sena kembali terkikik kecil. Lalu tanpa mau menunggu waktu, wanita itu menangkup kedua pipi Kyuhyun dan membawa bibir panas pria itu kedalam mulutnya. Melumatnya tanpa ampun. Lagi. Bahkan kini tangannya mulai merajalela. Merayap masuk melalui celah kemeja pria itu dan berhenti didada sebelah kiri Kyuhyun, tempat jantungnya berdetak cepat.

Dia tahu bahwa Kyuhyun terkejut dengan kelakuannya ini. Hanya saja, sejak pria itu menciumnya tadi, ia jadi menginginkan lebih. Ada sebuah dorongan didalam dirinya itu yang meletup-letup meminta agar mereka tidak menyelesaikan ini hanya dengan sebuah ciuman saja. Dan memang benar. Kyuhyun yang tergoda, jelas tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Sena jarang sekali seperti ini. Wanitanya begitu membara. Agresif. Dan dia sangat menyukainya.

Tidak ada yang bisa menghentikan kegiatan sepasang anak adam itu. Mereka begitu terbuai dengan kelembutan yang diberikan oleh masing-masing. Lidah Kyuhyun memberikan rasa manis dan pahit secara bersamaan untuk Sena. Sensasi dari wine yang beberapa saat lalu pria itu minum. Begitu memabukkan.

Mereka tidak tahu sejak kapan mereka kehilangan kendali, hanya saja saat tersadar dan mendapatkan kewarasannya kembali, posisinya sudah berbeda seperti yang pertama. Mereka kini sudah jatuh terduduk dengan posisi Kyuhyun yang semakin mendesak Sena.

Pria itu terkekeh. Diikuti oleh Sena. Ciuman yang menggebu-gebu tadi membuat nafas mereka bergerak tidak teratur. “Kurasa kita membutuhkan ruang,” ucap Sena sambil memasangkan kembali dua kancing teratas kemeja Kyuhyun yang terbuka akibat ulahnya.

“Bukan kurasa. Tapi memang kita harus mencari ruang,” ralat Kyuhyun.

“Tapi dimana? Apa kau membawa dompet untuk menyewa salah satu kamar di hotel ini?”

“Tidak.”

“Lalu?”

“Mobil. Kita belum pernah bercinta disana bukan?”

.

Hormone or Instinct

.

Bibir mereka sekali lagi bertautan dengan lapar saat Kyuhyun membaringkan Sena diatas jok mobil belakangnya. Dan Sena dengan susah payah mengimbangi permainan bibir Kyuhyun yang tiba-tiba itu . Keputusan mereka untuk bercinta didalam mobil memang terkesan konyol. Tapi saat Kyuhyun berkata bahwa mereka belum pernah bercinta diruang yang sesempit ini, Sena langsung menyetujuinya. Wanita itu penasaran. Lagipula, setiap inci dari rumahnya sudah mereka coba untuk arena bercinta. Entah kamar, kamar mandi, dapur, bar mini, kolam renang, walk in closet apapun lah yang berada disana yang terlihat luas, sudah mereka coba. Tapi didalam mobil? Bahkan ini baru pertama kali untuknya.

Walau cukup sulit bagi Kyuhyun untuk bergerak, tapi pria itu tidak peduli. Tubuhnya menindih tubuh Sena. Mulutnya yang panas, kini beralih pada leher wanita itu. Memberikan kecupan-kecupan lembut yang menggoda birahi istrinya.

Dan dalam hitungan detik, Kyuhyun berhasil menurunkan tali gaun hitam tersebut hingga dua buah dada Sena yang menggiurkan langsung memenuhi seluruh mulutnya. Tangannya tidak berhenti untuk mengeksplorasi lebih jauh tubuh Sena hingga kemudian berhenti kebagian depan daerah intim wanita tersebut. Meraba lembut bagian itu. Lalu begitu Sena mendesah, ia kembali membungkam bibir itu agar tetap diam.

Sial, Sena berhasil membangunkan jiwa primitifnya sekarang. Kyuhyun tahu ini tidak benar karena mereka sedang bertamu di pesta orang lain, tapi mau bagaimana lagi. Ini harus dilanjutkan sampai selesai. Sesuatu dibawah sana—sudah sangat mengeras omong-omong.

Kyuhyun mengangkat wajahnya dan memandangi Sena, melihat wajah wanita itu yang sudah memerah, nafasnya yang memburu dan matanya yang memejam lelah. Dia terkekeh kecil, ini baru memasuki tahap foreplay tapi wanita itu sudah terlihat kill out.

Salah satu tangan Kyuhyun merayap dibalik punggung Sena, bersamaan dengan tangan kanannya yang meraup payudara kiri wanita itu. Meremas bagian tersebut pelan dan intens hingga membuat Sena sedikit melengkungkan tubuhnya karena terbuai dengan sentuhan lembut-menggoda kedua tangan Kyuhyun yang bergerak aktif itu. Sementara bibirnya menjelajahi seluruh bagian wajah Sena. Mengecupnya ringan dan lembut. Lalu kembali saling melumat dengan lidah yang saling membelit. Dengan Sena yang meredam suara desahannya didalam mulut Kyuhyun.

.

Hormone or Instinct

.

“Tidak terlalu buruk bukan bercinta dimobil?”

Saat ini mereka sedang duduk saling bersandar satu sama lain. Setelah menghabiskan waktu kurang lebih setengah jam untuk bercinta, mereka memutuskan untuk bersantai lebih dahulu didalam mobil itu. Terlebih karena pestanya sangat membosankan, jadi mereka malas untuk kembali masuk kedalam gedung dan membaur dengan tamu-tamu yang lain.

Tubuh mereka dilingkupi oleh selimut yang memang selalu tersedia dimobil Kyuhyun. Kepala Sena berada didada telanjang pria itu. Sedangkan tangan mereka saling mengait. Ah.. momen-momen setelah bercinta adalah hal yang paling disukai oleh Sena. Karena ia bisa bermanja-manja pada Kyuhyun tanpa harus merasa malu. Dan meninggikan egonya.

Setelah selesai mengucapkan kalimat itu, Kyuhyun menghirup rambut Sena yang masih menguarkan aroma manis bahkan saat wanita itu sudah berkeringat banyak sejak tadi.

Yeah.. aku malah suka. Bosan dengan tempat yang luas jadi saat merasa kesempitan disini aku sangat menikmatinya.”

Kyuhyun terkekeh pelan. Dia membenarkan posisi tubuh Sena, mengeratkan rangkulannya pada pinggang wanita itu. Dan semakin menempelkan tubuh lengket mereka yang berada dibalik selimut. Untung saja kaca mobil Kyuhyun terlihat gelap jika dilihat dari luar, jadi tidak perlu merasa malu jika ada orang yang lewat dan melihat mereka dengan keadaan tubuh yang sama-sama setengah telanjang seperti ini.

“Omong-omong, kau mewarnai rambut? Tadi pagi masih berwarna cokelat bukan?”

Sena menggerakan tubuhnya agar bisa melihat Kyuhyun. Lalu dengan senyum yang maha-lebar ia berkata, “Bagaimana menurutmu? Bagus tidak? Aku mewarnainya tadi siang saat ke salon.”

Kyuhyun memfokuskan pandangannya pada rambut Sena lagi, lalu mengangguk, “Warna blonde membuatmu terlihat lebih muda. Bagus sih, tapi aku jadi sebal.”

“Kenapa?”

“Kau wanita bersuami dan telah memiliki putra berusia tiga tahun. Kalau begini akan banyak yang mengira kau wanita lajang.”

“Seperti Shim Changmin-ssi tadi?” ledek Sena dengan kikikan khas dirinya.

“Siapa saja. Ahh.. kau tidak tahu saja, rasanya aku ingin sekali menjedukkan kepala pria itu ke tembok berulang kali saat berkata bahwa kau cantik tadi. Tsk, dia tidak tahu saja bahwa ada suaminya disana.”

Sena terbahak. Tangannya memukul keras dada Kyuhyun. Yang ditanggap pria itu dengan senyuman dan mengeratkan sekali lagi pelukannya. “Tapi benar. Kau memang cantik sekali malam ini,” ucap Kyuhyun.

“Apa itu rayuan?”

Kyuhyun mengangkat alisnya memandang Sena. “Kupikir kau paham rayuan itu seperti apa,” lantas setelah mengatakan itu, tangan kanannya meremas lembut payudara Sena. Membuat wanita itu berjengit kaget sekaligus geli.

“Kyuhyun!” deliknya tak percaya.

“Itu—” Kyuhyun mengangguk, “yang namanya rayuan.” Lalu kembali terkekeh saat wajah Sena berubah datar.

“Ah.. masalah rambut ini, aku sejak tadi ingin mengatakannya—”

“Apa?”

“Ini terakhir kalinya aku mengijinkanmu mewarnai rambut. Eiy—tunggu sampai aku selesai bicara, oke?” repet Kyuhyun begitu melihat Sena ingin memprotesnya. “Kau sedang hamil. Kalau ada apa-apa bagaimana? Hal itu bisa saja mempengaruhi kondisi bayi kita. Dan aku tidak mau mengambil risiko. Setidaknya sampai bayi kita lahir. Paham?”

Sena tersenyum geli. Yeah.. dia sendiri memang pernah membaca artikel tentang bahaya perawatan tubuh untuk Ibu hamil sih. Tapi dia tidak tahu saja kalau Kyuhyun juga mengetahuinya. Apa pria itu juga membaca artikel-artikel semacam itu? Eiyy.. akan sangat aneh sekali kalau iya.

Sebagai balasan, wanita itu malah mendekap Kyuhyun. menyandarkan kembali kepalanya pada dada telanjang pria itu. Dan menikmati hangatnya tubuh Kyuhyun. “Omong-omong, kenapa tadi kau menarikku tiba-tiba?” tanya Sena mengisi pembicaraan lagi.

“Bagaimana jika kukatakan itu adalah naluri? Kalau kau menganggap bahwa kau terserang hormon Ibu hamil maka aku terkena syndrom naluri seorang pria. Asal kau tahu saja, aku kaget sekali mendapatimu berada di pesta ini dengan—dengan dandanan yang –well, secantik itu. Semua orang terfokus padamu, tahu. Termasuk aku.”

“Haha. Memangnya aku begitu cantik ya?”

Yeah.. untuk kali ini aku tidak bisa berbohong.”

“Jadi biasanya kau itu suka berbohong?”

“Tidak juga sih..”

“Plin-plan,” desah Sena. Kemudian melanjutkan lagi, “Jadi kau menarikku karena tidak tahan dengan naluri priamu. Begitu?”

“Bisa dibilang begitu.”

“Termasuk dengan mengajakku bercinta juga?”

Kyuhyun mendengus geli, lalu menjawab, “Tidak. Tentu saja tidak. Akan bahaya jika aku menganggap bagian mengajakmu bercinta juga karena naluriku sebagai pria.”

“Lalu?”

“Itu naluri seorang suami, Sena. Karena aku hanya bisa bercinta denganmu.”

Kini berganti Sena yang mendengus geli, “Mencoba merayuku lagi, Tuan?”

“Tentu saja tidak. Kau tahu sendiri rayuanku seperti apa tadi.”

“Ah~ Kau benar,” wanita itu mengangguk khidmat. “Kyu, kau tidak ingin bertanya dimana putramu sekarang?”

Kyuhyun menghela nafas dalam, melirik wanita dalam dekapannya lagi lalu menjawab, “Aku percaya kau menempatkannya ditempat terbaik. Dia kan putra kesayanganmu.”

Lagi-lagi Sena dibuat terkekeh. Kyuhyun bisa saja. Tapi pria itu memang benar. Sena memang menitipkan Joon pada Kakak Iparnya—Jo Eunso sebelum dia menemui Neneknya dan menemani wanita tua itu datang ke pesta ini. Dia tidak mau mengambil risiko jika dia menitipkan Joon pada Yoorin. Disana ada Seungjo. Akan bahaya jika dua anak itu bertemu. Bisa-bisa keributan seperti yang dilakukan oleh Cho Ji-Tae dan Lee Hayeon akan terjadi juga pada mereka.

“Kau ingin masuk lagi kedalam?”

Sena terdiam sebentar. Matanya menatap Kyuhyun intens. Menarik nafas sebentar, kemudian menggeleng. Gelengan yang terlihat sangat menggemaskan dimata Kyuhyun. Seperti kucing penurut.

Mendapatkan respon yang seperti itu, tentu saja membuat Kyuhyun memberikan sebuah senyuman penuh arti. Dan Sena menangkap sinyal itu. Lantas dia mengangguk sambil terkekeh.

Tangan Kyuhyun kembali bermanuver dibalik selimut. Bibirnya sudah menjelajahi mulut Sena. Lagi. Lidahnya pun sudah bergerak lincah mengkesplorasi seluruh bagian yang dimiliki mulut hangat istrinya itu. Sekali lagi, mereka saling berbagi saliva dan kelembutan.

Masa bodoh dengan Kyuhyun yang akan diamuk Kakeknya karena tiba-tiba menghilang. Atau Sena yang akan mendapat pukulan dari Neneknya karena tidak juga kembali setelah ditarik pergi oleh Kyuhyun.

.:: END ::.

Advertisements

Author:

also known as que(en)sera

53 thoughts on “Hormone or Instinct?

  1. Udah tua masih berantem gitu semoga gak berjodoh repot klo beneran. Changmin bisa patah hati klo tau knp dia gak sekalian liat kelakuan mereka sih ;3 ditunggu kelanjutan selfish-nya soon.

    Liked by 1 person

  2. uwoooooooo hahahaha aku udah baca belom sih yg I AM itu kayana udah deh tp lupa hahah tp gapapa ttp nyambung baca ini duhhhh mereka duhhhhh ga ngerti lagi aaaakkk ini tuh apa yah kirain kyuhyun mau marah taunya naluri halah napsu mah napau aja liat istri cantik kyu hahaha gemes bgt seneng bacanya aaaakkk lagi dong lagiiii hihi

    Liked by 1 person

  3. extrim mereka…wkwkwkwk…di mobil ??? ya ampyun…kasian nasib nenek dan kakek mereka…ditinggal sendiri..dan mereka asyik2kan berduaan…ckckck,.tp mereka manis…

    Liked by 1 person

  4. ck~ ini yg berantem ko malah kaya gini kakek nenek yg rempong dan yg nemenin orang tua itu mereka malah ninggalinnya lg dan malah mesra mesraan didalem mobil hmmm mesumnya pasangan itu 😀

    Liked by 1 person

  5. Lupa sama cerita sebelumnyaa
    judulnya I am

    Awalnya sih
    gak paham ini

    tapi semakin lama baca ternyata mereka satu besan 😂😂

    Sena cantik mana Hamil pula

    jangan salahin changmin yang tertarik sama sena
    salahin nenek nyaa yang ngajak dia ke pesta kakeknya changmin

    Panas je

    Liked by 1 person

  6. lucu banget sama kelakuan ke dua manula itu.mereka seperti nya lupa dengan umur mereka.untung sja merka tidak berjodoh.coba kalo berjodoh pasti yg ada mereka akan ribut terus….

    Liked by 1 person

  7. Kakek nenek yg ajaib.
    Kkkk
    Tapiii kok mrka gk tau y klo cicit2 mereka married???
    Kyuu mmg terbaik slalu ambil kesempatan dlm ksempitan. Wkwkkkk…
    Lanjuuut thoor^^
    Yg selfish plis lanjuuut😭😭😭😭

    Like

  8. baru paham kalo ini lanjutan dari interlude at morning, eonni mian udah ganggu sampe email eonni segala hahaha. ceritanya gokil banget^^ jadi penasaran pas pernikahan mereka dulu gimana ya? kakek nenek nya pasti heboh sendiri? heboh berantem maksudnya. changmin~ah hati hati, hulkkyu akan datang haha

    Liked by 1 person

  9. Changm ga diundang ya wktu mreka nikah
    Atau dia cm keceplosan ????

    Sempit n tergesa mmg lebih asik
    Haha

    Joon ga diajak kasian tuh anak dititip mulu
    Kakek nenekny lucu amat
    Pengen liat visual tu org tua cute

    Liked by 1 person

  10. aku kira ini lanjutan dari ff kemaren.. sumpah gedek liat tingkah kyuhyun kemaren.. pengen cepet cepet liat penyesalan kyuhyun karena udah bentak joon sama sena.. ayah dan suami macam apa oppa ini???? jadi baper kaya gini kan…. wkwk

    Like

  11. Lol! Gimana deh itu kakek nenek berantem tapi cucunya nikah. Pas kyuhyun sama sena mau nikah apa mereka ribut juga???kkkk
    Saat2 romantisnya kyuhyun yg berujung ke bercinta itu kok…….bikin iri ya kkkkk.
    Good story thor^^

    Like

  12. Wih wih wihhh… kakek nenek musuh bebuyutan tapi cucux bsa brjodoh yahhh.
    . Keleek
    Pastii lucuu banhytt kalo mereka tinggal seatap… hehe e
    Ya ampunn hormon dan naluri lelakii jadii biang kerok disini.
    Ffnta manis eiii

    Ckxkkx
    Dtunggu ff slanjutnya thor..

    Like

  13. Aaaw so sweet dan bikin panas 😀 emang kyu mah dari dulu juga udah mesum dan panas kalo udah mengenai wanita dan ranjang kkk Aigoo halmeoni dan harabeoji udah sama2 tua tp kelakuannya seperti anak kecil saja wkwkwk

    Like

  14. Hahaha pertengkaran antara kakek kyuhyun dan nenek sena benar” gokil dan shim changmin yg begitu berani nya blg sena begitu cantik ndak tau ada suami nya yg sewaktu-waktu bsa mengeluarkan tanduk nya wkwkwk

    Like

  15. Udh sama2 tua msih aja brantem :v
    Sling ejek pdahal sama2 keriput, sama2 tua bangka..
    Itu si kyuhyun mesum bnget sihhhh.. hahaha

    Like

Leave Some Lovely Feedback (ɔˇ³ˇ)ɔ

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s