Still: Pervert

cflifcnuaaanmkj

 MAIN CAST 

Cho Kyuhyun – Lee Sena

 AU │ Oneshoot 

 PG – 18 | Mature Content 

 GENRE 

Romance, Family

 DISCLAIMER 

This story is pure from my imagination. I ordinary own the plot. So take your sit, don’t do a chit. And please, don’t be siders!

Queensera©2016

“Bangun dulu. Makan, Kyuhyun..” desah Sena. Wanita itu menatap gemas pria yang sedang meringkuk diatas tempat tidur. Menyelimuti dirinya dengan selimut tebal berlapis-lapis padahal pendingin ruangan sudah dimatikan dan menggantinya dengan membuka pintu balkon selebar mungkin, agar udara segar bisa masuk ke kamar mereka.

Dengan suara serak—nyaris tidak terdengar, Kyuhyun bergumam, “Aku tidak lapar.”

Sena berdecak. Wanita itu memutuskan untuk duduk ditepi tempat tidur. Menarik selimut tebal yang menggulung tubuh suaminya. “Tapi kau butuh makan!” tangannya mencoba untuk menyibak, tapi tetap tidak bisa. Kyuhyun terlalu erat menggenggamnya. “Astaga.. kalau seperti ini terus kapan sembuhnya?!”

“Tubuhku rasanya mati rasa, Sena. Dingin sekali.”

“Makanya itu, bangun dulu.”

Kyuhyun tetap bergeming.

Sena kembali mendesah. Dia juga tahu rasanya demam seperti apa, tapi Kyuhyun benar-benar sulit sekali—lebih sulit dibandingkan dengan Joon kalau sudah begini. Pria itu akan terus meringkuk diatas tempat tidur tanpa mau melakukan apa-apa. Hanya tiduran saja. Sementara Sena harus pintar membujuk suaminya itu agar mau memasukkan makanan pada lambungnya.

Tangannya terulur menyentuh dahi pria itu. Ingin tahu seberapa panas demam suaminya. Dan saat tangannya tersengat, Sena menghela nafas. Masih sama dengan semalam. “Sebentar saja, ya? Kau harus makan. Minum obat. Setelah itu kau mau tidur lagi juga tidak apa-apa,” bisik Sena tepat didepan wajah pucat Kyuhyun.

Kyuhyun membuka matanya. Menatap mata Sena lirih. “Dingin..”

Sena tersenyum kecil. Mengangguk. “Aku tahu,” lalu membantu Kyuhyun untuk duduk bersandar di dashboard tempat tidur. Merapikan selimut agar pria itu tetap merasa hangat. Kemudian meraih semangkuk bubur yang dia letakkan tadi diatas nakas. Dia sendiri membenarkan posisi duduknya agar tidak kesulitan menyuapi Kyuhyun.

Setelah bubur yang dia tiup pelan itu sudah agak hangat, Sena menjulurkan sendoknya kedepan mulut Kyuhyun. Namun oleh pria itu, sendoknya hanya ditatap dengan raut melas. Mulutnya saat ini terasa pahit, kenapa Sena harus memaksanya makan? Dan lagi, ini bubur. Ewh. Kyuhyun tidak suka. Apa tidak bisa langsung minum obat saja? Ah.. Kyuhyun sebal jika sedang sakit begini.

“Kyuhyun,” panggil Sena dengan nada rendah. Dia tahu betul apa yang ada dipikiran pria itu. Pasti segan untuk memakan bubur, karena Sena paham bahwa Kyuhyun tidak suka dengan makanan bertekstur kental ini. Tapi masalahnya, tenggorokan pria itu juga sedang meradang, mana mungkin Sena memberikannya makanan lain selain bubur. “Aku tidak menerima bantahan. Kau harus makan ini. Ayo cepat! Aaaa..”

Dengan berat hati, Kyuhyun membuka mulutnya. Setelah sesendok bubur itu masuk kedalam mulutnya, matanya langsung memejam erat. Meminimalisir rasa muaknya pada makanan itu. “Aaahh..” desahnya begitu benda kental itu berhasil masuk melalui tenggorokannya.

Dan reaksi seperti itu terjadi berulang kali setiap kali Kyuhyun berhasil menelan buburnya. Kadang disertai dengan tubuh yang bergidik. Namun pada suapan kelima, Kyuhyun menahan uluran tangan Sena. “Sudah..” tolaknya.

“Sekali lagi.”

“Tidak mau.”

“Sekali lagi, aku janji. Hm?”

Pria itu menggeleng.

“Kyuhyun..”

“Sena..”

Wanita itu menatap raut wajah Kyuhyun dan mangkuk bubur yang ada ditangannya secara bergantian. Lalu mendesah. Dia menyerah. Tidak tega juga dia memaksa Kyuhyun, karena dia sendiri pun jika dihadapkan pada sesuatu yang dia tidak suka, pasti akan menolak.

“Kalau begitu—” Sena meraih kotak obat lalu membuka bungkusnya dan menyerahkan pada Kyuhyun. Tiga butir. Satu kapsul dan dua tablet. “Minum obatnya,” seraya memberikan segelas air mineral.

Kyuhyun menerima semua obat itu. Menelan dua tablet sekaligus dilanjutkan dengan kapsulnya. Lalu mengembalikan gelas kosong yang tadi berisi air mineral pada Sena. Dia berkata, “Sudah.”

Sena tersenyum. Tangannya terulur untuk menyapu rambut Kyuhyun, “Anak pintar. Sekarang kau bisa kembali tidur.”

Disebut seperti itu, Kyuhyun mendengus. Tapi kemudian dia mengernyitkan alisnya begitu Sena beranjak dari tempat tidur. “Kemana?” tanyanya.

“Tentu saja menemani Joon.”

“Disini saja,” tangannya meraih tangan Sena.

Kali ini berganti alis Sena yang berjengit. “Tapi Joon sendirian dibawah.”

“Ada Bibi Nam kan?”

Sena duduk lagi ditepian tempat tidur. Mencoba bersabar. “Kenapa?”

Kyuhyun menggeleng. Lalu memajukan tubuhnya. Tangannya melingkari pinggang wanita itu seduktif sedangkan sebelah pipinya dia tumpukan pada bahu Sena.

“Katanya mau tidur, kenapa malah memelukku?” tanya Sena dengan tangan yang mengusap punggung Kyuhyun. Bahkan dia bisa merasakan panasnya tubuh pria itu sekarang.

Kyuhyun hanya diam. Tak bersuara. Hanya mengeratkan pelukannya.

Sena mendengus geli. Dia paham. Kyuhyun sedang dalam mode manjanya. “Baiklah.. siang ini aku milikmu. Sekarang, lebih baik kau berbaring,” dengan lembut dia melepaskan pelukan Kyuhyun. Menyuruh pria itu untuk berbaring. Lalu menyibak selimut agar dirinya juga ikut masuk kedalam kungkungan kain tebal itu.

Setelah dirasanya pas, barulah dia kembali memeluk Kyuhyun. Menempatkan kepala Kyuhyun didepan dadanya. Mengusap lagi punggung pria itu dengan lembut. Kyuhyun pun begitu, dia dengan segera mengeratkan pelukannya dan semakin menekankan wajahnya pada dada Sena.

Mereka tetap bertahan pada posisi seperti itu selama lima menit ketika Kyuhyun menggumam memanggil nama istrinya. “Ya?” jawab Sena tanpa berhenti mengusap punggung pria itu.

“Aku mau ini.”

“He? Mau apa?”

Kyuhyun mengangkat kepalanya keatas, Menatap Sena dengan mata rusanya. Sementara Sena balas menatapnya dengan kedua alis mengernyit tidak tahu. “Apa? Kau mau apa?” tanyanya sekali lagi. Lalu kemudian pandangan Kyuhyun tertuju pada dadanya. Dengan bibir mengerucut pria itu memberitahu Sena bahwa dia menginginkan itu.

Sena mengikuti arah pandang Kyuhyun. Lalu— “Yak!” pekiknya begitu memahami maksud pria itu. Dia hampir saja melepaskan pelukan mereka ketika Kyuhyun malah semakin mengeratkannya. Tidak mau Sena lepaskan. Wanita itu mendengus tak percaya. Astaga. Sena tahu Kyuhyun itu titisan iblis berotak mesum. Tapi—tapi ini.. dia tidak menyangka saja jika dalam keadaan demam Kyuhyun akan tetap mesum juga. Seingatnya, Kyuhyun—dulu—saat sedang sakit begini pun tidak akan mesum. Lalu sekarang kenapa…

Selagi Sena berpikir dengan kemauan pria itu yang tidak wajar, Kyuhyun memanfaatkan keadaan itu sebagai kesempatan. Tangannya beranjak pada kancing kemeja putih yang digunakan Sena. Membukanya satu per satu. Dan tepat sekali saat Kyuhyun akan membuka bra yang dipakai oleh wanita itu, tangannya  malah ditepis sedikit kasar. Dan disertai dengan delikan tajam. “Aku tidak bilang mengijinkanmu, Kyuhyun.”

Kyuhyun menggeram kesal. Dengan wajah yang tertekuk dia berkata, “Kenapa Joon boleh, sementara aku tidak?! Kau curang!”

Mata Sena membelalak. Dia membuka mulutnya sebesar tiga jari. Ha? Jadi ini karena Joon? Tunggu—apa Kyuhyun iri dengan putranya itu? Yeah, Sena memang ingat terakhir kali Joon sakit, putranya itu meminta sesuatu seperti yang—yang Kyuhyun minta saat ini. Ah, tapi kan Joon masih kecil. Dan Sena bisa memaklumi itu. Sementara Kyuhyun.. pria itu hampir berkepala tiga omong-omong.

“Lalu kenapa? Kalau kau seumuran dengannya sih tidak apa-apa. Kau mengada-ada saja!” balas Sena sengit.

“Sena, please..” rengeknya. Tidak sabar juga.

“Kyuhyun, jika keadaannya kita sedang bercinta aku pasti mengijinkanmu untuk menyentuhnya. Tapi sekarang, kita bahkan sedang tidak melakukan kegiatan erotis itu. Lagipula mana ada pria dewasa yang sedang sakit akan sep —Akh.. Kyuhyun!” pekiknya lagi.

Sena menggeram kesal ketika Kyuhyun tanpa aba-aba memasukan puting kirinya kedalam mulut panasnya. Menyesapnya seperti bayi yang kehausan. Entah bagaimana, tapi gerakan Kyuhyun cepat sekali hingga dia tidak bisa menghalau. Geez! Tangan Sena bahkan gatal sekali ingin memukul kepala pria itu jika saja dia tidak ingat bahwa Kyuhyun sedang sakit.

Dilain sisi, Kyuhyun tetap melanjutkan kegiatannya. Tidak memedulikan geraman sebal istrinya. Disela-sela sesapannya juga, dia tersenyum. Menyadari kemenangannya lagi kali ini. Sudah dibilang, dia itu bisa mendapatkan apa saja yang dia mau. Bahkan ketika sedang sakit seperti ini.

“Jangan kencang-kencang. Sakit..” desis Sena saat Kyuhyun dengan tidak tahu dirinya melumat benda itu seakan benda itu tidak memiliki saraf sensorik yang bisa menghantarkan rasa. “Dia tidak mati rasa Kyuhyun. Pelan-pelan sedikit, bisa tidak sih?”

Kyuhyun terkekeh dalam lumatannya. “Aku gemas sekali..” jawabnya dengan suara tidak jelas karena masih sibuk melumat. Lalu menggigit-gigit kecil benda itu untuk menggoda Sena.

“Kau menyesap dan melumatnya keras-keras juga tidak akan keluar ASI darisana!” dengus Sena.

Kyuhyun kembali terkekeh. Iya juga sih.

“Kau tidak sakit! Kau hanya memanfaatkanku. Iya kan?!” tembak Sena saat kekesalannya dibalas tawa tak bersalah oleh pria itu.

“Aku sakit. Seluruh tubuhku panas semua, Sena..” jawab Kyuhyun. Kali ini pria itu melepas sebentar puting Sena demi melihat wajah istrinya itu. Yang dihadiahi Sena dengan decakan kesal. Karena faktanya, apa yang diucapkan Kyuhyun benar adanya. Pria itu memang sedang sakit.

Dia tidak menjawab. Membiarkan Kyuhyun puas.

Lama mereka seperti itu, Sena pun mulai merasa terbuai. Rasa kesalnya pada Kyuhyun sudah menghilang. Karena pada kenyataannya, dia juga ikut menikmati permainan bibir Kyuhyun pada dadanya tersebut. Dan sebagai balasannya, dia membelai rambut tebal Kyuhyun. Memberikan kenyamanan.

Hingga sekitar lima belas menit kegiatan itu berlangsung, Kyuhyun berhenti menyesap. Pria itu jatuh tertidur dengan mulut yang masih terpenuhi dengan puting Sena. Menyadari tidak ada gerakan lagi yang Kyuhyun lakukan untuk bermain dengan dadanya, Sena pun mengangkat kepalanya sedikit, dan tersenyum ketika mendapati wajah polos Kyuhyun yang sudah terlelap. Damai. “Dasar!” gumamnya.

Dengan perlahan, dia menarik payudaranya. Melepaskan dari kuluman Kyuhyun. Namun gerakannya membuat tidur pria itu terusik. Kemudian Sena melarikan tangannya yang menganggur untuk mengusap dahi Kyuhyun. Menghalau terjaganya pria itu dari waktu tidurnya. Setelah dirasanya aman, barulah dia menarik kembali payudaranya. Lalu duduk disamping Kyuhyun sambil mengancingkan kemejanya lagi.

Dia menatap wajah damai Kyuhyun dengan seksama kemudian berkata, “Kyuhyun—jangan sakit lagi. Oke? Kau lebih membahayakan dibanding Joon,” ucapnya pelan dengan tubuh yang bergidik ngeri. Tapi kemudian tersenyum lagi lalu tak lama terkekeh pelan. “Dasar mesum!” lanjutnya. Kemudian beranjak dari atas tempat tidur. Membenarkan letak selimut agar pria itu tetap merasa hangat.

Sena melarikan tatapannya pada jam digital yang terpajang didinding. Pukul 12:55. Sudah lebih dari setengah jam dia disini. Untung saja tadi dia meninggalkan Joon dengan banyak mainan, jadi dia tidak perlu direpotkan dengan dua orang pria sekaligus. Karena Joon akan selalu mengabaikan apapun yang ada disekitarnya—bahkan tidak mencari Sena jika sudah bertemu dengan kawan-kawannya itu.

Dia meregangkan tubuhnya yang terasa pegal karena harus berbaring dengan posisi miring selama lima belas menit tadi dengan sedikit stretching. “Ahh—” desahnya saat merasa lebih baik. Lalu memandang Kyuhyun lagi. “Kali ini giliran putramu yang harus aku tiduri, Cho Kyuhyun. Jadi, baik-baik saja kau di alam mimpi ya. Sleep tight. Get well soon,” ucapnya seraya mengecup dahi Kyuhyun—yang masih terasa panas.

Setelah itu barulah dia beranjak dari kamar menuju ruang keluarga. Menemui Joon. Semoga saja Bibi Nam sudah memberikan putranya itu makan siang jadi dia hanya perlu membujuknya untuk tidur tanpa harus memikirkan perut kosong Joon yang belum terisi apa-apa.

Advertisements

88 thoughts on “Still: Pervert

  1. Hai athour salam kenal reader baru..
    Suka sama ffnya , kyuhyun mesum banget klw sakit,hehheheh ambil kesempatan dalam kesempitan,wkwkkwkwkkw

    Like

  2. Daripada diajakin ciuman malah nularin Demam. Malah minta nenen hahahaha kayak masa bayinya kurang ASI dari ibunya akhirnya minta dari istri wkwkwk. Sabar ya Sena punya bayi bongsor kayak Kyuhyun. Kalo gak dituruti nanti malah tambah minta minta yang lain xD

    Like

  3. Yaampun kyuhyun gamau kalah sama anaknya jadi harus sampe segitunya lah ngakak ngebayanginnya juga wkwkw tapi seru banget lah berharap ada sequelnya
    Btw salam kenal yah ka aku pembaca baru disini hhe

    Like

Leave Some Lovely Feedback (ɔˇ³ˇ)ɔ

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s