Selfish – 1

454364504

Generated by IJG JPEG Library

 MAIN CAST 

Cho Kyuhyun – Lee Sena

 AU │ Multi-Chaptered 

 PG – 17 

 GENRE 

Married Life, Complicated

 DISCLAIMER 

This story is pure from my imagination. I ordinary own the plot. So take your sit, don’t do a chit. And please, don’t be siders!

INSPIRED BY 

NSYNC – Selfish

 RELATED STORIES 

Selfish

Queensera©2016

Dua jam lagi. Hanya tinggal menunggu seratus dua puluh menit dari sekarang untuk melihat matahari terjun bebas menuju peraduannya. Setelah seharian dia dengan bermacam-macam komponennya menyinari bumi tempat Kyuhyun berpijak.

Namun selama hampir seharian ini pula Sena tidak mau menatapnya. Wanita itu sebisa mungkin menghindarinya. Tidak mau dekat-dekat dengannya. Bahkan saat Kyuhyun turun untuk makan siang pun, istri dan anaknya itu tidak terlihat. Entah dimana.

Awalnya, Kyuhyun merasa biasa-biasa saja, karena toh nanti juga wanita itu pada akhirnya akan berbicara padanya. Dan pertengkaran mereka pagi tadi akan terlupakan. Tapi hingga sesore ini, apa yang dipikirkannya tidak terjadi juga. Hal itu tentu saja membuat Kyuhyun geram setengah mati.

Dia tahu bahwa pagi tadi dia telah keterlaluan. Menyebut istri dan anaknya sebagai sesuatu yang merepotkan. Tapi bukankah itu wajar? Dia sedang pusing-pusingnya, tidak perlu ditambah dengan keberadaan Joon yang bisa membuatnya semakin pusing. Bisa kan? Dan sekarang, wanita itu malah ikut-ikutan berulah dengan tidak mau menemuinya. Sama sekali.

Sedangkan Kyuhyun—dia yang memilki arogansi yang lebih tinggi dibanding Sena, tentu saja dengan keadaan repot mengurusi Silk Air tidak serta-merta membuatnya lebih mengalah. Menurutnya, kejadian tadi pagi juga bukan sepenuhnya kesalahannya. Kyuhyun sudah berpesan pada Sena untuk siaga menjaga Joon, karena dia butuh udara segar demi menyelesaikan pekerjaannya yang membuat kepalanya penat. Tapi, wanita itu ternyata lalai. Dia kecolongan dengan Joon yang mencoret-coret salah satu berkas pentingnya.

Wajar bukan jika dia marah, kesal, dan hilang kesabaran?

Tok. Tok. Tok

“Masuk saja!” teriak Kyuhyun begitu mendengar suara ketukan pintu.

Setelah tadi pagi dia dibuat menyerupai serigala bertaring, akhirnya dia lebih memilih untuk bekerja di ruangan pribadinya. Hilang sudah mood-nya untuk menghirup udara segar disamping rumah. Karena siapa lagi memangnya?

“Kyuhyun..” panggil suara renta.

Kyuhyun mengangkat kepalanya. Mendapati Bibi Nam sedang berdiri diambang pintu, dia mengurungkan niatnya untuk berkutat dengan pekerjaan. “Bibi.. Ada apa?”

“Tidak. Eh—itu.. Bibi sudah selesai hari ini. Hanya ingin pamit padamu,” jawab wanita tua itu sedikit rikuh.

Sedangkan Kyuhyun mengernyitkan alisnya. Well—Bibi Nam memang tidak tiggal disini. Melainkan dirumah belakang yang Kyuhyun dirikan untuk wanita itu dan keluarganya. Terpisah lumayan jauh dengan rumah megahnya ini. Tapi melihat Bibi Nam pamit padanya, itu tidak seperti biasa. Karena seringnya, wanita tua itu jika sudah selesai dengan tugasnya yang dimulai dari jam sembilan pagi sampai jam lima sore, ya sudah, pergi saja. Tanpa perlu pamit. Eh tapi tunggu—bukankah ini belum waktunya dia pulang?

“Bibi ijin pulang lebih awal. Tidak apa-apa kan? Makan malam sudah Bibi siapkan, jika nanti dingin, tinggal panaskan saja lagi,” jelas wanita tua itu lagi.

Kyuhyun tersenyum kecil. Lantas mengangguk. Dia hampir akan berkutat dengan kertas-kertasnya lagi ketika Bibi Nam kembali memanggilnya. Kyuhyun terdiam. Menunggu apa yang akan dibicarakan lagi oleh wanita tua itu.

“Sena—” mendengar nama istrinya disebut, Kyuhyun menegakkan tubuhnya. Memfokuskan tatapannya pada wanita tua itu lagi. “Dia belum memakan apapun sejak pagi. Tidak meminum susunya juga. Aku sudah membujuknya tapi dia bilang nanti saja. Dan sampai tadi aku membujuknya lagi, jawabannya pun masih sama. Mungkin jika kau yang membujuk, dia akan menurut.”

Mengetahui hal tersebut, Kyuhyun menghela nafas. Apa lagi sekarang? Jadi wanita itu belum makan sama sekali? Bagus benar. Dia mulai menunjukkan aksi kekanakannya ternyata.

Kyuhyun mengangguk, “Ya. Nanti akan aku bujuk. Terima kasih sudah memberitahuku Bi,” katanya dengan wajah yang berubah datar.

“Kalau begitu, Bibi pulang Kyuhyun-ah.”

.

Selfish

.

Kyuhyun membuka pintu kamar agak kasar. Kedua tangannya membawa nampan berisi makanan dan susu Ibu hamil. Jika wanita itu tidak mau makan karena merajuk soal kejadian tadi pagi, maka biar Kyuhyun yang memaksanya.

Serius. Menurutnya ini sudah kekanakan sekali.

Kakinya melangkah lebih dalam lagi memasuki kamarnya. Dan tepat sekali, dia mendapatkan istri dan anaknya sedang bercengkrama di balkon. Sena sedang mengajari Joon memainkan tuts-tuts piano mainannya dengan benar. Dimulai dari Do bernada rendah hingga Do bernada tinggi.

“Haha.. tidak, tidak. Setelah Fa adalah Sol bukan Si.”

Bisa didengar oleh telinga Kyuhyun suara tawa istrinya ketika Joon salah melafalkan urutan tangga nada. Terpaku sebentar menatap keduanya. Lantas setelah mendapatkan lagi kesadarannya, dia meletakkan nampan yang dibawanya dimeja kecil. Tepat sekali disamping letak duduk Sena.

Wanita itu seketika mendongak keatas, melihat siapa yang telah meletakkan sepiring nasi beserta lauk-pauknya serta segelas susu diatas meja. Tapi begitu kedua retinanya menangkap wujud Kyuhyun, dia mendengus sinis. Mengabaikan pria itu.

Tahu bahwa istrinya masih dalam keadaan tidak baik, Kyuhyun menghela nafas. “Makan.” katanya tanpa bantahan.

Sena tidak mengacuhkan perintah itu. Dia malah kembali sibuk dengan Joon. Mengajari lagi putranya itu urutan tangga nada. Walau sekarang fokus Joon sudah terpecah begitu melihat Ayahnya berdiri menjulang dibelakang Sena.

“Ayah!” serunya dengan senyum yang mengembang lebar.

Kejadian pagi tadi sudah luput dari ingatannya. Hilang tak membekas. Maka, saat melihat Kyuhyun ada dalam jarak pandangnya, tentu saja itu membuatnya senang setelah hampir seharian tidak bertemu. Seperti saat ini.

Sederhananya, kehidupan seorang anak kecil hanya dipenuhi dengan bermain—terlebih Joon yang usianyan masih dibawah lima tahun. Otaknya belum tersetting untuk dapat mengingat hal-hal yang buruk. Tidak juga terlalu membawa perasaan mengenai kejadian yang sudah-sudah. Dan tanpa perlu Kyuhyun meminta maaf padanya pun, dia sudah dengan mudah melupakan semuanya. Menganggap keadaan sudah baik-baik saja.

“Sena—kau dengar tadi aku berkata apa kan?” ucap Kyuhyun lagi dengan suara rendah. Menghiraukan panggilan putranya.

Wanita itu tetap diam. Malas meladeni Kyuhyun.

“Sena—”

“Aku tau, Kyuhyun.”

“Lalu kenapa kau diam saja?!” bentaknya kemudian. Dia sudah mau merendahkan diri untuk membawa senampan keperluan wanita itu dan mencoba meredam kekesalannya tapi Sena malah dengan mudah memancing kemarahannya kembali.

“Nanti! Nanti aku akan memakannya! Kau puas?!” balas Sena menatap Kyuhyun tajam.

Pria itu tertawa sinis. Menghembuskan nafas kemudian menatap Sena sama tajamnya. “Dengar, jangan bertingkah kekanakan. Kau tahu aku sangat tidak suka. Asal tahu saja, aku menyuruhmu makan, itu bukan karena aku peduli padamu. Tapi karena anak yang kau kandung! Aku samasekali tidak peduli kau mau atau tidak. Kau sakit atau tidak. Aku tidak peduli. Terserah kau mau bagaimana.”

Hati Sena mencelos mendengar pernyataan itu. Dia lantas berdiri. Menatap suaminya dengan pandangan tidak percaya.

“Kenapa? Kau tidak suka?” tanya Kyuhyun sarkas. “Aku hanya tidak mau menjadi pihak yang disalahkan lagi jika terjadi apa-apa pada anakmu – yang – lainnya itu. Sekarang—cepat makan sebelum aku yang memaksa.”

Sena mendengus getir. Lalu melarikan matanya pada nampan yang ada diatas meja. Diam sejenak kemudian kembali menatap Kyuhyun. “Terima kasih. Tapi tidak perlu repot-repot. Aku bisa mengurus anak yang sedang kukandung. Sendiri. Jadi kau tidak perlu takut, Cho – Kyu – Hyun,” katanya. Lantas segera menggendong Joon untuk pergi dari sana.

Kyuhyun benar-benar memuakkan.

Bisa-bisanya dia berkata seperti itu. Sangat kelewatan.

Sena melangkahkan kakinya lebar-lebar. Menjauhi suami keparatnya. Dan dengan mulut yang bergetar, dia mencoba menahan isak tangis. Tidak mau terlihat lemah dimata pria itu. Juga tidak mau membuat Joon melihat Ibunya bersedih.

Sementara Kyuhyun—pria itu memejamkan matanya seerat mungkin. Meminimalisir emosi yang ada pada dirinya. Kemudian menatap nampan yang tadi dibawanya dengan penuh rasa iba. Perhatiannya ditolak. Mentah-mentah.

.:: TBC ::.

— Haha pendek XD —

Advertisements

105 thoughts on “Selfish – 1

  1. Kyuhyun klo ngomong sambil marah marah suka ga dikontrol ucapannya .. makanya kesannya jadi ngerasa direpotin sama tingkaj sena

    Like

  2. wah kyu gmana kamu tega mengatakan tidak peduli pada sena .sumpah sadis .pengen nowel kyuhyun tapi gmana dong ga tega soalnya sayang :* ga lupa buat kak author ,ini ff daebak maks. Bikin aku mewek jujur aku suka alur crta kayak gni loue kamu kak .btw salam kenal kak aku reader bru muah

    Like

  3. Eii… Singkat amat yaj, syok …
    😂😂
    Oke deh gpp… Sedikit lebih baik drpd gak sm sekali, , kau sudah berjuang author !!

    Fighting,,

    Like

Leave Some Lovely Feedback (ɔˇ³ˇ)ɔ

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s