Still: A Pregnant’s Woman Problem

pic-6

 MAIN CAST 

Cho Kyuhyun – Lee Sena

 AU │ Series 

 PG – 17 

 GENRE 

Romance, Family

 DISCLAIMER 

This story is pure from my imagination. I ordinary own the plot. So take your sit, don’t do a chit. And please, don’t be siders!

Queensera©2016

Ideals are dangerous things. Realities are better. They wound, but they are better.

Sena mematut tubuhnya didepan cermin. Berputar-putar berulang kali dengan bibir yang mencebik kedepan. Raut wajahnya masam, menyadari bahwa ada yang aneh. Sudah tidak seperti dulu lagi. Dan terlihat sangat tidak wajar dimatanya. Sekali lagi, dimatanya.

Dia menghembuskan nafas. Sebal. Kenapa juga dikehamilannya yang kedua ini tubuhnya harus berubah? Membengkak dibeberapa tempat. Kalau begitu, predikat seksi sudah tidak pantas lagi disematkan padanya. Dan tentu saja hal ini membuatnya tidak terima. Sangat tidak terima.

Dia ini seorang model. Mana bisa tubuhnya terlihat jelek dan membengkak seperti ini.

Masih dengan kesibukannya yang berputar-putar didepan cermin, kini Sena bukan hanya menghela nafas sebal, melainkan menggerutu tak tentu arah. Membuat Kyuhyun yang tadinya masih biasa-biasa dengan sikap wanita itu, mulai gerah. Ikut sebal juga.

“Sudahlah, itu memang nasibmu Sena. Terima saja apa susahnya sih?”

Merasa tertohok dengan ucapan Kyuhyun tersebut, Sena tanpa tedeng aling-aling melemparkan salah satu koleksi pouch bag-nya—yang kebetulan ada didekatnya—kepada Kyuhyun. Kencang sekali, hingga pria itu mengaduh kesakitan. Melotot tak percaya dengan tenaga Sena yang sangat kuat melempar benda tersebut hingga begitu tega membentur kencang pundaknya.

“Ini sakit tahu!”

“Masa bodoh! Salahmu sendiri!”

Kyuhyun menghela nafas. Mencoba sabar dengan tindak-tanduk wanita hamil yang seperti monster ini. Lalu kembali bersuara, “Lagipula tubuhmu hanya bertambah enam kilo, Sena. E – nam – ki – lo. Apa yang kau pusingkan? Kau berlebihan sekali sih.”

Sena memutar tubuhnya lagi menghadap Kyuhyun, kemudian dengan suara memekik dia membalas, “Apa yang kupusingkan?! Jelas saja banyak. Banyak sekali! Aku jelek! Tubuhku membesar dan aku akan terlihat tidak seksi lagi, Kyuhyun! Ah—tidak. Maksudku, aku sudah tidak seksi lagi, kau tahu?! Aku gendut!”

Kyuhyun sontak terbahak keras. Heran dengan pikiran pendek istrinya. Bukankah tubuh gendut itu wajar untuk ukuran wanita hamil? Kenapa harus dipermasalahkan sih? Sena ini lucu sekali.

Setelah meletakkan ponsel pintarnya diatas nakas, masih dengan tawa yang belum menghilang—dia melangkahkan kakinya menuju wanita itu. Memandangnya dengan alis yang terangkat keatas. Meledek dengan tatapan ‘dasar gendut!’.

“Tidak lucu! Jangan tertawa Kyuhyun!” pekik Sena lagi. Semakin sebal. Namun ucapannya itu tidak dihiraukan samasekali oleh Kyuhyun.

“Haaa.. aku sangat membencimu! Kau yang membuatku seperti ini! Dasar buntalan kentut menyebalkan! Suami tidak pengertian! Iblis berjerawat! Ka—” umpatan Sena tertahan dengan telapak tangan Kyuhyun yang kini menyekapnya.

“Kau—astaga.. kau bilang apa tadi? Buntalan kentut? Wah benar-benar. Kalau aku buntalan kentut lalu putra kesayangnmu itu apa? Sembarangan saja mengataiku padahal kau sendiri yang mirip buntalan! Tidak sadar ya kal—aakh.. Aw! Aw! Lepas.. lepas! Sena! A-aw sakiiit.. lepaskan tanganku..”

Kyuhyun meringis. Telapak tangan yang tadi dia gunakan untuk menyekap Sena, dia kibaskan ke udara. Wanita hamil benar-benar sadis. Bagaimana bisa telapak tangannya—yang dikarunia jari-jari besar dan lentik juga dikagumi oleh banyak orang ini, digigit sampai memerah seperti ini? Kejam sekali.

“Apa-apaan sih kau ini!” hardiknya saat wajah Sena samasekali tidak menunjukkan raut penyesalan.

“Daripada kau gunakan gigimu untuk menggigit telapak tanganku, lebih baik kau gunakan untuk menggigit bibirku atau lidahku seperti yang sering kau lakukan selama ini saat kita berciuman. Aku akan terima kalau begitu!” gerutunya, yang langsung ditanggap oleh Sena dengan tendangan ditulang keringnya. Sembarangan sekali Cho Kyuhyun ini kalau bicara.

“Aw! Astaga.. kau bar-bar sekali, Sena.”

“Kau sendiri yang memulai.”

“Aku? Memangnya aku kenapa? Jelas-jelas kau yang mengataiku lebih dulu!”

Sena memberengutkan wajahnya lagi. Masam. Suasana hatinya sudah buruk kini malah memburuk gara-gara Kyuhyun. Pria itu, bukannya menghibur malah membuat ulah.

“Kau bilang bahwa badan yang membengkak ini adalah nasibku… aku tidak mau Kyuhyun-ah,” katanya dengan nada lirih. Disertai wajah yang menunduk dalam. Dan bahu yang meluruh lesu.

Kyuhyun menelan ludah. Apa kata-katanya memang keterlaluan tadi?

Bisa dia rasakan ada kesedihan dari setiap silabel yang keluar dari mulut wanita itu. Dan jelas, hal itu membuat dirinya jadi tidak enak. Maksud Kyuhyun bukan seperti itu tadi. Tapi—aah.. bukankah hormon wanita hamil memang lebih sulit ditebak dibanding wanita biasa? Tapi kenapa dengan bodohnya, dia malah berbicara seperti itu.

“B-bukan. Bukan itu maksudku..” Dia menghela nafas. Tangannya terulur untuk menggapai tubuh istrinya tersebut, memutarnya hingga kembali menghadap cermin. Diikuti dengan dirinya yang kini berdiri tepat dibelakang punggung wanita itu. Lalu menempatkan kedua tangannya diatas pundak si wanita. “Coba angkat kepalamu,” bujuknya. Namun oleh Sena hanya ditanggapi dengan sebuah gelengan lirih.

Ah.. ternyata Sena bisa juga mengalami krisis percaya diri.

Dengan sebuah senyuman kecil, Kyuhyun kemudian berbisik tepat ditelinga istrinya, “Sebentar saja. Aku ingin melihat wajahmu melalui cermin.”

Dan seperti mantra, kalimat Kyuhyun barusan langsung menuai harapannya. Sena mengangkat wajah. Memandang refleksi dirinya dan Kyuhyun dari cermin yang ada dihadapannya.

“Sekarang, katakan apa yang ada dipikiranmu setelah melihat bayangan tubuhmu.”

Sena mendengus. Kepalanya dia dongakkan untuk menatap Kyuhyun, “Kau meledekku?”

Terkekeh pelan, pria itu menjawab, “Tidak. Tentu saja aku tidak bermaksud seperti itu. Lihat kedepan lagi, Nyonya. Dan jawab pertanyaanku tadi.”

Terdiam sebentar. Sena menelengkan kepalanya sedikit kearah kiri, “A—ku.. gendut?”

“Masa? Coba kau lihat baik-baik.”

Sena kembali menelisik tubuhnya lewat cermin. Lalu menjawab, “Aku tidak seksi.”

Kyuhyun mendengus geli. Lantas menggeleng. Salah, bukan itu jawaban yang dia mau.

“Aku terlihat seperti Bibi Nam. Memiliki banyak lemak?”

Kyuhyun meggeleng lagi. Masih salah. Membuat Sena langsung mendengus kencang. Sebal. Karena tidak tahu maksud dan keinginan Kyuhyun apa. Dan karena semua jawaban yang dia berikan tadi memang mencerminkan dirinya yang sekarang ini. Gendut. Tidak seksi. Terlihat seperti Bibi Nam.

“Sudahlah, Aku tidak tahu! Aku malas! Minggir—aku mengantuk. Mau tidur saja,” usirnya dengan wajah yang menekuk lebih dalam. Tubuhnya hendak pergi. Ingin lepas dari kungkungan Kyuhyun. Namun oleh pria itu tubuhnya malah ditahan, diminta—lebih tepatnya dipaksa untuk tetap berdiri ditempat semula. Dengan posisi yang semula pula.

“Lihat baik-baik. Teliti lagi apa yang ada ditubuhmu sekarang. Dan kau pasti akan dengan mudah menemukannya, Sena.”

Dengan helaan nafas lelah sekaligus bosan, Sena kembali menuruti Kyuhyun. sekali lagi—dengan perasaan dongkol, dia menelisik tubuhnya. Dari atas sampai bawah. Dari kaki sampai kepala. Berulang-ulang. Hingga kemudian matanya terpaku pada sebuah gundukan. Gundukan yang lumayan besar. Dan terletak dibagian perutnya. Sena menelan ludah… dan dia, seakan terhipnotis untuk tidak melepaskan tatapannya darisana. Namun, disaat itu pula pikirannya mendadak macet.

“Kau menemukan sesuatu?” pancing Kyuhyun begitu melihat tatapan istrinya terjatuh pada perutnya yang membuncit. Tempat dimana buah hati yang kedua milik Cho Kyuhyun dan Lee Sena bernaung. Buah hati yang saat ini sudah berusia dua puluh dua minggu. Lima bulan lebih. Dan masih akan terus umbuh dan berkembang, hingga tiba saatnya nanti untuk keluar.

Menyadari keterpakuan istrinya, Kyuhyun tersenyum kecil. Merasa lucu. Lantas, dia dengan segala keinginannya, memeluk tubuh itu dari belakang dengan seduktif. Merayapkan tangannya untuk dapat menyentuh gundukan yang menjadi titik fokus istrinya sekarang. Hingga kemudian, Sena si objek yang dipeluknya itu, tersentak atas sentuhan yang pria itu berikan pada perutnya.

Mata wanita itu mengerjap. Seperti anak kucing yang baru saja diberi umpan oleh majikannya. Lalu dengan suara kecilnya, dia mencicit, “Aku—sedang hamil.”

Kyuhyun menahan tawanya yang ingin meledak karena kepolosan wanita itu dalam menjawab pertanyaannya. Ya, tentu saja kau sedang hamil. Itu bahkan terlihat sangat jelas, Sena—batinnya.

Bisa Sena rasakan kecupan-kecupan lembut yang Kyuhyun berikan dipundaknya. Dengan suara yang memberat, pria itu menggumam. Mengiyakan pernyataannya tadi. Lantas, setelah mendapatkan lagi kesadarannya, dia mengangkat wajahnya. Menatap wajah Sena yang ternyata juga sedang menatapnya melalui cermin.

Sebuah senyum kecil terbit disudut bibirnya. “Sudah tahu sekarang? Sudah paham yang aku maksud?”

Sena menggeleng.

“Masih belum?”

Kali ini anggukan yang Kyuhyun terima.

Maka, dengan sabar, seperti dirinya yang mengajari Joon membaca dan menulis, dia meminta Sena untuk menatap kembali refleksi tubuhnya dari cermin. Kemudian dia membisikan sesuatu. Panjang. Namun dapat diterima oleh akal sehat wanita dalam dekapannya ini.

“Saat aku berkata coba lihat baik-baik dan teliti lagi apa yang ada ditubuhmu, kau baru menyadarinya bukan? Kau seperti ini karena ada dia. Itu benar. Dan aku senang mendapat fakta bahwa calon anakku yang satu ini akhirnya bisa juga meruntuhkan image seksi yang dimiliki Ibunya,” Kyuhyun terkekeh, diikuti Sena yang mendengus sebal namun juga terkikik oleh kalimatnya.

“Dengar, aku tidak pernah sekalipun mempermasalahkan keadaanmu yang sekarang. Entah kau yang membengkak. Kau yang gendut. Kau yang berlemak. Kau yang seperti monster. Kau yang tidak seksi. Atau apapunlah.. Karena, semua yang kau lakukan pada tubuhmu—asalkan itu berbuah baik untuk dirimu sendiri dan bayi kita, aku akan dengan senang hati menerimanya. Kau tidak perlu takut menjadi tidak seksi, karena aku akan selalu menganggapmu wanita terseksi yang pernah berada diatas ranjangku. Yang pernah kutiduri. Justru aku malah senang, dengan keadaanmu yang seperti ini, itu dapat mengurangi risiko pria hidung belang dan kecentilan yang bisa saja mendekatimu. Kau tahu sendiri aku sangat tidak suka dengan tatapan-tatapan lapar para pria yang selalu tertuju padamu. Dan memujamu. Ingin sekali aku congkel matanya. Tapi seperti yang aku bilang tadi, untuk keadaanmu yang sekarang, aku tentu saja bersyukur. Dan sangat berterima kasih pada si kecil.”

“Kecuali…” Kyuhyun menatap sadis wajah Sena yang kini sedang mengerutkan alisnya—menunggu kalimat apa yang akan disampaikan olehnya.

“Kecuali apa?”

“Kecuali jika kau memang ingin selalu kelihatan cantik didepan pria lain. Dan ingin selalu menjadi si dominan yang sedap dipandang.”

Sena mendengus geli, terbahak. Kemudian memutar tubuhnya kebelakang—melepaskan pelukan pria itu. Dan dengan tangan yang mencubit ringan pinggang Kyuhyun, dia membalas, “Aku tidak seperti itu tahu! Dasar buntalan kentut!”

Kyuhyun mendesah. Mulai lagi. “Apanya yang buntalan kentut!”

“Perutmu, tentu saja. Tidak sadar ya? Lihatlah, kau mau menyaingiku? Hm?”

Kyuhyun menjitak kepala Sena. “Ini karena kau yang selalu mencekokiku makanan. Sebentar-sebentar makan, sebentar-sebentar ngemil. Aku sudah kenyang tapi tetap kau suruh makan. Kalau aku tidak mau, kau akan merajuk seharian. Atau aku tidak boleh menyentuhmu. Jadi, siapa yang kau bilang ti – dak – pe – nger – ti – an tadi huh?” belanya panjang lebar.

Namun raut kesalya berubah menjadi penasaran saat sadar wajah Sena kembali memurung. “Kenapa?” tanya Kyuhyun hati-hati. Ada apa lagi dengan istrinya ini?

Wanita itu tidak menjawab. Malah meninggalkan Kyuhyun untuk menuju ke sofa santai yang ada disana. Mendudukan dirinya dan kembali merenung.

Melihat kelakuan istrinya yang kembali berubah lagi, Kyuhyun jelas saja mendesah. Dengan segala rasa penasaran, dia mengikuti Sena. Berjongkok dihadapan wanita itu. Dari posisi ini, bisa dilihat olehnya kedua pipi Sena yang semakin berisi namun tetap tidak menghilangkan kadar menawannya. Malah terlihat semakin menggemaskan.

screenshot_2016-12-19-06-23-57-11

“Kenapa? Aku salah bicara ya?”

Sena menggeleng. Lalu melepaskan udara dari mulutnya.

“Lalu?”

“Aku senang kok perutmu membuncit seperti buntalan kentut.”

Alis Kyuhyun berjengit. Bingung. Sena ini kenapa sih? Senang tapi murung begitu. Suaminya berperut buncit tapi malah… benar-benar menyebalkan!

“Apa?” tanya Sena bingung ketika mata Kyuhyun menatapnya sengit.

“Kau yang kenapa!” sentak Kyuhyun jengkel.

“Kenapa kau jadi marah-marah?”

Dengan mulut menganga, tidak terima atas kepolosan wanita itu yang semakin menjadi, Kyuhyun pun mendesis sinis, “Jelas lah aku marah-marah. Tidak sadar memangnya?”

“Memangnya aku melakukan apa?”

“Tidah tahu lah! Kau menyebalkan sekali,” katanya lagi. Lantas segera bangkit dari posisi jongkoknya dan beranjak menuju tempat tidur. Si Sena itu otaknya sedang korslet atau dapat hukuman dari dewa mana sih sampai tidak peka begitu. Menyebalkan! Mana ada orang tidak marah-marah jika sedang diejek.

Dibelakangnya, Sena yang beberapa menit hanya terdiam kebingungan dengan sikap Kyuhyun, kini berlari-lari kecil. Hendak menyusul suaminya yang sekarang sudah terbaring dikasur. Namun gerakannya terhenti setengah jalan ketika tiba-tiba saja Kyuhyun membalikkan badan dan menatapnya. Pria itu membulatkan kedua matanya hingga kemudian.. “Jangan berlari! Kau sedang mengandung, Ya Tuhan!” bentak pria itu tiba-tiba dipenuhi dengan geraman. Gemas sekaligus kesal.

Tubuhnya sudah terduduk. Tidak lagi berbaring. Tatapannya menghunus tajam menatap istrinya yang entah kenapa tiba-tiba saja berotak siput. “Sekali lagi aku melihatmu berlarian dengan membawa perut buncit itu, akan ku jedukkan kepalamu!”

“Ha?! Yah! Kenapa kau tega sekali bicara seperti itu!” rengek Sena dengan kaki yang menghentak keras. Tidak terima.

“Yak! Jangan begitu!”

Sekali lagi Sena menghentak-hentakan kakinya. Tidak peduli pada larangan Kyuhyun.

“Berhenti!”

Namun Sena masih tidak peduli. Dia bahkan berniat memancing pria itu.

“Berhenti kubilang!”

Sena menggeleng dengan senyuman iblisnya. Ditempatnya saat ini berdiri, dia hendak melompat-lompat.

“Se—”

“Aaakh..”

Sekejap. Bagaikan langit sedang runtuh menjatuhi pundaknya, Kyuhyun yang melihat Sena mengaduh, lantas dengan segala kecepatannya—mengabaikan selimut tidurnya—bergerak mendekati wanita itu. Yang kini sudah terduduk dilantai dengan tangan mencengkeram kaus putih yang dipakainya. Tangan Kyuhyun terulur, ikut memegang perut buncitnya. “Kenapa? Kau tidak apa-apa kan?”

“Sakit…”

“Apanya? Perutmu yang sakit?” Wajah Kyuhyun sudah sangat pias. Habis sudah kemarahannya ditelan rasa kekhawatiran. Dia sudah ketakutan setengah mati sekarang. Otaknya sudah dipenuhi pikiran-pikiran buruk, hingga kemudian matanya menangkap sebuah senyum geli juga tertahan yang wanita itu tunjukkan padanya.

“Tapi bohong! Hahaha. Kau tertipu Kyuhyun-ah!”

Kyuhyun menatap nyalang. Menggertakan gigi-giginya. Kedua tangannya bahkan sudah mengepal. Ingin sekali mencekik wanita yang sudah diperistrinya selama lebih dari empat tahun ini. Sial! Lee Sena benar-benar.

“Apa? kau ingin memukulku? Tidak boleh, Kyuhyun.. Itu namanya kekerasan dalam rumah tangga. Aku bisa mengadukanmu ke pengadilan,” lanjutnya dengan lidah yang menjulur keluar. Meledeknya.

Cih! Siapa pula yang mau memukulnya. Kepedean sekali. Mana mungkin juga Kyuhyun tega melakukan hal itu.

Merasa tidak terima karena dikalahkan oleh seorang wanita hamil, Kyuhyun mendengus. Kemudian tersenyum licik. Baiklah, dia akan membalas perbuatan Sena. Mengikuti permainan wanita itu. Maka dengan gegas, dia meraih kedua telapak kaki istrinya. Menggoda bagian itu dengan jari-jarinya yang tidak berhenti menggelitik. Disahuti Sena dengan gelak tawa tidak tahan.

“Kau… rasakan ini! Siapa suruh bermain-main denganku.”

“Kyuhyun, sudah.. sudah.. geli tahu! Ahaha, aah sudah, cukup!”

“Tidak akan! Ini hukumanmu, Nyonya.”

“Oke.. oke. Aku tidak akan mengu—aduh berhenti Kyuhyun. Haha. Aku geli..”

“Janji?”

“I-iya.. aku janji! Lepaskan.. kau tidak mau anakmu lahir.. haha.. disini sekarang juga kan?”

Selepas kalimat itu sampai digendang telinganya, Kyuhyun lekas meghentikan aksi gelitik – menggelitiknya. Jelas dia tidak mau anaknya lahir disini. Lagipula janin itu masih berumur lima bulan. Gila saja kalau Sena benar-benar melahirkan anak mereka sekarang juga.

Sena meraup oksigen serakus mungkin. Kemudian terkekeh melihat wajah Kyuhyun yang pasrah termakan kalimatnya. Merasa bangga juga, karena dengan kehamilan ini, dia bisa mengalahkan suaminya yang memilki arogansi tinggi itu.

“Selain Joon, aku memiliki tameng lain. Jadi jangan macam-macam denganku, Tuan Cho,” katanya dengan satu telunjuk yang dia todongkan pada Kyuhyun. Berputar-putar tepat didepan hidung bangir pria itu.

Sementara pria itu, tertawa kecil. Membenarkan kalimat istrinya. Lalu karena dirinya merasa lelah juga, matanya dia alihkan pada jam yang tergantung di dinding. “Well, sudah larut. Ini saatnya kau tidur, Nyonya.”

Berganti Sena yang kini melirik jam. Dan matanya seketika melotot maksimal begitu mendapati angka menunjukkan pukul setengah dua belas malam.

“Ayo berdiri!” ajak Kyuhyun yang kini sudah menjulangkan tubuhnya. Sekaligus mengulurkan tangan untuk membantu Sena bangkit dari posisi duduknya dilantai. Namun uluran tangan itu malah ditepis halus, digantikan dengan rengekan Sena yang terdengar tidak wajar untuknya.

“Aku ingin digendong..”

“He? Kau bercanda ya? Tidak!” tolaknya tegas.

“Ayolaaah.. aku lelah. Kau membuatku tertawa tadi. Aku kehabisan tenaga. Jadi kau harus bertanggung jawab!”

“Jarak dari sini ke tempat tidur tidak ada satu kilometer, Sena. Tidak jauh. Jangan mengada-ada. Ayo cepat, berdiri!”

“Tidak mau. Justru karena jaraknya dekat makanya aku mau digendong. Biar tidak memberatkanmu..”

Kyuhyun menghela nafas lagi. Lee Sena benar-benar mengujinya malam ini. “Jauh atau dekat, tetap akan memberatkanku kalau kau tetap ingin digendong. Kau sendiri sadar tubuhmu itu membengkak,” dengusnya.

Wajah Sena memberengut mendapatkan pernyataan itu lagi. Kyuhyun itu bagaimana? Bilang tidak akan masalah terkait apapun dengan kondisinya, tapi menggendongnya ketempat tidur saja keberatan. Jangan-jangan tadi itu hanya bualan. Oh.. Sena lupa, Kyuhyun kan mantan playboy, jelas saja pandai membual.

“Ya sudah, aku disini saja. Sana, pergilah!” usirnya tanpa mau menatap pria itu. Hatinya sudah terlanjur dongkol. “Aku bengkak juga karena anakmu,” gerutunya lirih. Namun masih bisa didengar oleh telinga Cho Kyuhyun.

Kalau sudah begini, pilihan pria itu satu-satunya adalah tetap setuju untuk menggendong Sena sampai ke tempat tidur. Benar bukan? Maka, dengan seluruh kesabaran yang sudah sejak tadi ditampungnya, Kyuhyun pun menunduk. Menyelipkan tangan kirinya dibawah lekukan lutut wanita itu, sedangkan tangannya yang lain meraih pundak Sena. Membawa tubuh besar wanita itu dalam gendongannya.

Berbeda dengan Kyuhyun yang diam saja dengan wajahnya yang berubah mendatar, Sena—yang tadi sibuk menggerutu—kini sudah senyum-senyum sendiri melihat sekali lagi Kyuhyun menjatuhkan arogansinya yang tinggi itu untuknya—dan bayi yang dia kandung.

“Aku berat ya? Seharusnya tadi kau tidak usah menggendongku saja,” ucap Sena dengan wajah polos begitu Kyuhyun meletakkan tubuhnya secara perlahan diatas tempat tidur.

Kyuhyun.. jelas pria itu menjatuhkan rahangnya. Tidak percaya dengan kalimat yang baru saja didengarnya. Dia memejamkan matanya erat, sabaaaaarr.. Sena sedang hamil Cho Kyuhyun, maka jangan heran jika dia bertingkah sangat menyebalkan. Bisa-bisa kau disebut suami tidak pengertian lagi.

Tidak mau peduli lagi, dia berjalan ke sisi lain tempat tidur mereka. Dan tanpa mau memedulikan mata Sena yang bergerak mengikutinya, Kyuhyun mengambil selimut dengan perasaan gondok. Berbaring memunggungi wanita itu.

“Kyuhyun, kau marah?” tanya Sena pelan. Tubuhnya sudah dia baringkan pula, hanya saja, matanya tetap tertahan pada punggung lebar Kyuhyun.

“Kyu..” telunjuknya menekan-nekan punggung itu. “Kau marah ya?” tetap tidak ada jawaban. Apa pria itu sudah tidur? Tapi, apa bisa secepat itu?

“Aku kan hanya ingin digendong olehmu. Sudah lama sekali bukan, kau tidak melakukan hal itu padaku? Aku hanya ingin merasakannya lagi. Salah ya?”

Kyuhyun tetap tidak menjawab. Mungkin pria itu benar-benar sudah tidur.

“Hei, buntalan kentut!” Sena terkikik sendiri menyadari sebutannya untuk Kyuhyun. Karena setiap kali dia menyebut nama itu, wajah Kyuhyun akan langsung berubah drastis. Seperti tadi.

“Aku belum memberitahumu ya? Mengenai alasanku suka dengan perutmu yang membuncit seperti buntalan kentut itu dan kenapa aku juga suka sekali mencekokimu makanan. Hah, aku tahu kok kau tidak suka saat aku memanggilmu seperti itu, tapi Cho Kyuhyun, kau mau kan sekali lagi membuang egomu untuk kesenanganku?” Sena kembali terkikik. Kali ini, telunjuknya mengukir kalimat I Love You dipunggung pria itu. Pelan dan lembut.

“Kau tahu, aku selalu sedih saat tenaga dan pikiranmu terus-terusan dieksploitasi oleh pekerjaanmu itu. Aku tidak suka mendapat fakta bahwa berat badanmu menurun. Aku suka kau yang gendut atau bengkak, itu terlihat lebih sehat. Sama sepertimu yang menyukai kondisiku sekarang. Itulah kenapa aku sering sekali memaksamu makan, karena kalau tidak, kau akan lupa untuk sekadar memberi nutrisi untuk tubuhmu. Kau— sudah paham buntalan kentut? Huh? Haaah… bukankah aku ini istri yang sangat pengertian? Kau beruntung telah mendapatkan aku kalau begitu,” ucapnya membanggakan diri.  Lalu merubah senyum kecilnya menjadi lebar.

Tapi kemudian, Sena kembali mendesah. Menatap punggung itu lagi dengan mata kucingnya. “Kau benar-benar sudah tidur ya? Jadi aku bicara sendiri?”

Masih tidak ada tanggapan.

“Kau tidak mau bebalik? Tidak mau memelukku? Biasanya kita akan saling berpelukkan saat tidur. Atau jangan-jangan kau betulan mar—” kalimat Sena terputus. Matanya yang tadi masih menatap punggung Kyuhyun yang berjarak beberapa inci darinya, kini sudah digantikan dengan dada pria itu yang berjarak hanya beberapa mili saja. Juga kehangatan yang sekarang melingkupi tubuhnya.

Sena tersenyum konyol. Lalu mendongakkan kepalanya. Menatap wajah Kyuhyun yang terpejam. “Kau belum tidur?”

“Kau berisik. Jadi daripada aku mendengarmu mengoceh sepanjang malam lebih baik aku menurutimu,” jawabnya seraya mengeratkan pelukan itu. Namun sebisa mungkin tidak mendesak perut Sena yang membuncit.

“Kau tidak marah?”

“Aku marah dan sebal, pastinya.”

“Lalu kenapa kau memelukku? Dan menuruti kemauanku tadi?”

“Aku hanya tidak mau anakku jadi penggerutu sepertimu.”

“Kalau beg—”

“Sudah malam, Sena. Tidur. Tidak lelah ya bicara terus? Aku mengantuk!” potongnya dengan kalimat sedikit sinis. Namun bagi Sena, itu adalah bentuk perhatian dari Kyuhyun. Alih-alih tersinggung dan uring-uringan seperti tadi saat Kyuhyun menolaknya, dia justru tersenyum girang. Lalu berkata, “Aku mencintaimu. Sangat. Gu Nite~” diikuti sebuah kecupan pengantar tidur yang dia berikan pada bibir pria itu.

Advertisements

51 thoughts on “Still: A Pregnant’s Woman Problem

  1. ahhhh lemes dedek bacanya hihi. kelakuan mereka sebelum tidur yaampun bener bener. bener bener sweet dan bikin envy. marah baikan marah baikan bisa terjadi dalam hitungan menit loh haha.

    Like

  2. Haha 😀 Kyuhyun Yg Sabar Ya,,Orang Hamil Memang Sperti Itu Mood Ny Suka Berubah-Rubah Dan Sena Ny Jga Udah Tw Suami Ny Lagi Kesal Mlah Di Godain Lagi Haha : D
    Dan Mereka Sgt Lucu :), Dan Konyol :D,, Walaupun Begitu Mrka Saling Mencintai 😀
    Good (y) Thour

    Like

  3. Si kyuhyun ada sisi ngeselin ada sisi sweetnya juga. Walau rada kasar kalau ngomong ke sena tapi ttp aja kesannya sweet kkk. Apalagi kalau dia lagi nunjukin perhatiannya ke sena! Suka bgt cerita ttg family gini kkk.

    Like

  4. Klo aku jdi kyuhyun si sena udh ku beri jitakann…. ahahahkkkk
    Labil ekonomi bangt yaaa…
    Ya ampunn kyuhyunnnn aku pdamuuu dahhh,,,
    Authornim saranghaeeee

    Like

  5. aaaaa sosweet banget…
    sena nya nyebelin banget ya kayanya anaknya perempuan deh..
    nex part..
    kyu punya panggilan baru yaitu buntalan kentuk hahaha

    Like

  6. Duhhhhh
    Ini nih favorit bnget klw cerita2 masa kehamilan gini
    Pdhl udh anak kedua ya
    Masih aj seperti anak pertama

    Joon gak tampil ya
    Fokus moment ortunya

    Like

  7. huahahhahah…
    dasar Buntelan kentut

    ibu hamil harap disabarin aja
    sukaaa mood nya berubah sih 😂😂😂😂😂

    sabarrr saja kyu appa 😉😉😉😉😉😉

    Like

  8. buntalan kentut!!!! hahahahaha kacau bgt dah bener2 kaya apa yah ih itu ngatainnya ngakak bgt hahahahaha tp ih itu marah tp tetrp meluk duh kyuhyun yah kan tipe2 suami idaman bgt aaaaakkkk

    Like

  9. Suami istri yg benar” unik. Sena bikin aku ketawa sendiri. Dia bener” pinter bkin suaminya gergetan. Bumil emang unik. Tapi walau begitu merka ternyata Family yg hangat. Kasih perhatian dgn cara sendiri

    Like

  10. Karaktet sena kyu beda sama yg unbreakable..tp jd rasa lain..lucuih mereka. Itu foto sena malah serem kaya boneka nggak hidup..hehe

    Like

  11. Suka deh baca bgian klo sena udh mlai manja..
    Kyuhyun mesti sbar2 tu ngadepin istri hmil..
    Biasanya kan sena yg hrus sbar2 ngurus 2 bayi di rumah :v

    Like

Leave Some Lovely Feedback (ɔˇ³ˇ)ɔ

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s