(1st) Interlude: Intemporel

kyuhyun-sena

When I’m With You

(1st Scenes)

C A S T

CHO KYUHYUN

img_20160403_201246

LEE SENA

tumblr_nqigiixcuw1spqhdqo3_500

.

AU | Romance | School – Life

.

Before Stories of Intemporel

.

This story is pure from my imagination. I ordinary own the plot. So take your sit, don’t do a chit. And please, don’t be siders!

.

I knew when I met you an adventure was going to happen…

divider1

Kyuhyun berhasil mendapatkannya. Lee Sena. Si gadis pendiam yang dikenal baik sebagai penghuni ruang kesehatan. Gadis pemalu akut yang sanggup membuat Kyuhyun dikejar rasa penasaran. Setelah dua bulan lalu dia berhasil melawan kepesimisannya— total tiga bulan jika ditambah waktu saat Kyuhyun suka beralibi menyambangi ruangan yang berada disudut sekolah tersebut, akhirnya dia bisa juga memenangkan hati gadis itu. Jangan ditanya bagaimana perasaan Kyuhyun sekarang, karena jelas dia senang bukan main. Gadis yang membuat orientasinya berputar haluan, gadis yang membuatnya penasaran setengah mati, gadis yang dalam keluguannya membuat hati Kyuhyun berdebar-debar, kini telah menjadi penghuni tetap ruang hatinya yang dulu kosong.

Bukan hal mudah untuk mendapatkan seorang Lee Sena. Kyuhyun harus memulainya dengan beberapa perjuangan. Kyuhyun harus mati-matian mengejarnya, memprovokasi perasaannya dan meyakinkannya agar mau menerima dirinya— sang bintang sekolah. Bukan karena Sena sok jual mahal. Bukan pula karena Kyuhyun adalah seorang badboy— karena jelas dia siswa baik-baik walau sedikit nyeleneh. Tapi karena ada beberapa hal yang gadis itu pertimbangkan sebelum menerimanya. Tidak heran jika Sena sempat menolaknya. Well, Kyuhyun sempat ditolak oleh Sena— awalnya. Tapi Kyuhyun maklum, jika dia berada diposisi gadis itu, dia pun akan melakukan hal yang sama. Bagaimana tidak, dirinya yang notabene siswi biasa-biasa saja, ditembak—istilah umumnya—oleh salah satu siswa terkenal di sekolah. Hal itu bagaikan hujan deras turun membasahi gurun sahara. Tidak mungkin. Tabu. Tapi sesabar mungkin— sesuai dengan prosesnya, Kyuhyun memberikan semua pendapatnya agar Sena mau menerimanya. Terkesan memaksa memang, tapi peduli apa dia?

Hubungan mereka resmi dimulai sejak dua minggu lalu. Tepatnya hari Kamis tanggal 1 November. Musim baru, bulan baru, status baru. Ya, setidaknya begitulah yang ada dipikiran Kyuhyun. Setelah semua rangkaian penolakan yang Sena gencarkan untuknya, pada akhirnya gadis itu akan tetap kalah dalam melawan kemampuan debat Kyuhyun yang selalu dinilai bagus oleh para guru. Well, itu salah satu kelebihan Kyuhyun sebagai siswa cerdas.

Awalnya, banyak pihak yang nyinyir tentang hubungan mereka. Tentang Sena yang bagaimana bisa mengencani seorang Cho Kyuhyun— yang notabene jauh berada diatasnya. Yang sangat tidak terjangkau oleh orang sepertinya. Dan yang terlihat tidak pantas untuknya. Mungkin inilah yang sempat menjadi ketakutan Sena saat itu hingga gadis itu mau-mau saja untuk menolaknya tapi sekali lagi, Kyuhyun berusaha untuk membuat suasana menjadi tidak ekstrem bagi kekasih barunya. Sudah dibilang, Kyuhyun itu sangat tergila-gila pada Sena. Jadi, apapun yang sanggup mengganggu ketenteraman hidup kekasihnya, jelas akan Kyuhyun luruskan. Untungnya, murid-murid di Hanyang tidak ada yang memiliki sikap dominan. Jadi cerita-cerita tentang pem-bully-an yang kerap kali terjadi antara senior dan junior, tidak ada. Masalah kasta yang selalu melekat pada gaya hidup anak-anak remaja seusianya pun tidak terlalu kentara, hingga Sena tidak perlu mengalami hal buruk apapun. Dan selama dua minggu status mereka sebagai sepasang kekasih tersebar ke seantaro sekolah, untungnya tidak membuat Sena mengalami hal-hal buruk walau, masih ada beberapa murid perempuan yang tidak suka dengan hubungan mereka yang terkesan romeo-juliet ini.

Seperti hari-hari yang telah lalu, Kyuhyun menghabiskan jam istirahat pertamanya di lapangan. Apalagi kalau bukan melakukan kegiatan yang berkeringat? Tidak ada yang berubah dari dirinya walau kini dia telah memiliki seorang kekasih. Kyuhyun tetaplah Kyuhyun. Pria itu senang sekali bermain basket atau voli—seperti saat ini—demi menuntaskan hasratnya yang gila dengan olahraga. Sekalipun dia sadar, bahwa sejak lima belas menit yang lalu Sena tengah memperhatikannya dari sisi bangunan sekolah yang presensinya bisa ditangkap jelas oleh lapangan. Tempatnya berpijak sekarang.

Sena memang sedang berdiri didepan kelasnya yang berada dilantai dua— dekat tembok pembatas. Memperhatikan permainan Kyuhyun dan kawan-kawannya yang sangat membara namun tetap sportif. Ada senyum tipis yang terpatri diwajahnya kala melihat Kyuhyun sangat antusias mem-passing bola voli pada teman satu timnya. Rambutnya yang berantakan karena diterpa angin. Keringat yang mulai bercucuran membasahi pelipis serta tengkuk dan lehernya. Kuda-kudanya pria itu saat sedang menanti datangnya bola. Teriakan membahananya yang memerintah teman satu timnya untuk stay pada tempatnya masing-masing. Semuanya sangat Sena kagumi. Entah dia sedang berpijak di bumi atau tidak, tapi yang pasti, memiliki Kyuhyun sebagai kekasihnya saat ini jelas membuat harinya semakin berwarna. Kala pria itu menatap matanya dalam, dadanya selalu dihentak-hentak rasa tak karuan. Nyaris memohon pertolongan pada orang lain, jika saja dia tidak ingat bahwa rasa itu hanya dimiliki oleh hatinya. Tidak bohong jika Sena pun menyukai pria itu.

“Kau tidak bosan memandangnya terus-menerus?” sebuah suara menginterupsi dirinya kala sang indra sedang sibuk memperhatikan seseorang dibawah sana. Hara— teman sekelasnya datang untuk menggodai dirinya. Sena tahu betul itu. Maka dengan senyuman kaku nyaris malu, Sena menggeleng-geleng. Walau jelas sangat terlihat bahwa dia memang sedang memperhatikan Kyuhyun.

“Tidak perlu bohong. Rona merah dipipimu sudah menjelaskan semuanya, Sena-ya.” Hara terkikik. Membuat wajah Sena semakin memanas. Ah, benar-benar memalukan. Sena kembali mengarahkan tatapannya pada orang-orang yang berada dibawah sana. Kini retinanya menangkap bahwa mereka— Kyuhyun dan kawan-kawannya sedang beristirahat sejenak di bawah pepohonan. Tepat ditepi lapangan.

“Kau tidak ingin menemuinya?” Hara menumpukkan dagunya pada besi yang ada ditembok pembatas. Matanya melirik Sena sejenak, kemudian dia gulirkan lagi untuk menatap kedepan.

“Untuk apa?” tanya Sena balik. Dia menghela nafas dan kembali menarik sudut bibirnya tatkala kedua netranya bertemu dengan milik Kyuhyun. Dibalas oleh senyuman lebar yang dimiliki pria itu. Kyuhyun melambaikan botol minuman padanya. ‘Kan… lagi-lagi organ vitalnya berdetak tak karuan. Padahal Kyuhyun hanya tersenyum padanya. Ya, Tuhan.

“Untuk melihatnya dari dekat, tentu saja. Untuk menyapanya. Untuk mengelap keringatnya— kalau kau mau. Atau, untuk membuat para gadis kalang-kabut melihat kau berduaan dengan Kyuhyun Sunbae. Apa saja, Sena.” suara Hara kembali mengalun, kali ini menuai tawa yang Sena hadirkan. Gadis itu merasa lucu dengan kalimat terakhir yang Hara lepaskan. “Kau jahat sekali. Haha..” Sena menepuk bahu sahabatnya pelan.

Menarik kembali tatapannya dari pemandangan didepan sana, Hara menoleh pada Sena dengan tatapan tidak terima. “Ayolah, darimana jahatnya? Bukankah dua orang anak manusia yang sedang berkencan, memang harusnya seperti itu? Untuk apa kau berpacaran dengannya tapi yang kau lakukan malah hanya diam memperhatikannya disini? Sekali-sekali boleh lah kau mendatanginya lebih dulu. Tidak harus Kyuhyun Sunbae melulu ‘kan yang mendatangimu?”

Sena terkesiap akibat ucapan Hara. Ya, sedikit banyak kalimat gadis itu adalah benar. Selama ini, Kyuhyun lah yang selalu memulai. Dari yang mengajaknya bicara, chatting, kencan, makan siang atau apapunlah. Peran Sena dalam hubungan mereka hanya sebagai pemberi jawaban. Kalau bukan ‘ya’ maka ‘tidak’. Bukan Sena irit bicara atau introvert akut. Ini lebih karena— Sena terlalu sibuk mengasah hatinya yang tidak mau berhenti bergejolak menerima hal-hal baru. Ya, berkencan dengan Kyuhyun adalah hal baru bagi gadis sepertinya.

“Apakah harus seperti itu?” tanyanya polos pun disertai dengan kerjapan mata rusanya. Membuat Hara mau tak mau terbahak akibat keluguan teman sekelasnya ini. “Tidak harus juga sih. Tapi setidaknya, cobalah memulai lebih dulu. Siapa tahu Kyuhyun Sunbae makin cinta padamu.” Hara memberikan cengiran jenaka diakhir kalimatnya. Tapi tidak sekalipun mengundang Sena untuk memberikan reaksi serupa. Gadis itu malah mengerutkan alis. Berpikir. “Begitukah? Aku hanya— kau tahu, aku rasanya— aku takut saja. Aku tidak berani memulainya lebih dulu,” ucapnya lirih.

Hara menjengitkan kedua alisnya. Tak mengerti. “Takut?” dibalas anggukan oleh Sena. Dengan menggigit-gigit bibirnya gugup, dia pun kembali berujar, “Ini semua.. masih terlalu asing bagiku. Aku tidak pernah berkencan sebelumnya. Terlebih Kyuhyun Sunbae— kau tahu dia seperti apa. Jadi aku—”

“Oke. Oke. Aku paham disini,” repet Hara cepat. Kedua tangannya dia angkat setinggi dada, menghentikan kalimat Sena. Gadis yang memiliki tubuh semampai itu kembali tersenyum maklum. Lalu melanjutkan, “Kau tidak pernah berkencan. Okay, tanpa kau beritahu pun aku sudah bisa membacanya dari gelagatmu yang sangat pemalu dan pendiam. Well, jika aku memiliki kepribadian sepertimu dan baru mengalami hal ini, pastinya aku pun juga akan takut. Tak berani memulai. Asing. Ada rasa dimana kita masih tidak nyaman. Aku benar?” Sena kembali mengangguk. “Dan sialnya, kau dikencani oleh pria yang digadang-gadang sebagai bintang sekolah. Oh Tuhan.. bukankah ini terdengar drama sekali? Apa kau juga sadar akan hal ini, Sena? Haha. Yah… walau kau memang pernah menolaknya tapi ‘kan Kyuhyun Sunbae tetap memaksamu. Aduh! kalau ingat itu aku jadi ingin tertawa.” Bukan hanya Hara saja yang terkikik geli tapi Sena pun begitu. Geez! benar-benar. Kalau dipikir-pikir, kenapa dia munafik sekali ya? Dia pernah menolak Kyuhyun tapi sekarang, dia malah terlihat seperti gadis-gadis lain yang mengidolakan Kyuhyun. Dikejar perasaan tak karuan saat pria itu balas menatapnya atau mengajaknya berbicara. Ah.. Ya Tuhan.

“Tapi Sena, mendiamkan rasa takutmu terus-menerus juga tidak baik lho. Seperti yang kubilang tadi, cobalah sekali-sekali memulai lebih dulu. Dari hal kecil saja. Um— misalnya chatting, ya, kau bisa memberikan perhatian pada Kyuhyun Sunbae lewat pesan-pesan itu. Setidaknya, tidak ada gadis lain yang akan patah hati karena pesan digital tersebut. Karena itu privasi kalian.” Sena menggeleng-gelengkan kepalanya. Hara bisa saja beralibi. Tapi, apa yang dikatakan gadis itu ada benarnya juga. Tidak ada salahnya dia memulai duluan. Toh, sekarang Kyuhyun adalah kekasihnya bukan orang lain lagi.

“Yeah.. kau benar, Hara. Selama ini—”

Poing!

Kalimat Sena terhenti. Kedua gadis remaja itu dikejutkan oleh sebuah deringan ponsel. Sena sang pemilik getaran dering itu, menjulurkan tangannya guna merogoh benda elektronik yang tersimpan dibalik jas sekolahnya. Sebuah pesan masuk, dengan nama Kyuhyun tertera sebagai pengirim.

Seiring dengan ibu jarinya yang dengan gesit menggeser layar, irisnya dia gulirkan searah dengan kalimat digital yang disusun Kyuhyun dalam waktu singkat.

Serius sekali. Kau dan temanmu itu, sedang membicarakanku ya?

Tanpa bisa dicegah, kedua sudut bibirnya tertarik keatas. Mengilhami kepekaan pria tersebut. Apa pria itu sedang melihatnya? Lantas tanpa mau menduga, dengan segera kepalanya dia arahkan untuk memandang tepi lapangan— tempat dimana terakhir kali irisnya menangkap presensi Kyuhyun. Tapi senyum yang sekon lalu masih terpatri diwajahnya, dibuat mengerut lantaran tak menemukan wujud Kyuhyun sama sekali dibawah sana. Matanya kemudian dia fungsikan untuk menelisik semua sudut lapangan atau lantai satu yang bisa terlihat dari posisi berdirinya sekarang, tapi tetap sama, tidak ada Kyuhyun. Jadi, darimana pria itu tahu bahwa Sena sedang mengobrol bersama temannya?

“Sedang mencariku, Nona?” bisik suara bass tepat dibelakang telinganya. Sena terkesiap. Tubuhnya mengkaku dalam hitungan detik. Lagi— jantungnya dibuat berdegub kencang. Bahkan bulu romanya berdiri serempak. Ya Tuhan, Kyuhyun. Dia itu— Sena tahu sedekat apa jarak mereka saat ini. Bahkan jika orang lain tidak melihatnya baik-baik, mungkin mereka akan mengira bahwa Kyuhyun sedang memeluknya. Kelopak mata Sena terpejam rapat-rapat. Gigi-giginya bergerak untuk menggigiti bibir, oh jelas dia ingin sekali menjerit dengan sikap impulsif yang Kyuhyun berikan.

Bisa Sena rasakan dada Kyuhyun semakin merapat pada punggungnya. Tunggu— apa Kyuhyun benar-benar akan memeluknya disini? Dengan tubuh berkeringat pula? Sena melirikkan irisnya kearah kanan, sudah tidak Hara disana. Kemana perginya anak itu?

“S-sunbae… a-apa yang kau lakukan?” gugup sekali dirinya sekarang. Bahkan dari beberapa arah yang bisa ditangkpan oleh retinanya, sudah banyak siswa lain yang melihat kelakuan Kyuhyun saat ini. Dan itu jelas membuat Sena tidak nyaman. Ya ampun, tidak pernah sekalipun dia ingin hubungan mereka menjadi santapan publik. Terlebih mendapatkan tatapan sinis dari gadis-gadis yang mengidolakan Kyuhyun. Tapi kelakuan pria itu malah berbanding terbalik dengan kemauannya. Mengundang banyak perhatian seperti ini. Aduh!

Kyuhyun berdecak. Seolah tak peduli dengan berpuluh-puluh pasang mata yang sedang menghujam padanya saat ini, tubuhnya malah semakin mendekat pada tubuh gadisnya. Kedua tangannya dia tumpukkan pada besi di tembok pembatas. Mengurung tubuh mungil kekasihnya. Bibir serta hidungnya bahkan dia fungsikan guna mengendus rambut Sena, sebelum kemudian berbisik, “Sudah berapa tahun sih kau menjadi pacarku?” tanyanya retoris. Mengundang kerutan didahi Sena. Berapa tahun? Heol. Sebulan saja tidak ada, bagaimana mungkin Kyuhyun menghitungnya sudah bertahun-tahun? Kyuhyun terkekeh. Hembusan nafasnya bahkan menerpa tengkuk Sena, membuat bulu romanya kembali berdiri serempak. “Aku sudah pernah bilang bukan? Panggil aku Oppa. Kyuhyun Oppa. Jangan Sunbae. Kau pikir hubungan kita ini hanya sebatas kakak-adik kelas saja, begitu?” lanjutnya lagi. Dibumbui dengan nada sinis.

Sena menelan ludah. Dia menggeliat. Coba melarikan diri dari dekapan tak kasat mata Kyuhyun. “J-jangan begini. Tidak enak dilihat yang lain.” Namun kalimat Sena tidak diindahkan. Dengan santainya Kyuhyun malah menjatuhkan dagunya pada bahu gadis itu. Sena menarik nafas dalam. Matanya kembali terpejam erat. Kyuhyun susah sekali diberitahu. “K-kyuhyun…”

“Hm?”

“Lepas. Banyak yang melihat kita. Kalau ada yang melap—”

Cup!

Kalimat Sena terhenti seiring dengan bibir Kyuhyun yang mengecup pipi kirinya. Tak menunggu waktu lama, jeritan para gadis yang berada disana langsung memenuhi lorong-lorong kelas. Menyapa gendang telinganya. Dan disaat yang bersamaan, Kyuhyun melepaskan kungkungan itu. Memutar tubuh kepemilikan kekasihnya guna berhadapan dengannya. Lantas terkekeh begitu melihat raut lugu Sena dihiasi dengan rona merah dikedua pipinya. Kyuhyun tahu bahwa gadis itu tengah menahan malu akibat ulahnya.

“Temani aku makan ya? Aku lapar sekali. Mau ‘kan?” Bukannya menjawab pertanyaan itu, Sena malah menghembuskan nafas lelah. Kyuhyun— pria itu bersikap seolah tindakannya barusan sama sekali tidak ada yang salah. Seolah jeritan-jeritan para gadis itu tidak berarti apa-apa padanya. Dan sekarang, tanpa mau menanyakan bagaimana kabar perasaannya paska kecupan tersebut, Kyuhyun malah menarik tangannya. Berjalan menyusuri koridor sekolah demi menuju ke kantin untuk mengisi perutnya yang meronta minta diisi asupan. Tanpa sekalipun mendengar jawaban darinya, mau atau tidak.

Sena menggelengkan kepala. Menarik nafas dalam sekali lagi. Lantas sibuk dengan pikirannya, apa begini yang namanya pacaran? Kenapa mengerikan sekali?

.

Intemporel

.

Kyuhyun tahu bahwa ada yang tidak beres dengan kekasihnya. Sejak dia tanpa tedeng aling-aling menarik tangan gadis itu untuk menemaninya makan, dia tidak mendengar Sena mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya. Well, Sena memang tipikal gadis yang tidak terlalu banyak bicara. Dia pendiam. Tapi pun Kyuhyun tahu, bahwa ada sisi cerewet yang gadis itu miliki. Sifat mutlak yang dimiliki oleh semua gadis di bumi. Tapi sekarang— entah kenapa Sena jadi benar-benar diam. Dan Kyuhyun tidak tahu itu karena apa.

“Kau kenapa sih? Diam saja daritadi,” Kyuhyun melepaskan sendoknya. Jengah dengan keadaan mereka yang dingin. Maksudnya menarik Sena kesini ‘kan biar ada yang menemaninya mengobrol, karena Kyuhyun sangat tidak suka makan sendirian. Tapi gadis itu malah diam seperti patung. Sesuatu yang tidak seharusnya.

Sena menggeleng gugup. Menyedot kembali jus stroberinya dengan kedua bola mata yang bergulir kesana-kemari. Tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun secara verbal. Dibalas oleh si pemeran pria dengan dengusan sebal. Jangan salah. Biar sebesar apapun cintanya Kyuhyun pada seorang Lee Sena, tetap saja dia tipikal pria yang tidak sabaran. Kyuhyun kalau sedang kesal, tidak pilih kasih, sekalipun pada kekasih barunya.

“Lalu?” lagi— dia coba bertanya.

“Aku tidak apa-apa.”

“Bohong. Walau aku baru mengenalmu tiga bulan belakangan ini, kau tetap tidak bisa menipuku, Sena. Kau tidak pandai berbohong. Katakan, ada apa?” paksa Kyuhyun. Ya, menurut Kyuhyun, Sena kalau tidak dipaksa untuk bercerita maka tidak akan bicara. Benar-benar tipikal gadis introvert.

Sena mengerutkan alis, mengisi pikirannya dengan kalimat Apa-apaan sih Cho Kyuhyun? Kenapa harus marah-marah? Semua orang ‘kan jadi melihat kesini. Menyebalkan.

Menarik nafas dalam, Kyuhyun benar-benar mengabaikan makan siangnya kali ini. “Aku tidak marah— kalau kau berpikir seperti itu. Aku hanya bertanya. Okay? Dan jangan lihat orang lain kalau kau merasa risih. Lihat aku saja! Perhatikan aku!” tegasnya. Seolah tahu bahwa kekasihnya itu memiliki pikiran-pikiran negatif terhadapnya, pun dengan kasak-kusuk murid lain yang mulai menyapa indra pendengarannya.

Kyuhyun mendapati gadisnya menggigit-gigiti bibirnya lagi. Reaksi yang selalu ditunjukkan kala sedang gugup, bimbang, dan tidak tahu harus bagaimana. Kira-kira seperti itu. Kyuhyun tahu, jelas, karena dia selalu memperhatikan gelagat gadis ini. Mulai dari hal kecil hingga hal yang tidak wajar. Sejak pertama kali memutuskan untuk mendekatinya.

“Masih tidak mau memberitahuku?” Kyuhyun coba mendalami raut wajah Sena, kemudian mendesah lagi saat tahu tidak ada tanda-tanda gadis itu mau bicara. “Baiklah, kita ke kelas saja. Aku sudah kenyang,” ucapnya lantas mendorong piring yang masih berisi tiga per enam makanannya ketengah meja. Keputusan Kyuhyun yang tiba-tiba, jelas membuat Sena semakin diserang kikuk. Dia melihat piring Kyuhyun yang masih menyisakan banyak makanan. Dan seingatnya tadi, Kyuhyun baru memasukkan tiga sendok nasi kedalam mulutnya. Bukankah tadi katanya lapar?

“T-tunggu, tunggu!” Sena meraih tangan Kyuhyun. Mengundang alis terangkat sebelah yang tercipta diwajah pria itu. Aduh! Sena mati kutu. Kenapa refleksnya bisa sampai seperti ini? Dia jelas sedang dilanda malu. Ini pertama kalinya dia memegang tangan Kyuhyun lebih dulu, omong-omong. “Kau— b-bukankah kau lapar? Kau mau kemana? Makanan ini— masih banyak. Lihatlah! Kau tidak mau menghabiskannya?” tanya Sena beruntun dengan kepala yang terdongak keatas lantaran Kyuhyun sudah berdiri menjulang disampingnya.

‘Kan? Sudah Kyuhyun bilang, Sena ini memiliki sisi cerewet.

Dibalik wajah penuh tanda tanyanya, Kyuhyun menyimpan sebuah senyum gemas terhadap gadis itu. Ah tatapan mata Sena benar-benar seperti anak kecil yang takut disalahkan. Dan Kyuhyun menyukai itu.

Dia berdeham. “Aku sudah kenyang.” Bohong! Untuk ukuran pria doyan makan sepertinya, mana mungkin melahap tiga sendok makanan sudah membuatnya kenyang? Tck.

“Benarkah?”

“Percuma juga aku makan, kalau kau sama sekali tidak mau bicara denganku. Kau ‘kan tahu aku tidak bisa makan sendiri. Tapi tadi— kau tahu, aku seperti menghabiskan makan siangku bersama patung!” sungutnya. Tak lupa memberikan tatapan sebal pada kekasihnya.

“Begitukah?” tanya Sena linglung. Lalu matanya dia gulirkan lagi untuk menatap piring Kyuhyun yang masih berisi, lantas kembali berucap, “Aku hanya— aku… bukankah makan sambil berbicara itu tidak baik? Kalau nanti kau tersedak bagaimana?”

Kyuhyun terbengong. Untuk belasan detik dia terpaku akan balasan yang Sena lontarkan sekon lalu. Setelah sadar, dia menyempatkan diri untuk melempar tawa gelinya diudara, lantas kembali duduk. Mencubit gemas pipi gadis itu “Kau beralasan lagi!” katanya. Sena ikut tersenyum. Ada kelegaan yang merayap dalam dadanya tatkala melihat Kyuhyun tertawa. Dia kira Kyuhyun marah padanya. Karena jujur saja, Sena tidak bisa melihat orang lain marah atau membenci dirinya tiba-tiba. Itu sangat menakutkan. “Aiih.. Kau manis sekali jika sedang tersenyum begitu,” puji Kyuhyun. Dia bersumpah, setelah ini akan dia ukir baik-baik dalam benaknya bahwa wajah tersenyum Sena lah yang akan dia tetapkan sebagai wajah favoritnya. Sampai nanti. Kalau perlu sampai mereka menua bersama.

Begitupun dengan Sena. Sesuai dengan permintaan – nyaris mirip perintah yang Kyuhyun katakan dimenit lalu, Sena mulai mengabaikan keadaan sekitar. Dia hanya memperhatikan wajah bahagia Kyuhyun saat ini. Ya, seharusnya jatuh cinta memang seperti ini ‘kan? Serasa memiliki dunia berdua saja. Orang lain tak mendapatkan tempat apa-apa.

“Jadi, kau mau memberitahuku kenapa kau diam saja tadi?” mulai Kyuhyun lagi. Membuka topik yang sempat menggantung tanpa jawaban tadi. Dibalas oleh Sena dengan raut keruh. Oh, dia kira Kyuhyun tidak akan membahas ini lagi.

“Sena?”

“Itu—”

“Apa?”

“Bisakah— um.. bisakah kau tidak berbuat seperti itu lagi?”

“Berbuat apa memangnya?” Kyuhyun memfokuskan kedua matanya untuk menatap mata Sena. Dimaksudkan agar gadis itu tak lagi mengelak dari pertanyaannya.

Sena membasahi bibir. Menggulirkan irisnya untuk menatap hal lain. Sebelum mengambil nafas lantas berujar, “Menciumku sembarangan. Sunbae— ah, Kyuhyun Oppa, bisakah kau tidak bertindak sesuka hatimu? Aku— kau tahu, aku tidak suka dengan tatapan orang-orang yang, yang seperti itu,” jelas Sena panjang lebar, minus diakhir kalimatnya yang melirih karena banyak orang-orang memerhatikan mereka. Tapi sebagian besar, Kyuhyun dapat menangkap maksud kekasihnya.

Kyuhyun mengulurkan tangan untuk mengusap puncak kepala Sena. Tak lupa dengan senyum yang mampu membuat gadis didepannya sesak layaknya kehabisan oksigen. “Apa mencium pacar sendiri tidak boleh?” tanyanya disertai dengan kerlingan jenaka. Mampu membuat Sena terpaku untuk beberapa alasan. Dan hanya menggelintirkan kata Huh? sebagai jawaban. Kyuhyun kembali tertawa, kembali merasa gemas. “Baiklah. Aku minta maaf. Aku tidak akan menciummu di sekolah lagi. Mungkin ditempat lain— yang lebih sepi. Kau tidak akan melarangku ‘kan?”

Pipi Sena merona dibuatnya. Blush.. Bisa tidak Cho Kyuhyun jangan bicara seperti itu? Apa katanya tadi? Ditempat lain? Lebih Sepi? Tidakkah itu terdengar seperti— Sena menggeleng-gelengkan kepalanya. Ah hentikan pemikiran kotormu, Lee Sena!

Lagi-lagi Kyuhyun tertawa. “Kenapa? Tidak mau?” godanya dengan kedua alis terangkat keatas.

“Sudahlah.. Jangan bicara seperti itu!” balasnya dengan bibir mengerut tipis. Lantas kembali berucap dengan menarik pembicaraan lain, “Jadi, kau mau menghabiskan makanmu?”

“Aku sudah kenyang,” lugas Kyuhyun mengedikkan bahu.

“Jangan bohong Oppa. Makanlah, tidak baik membuang-buang makanan.”

Kyuhyun melebarkan senyum hingga seluruh gigi-gigi atasnya terlihat, “Tidak baik membuang makanannya atau tidak baik membiarkan isi perutku kosong? Hm?” Mau tak mau Sena tertawa geli mendengar pertanyaan Kyuhyun tersebut. “Kalau aku bilang tidak baik mengeluarkan uang banyak hanya untuk membuang makanan yang dibelinya, bagaimana? Bukankah yang kau beli itu makanan mahal?”

“Oh, itu bukan pilihan jawaban atas pertanyaanku, Nona.” Kyuhyun menggoyangkan telunjuk kanannya didepan wajah Sena. Diiringi dengan mata yang menyipit tak terima. Sena kembali terkekeh, lantas menangkap telunjuk Kyuhyun, kemudian berujar, “Makan, Oppa. Jam istirahat sudah hampir selesai, kalau menunggu istirahat kedua masih terlalu lama, nanti kau sakit.”

“Uwoo.. Mulai memberikan perhatian padaku, Sena? Iya? Oh. Aku tersanjung.” Ucapnya dengan penuh bangga. Lantas kembali mengusap kepala gadisnya, “Lagipula aku tidak takut sakit, ‘kan ada kau. Gadis – penghuni – ruang – kesehatan,” lanjutnya dengan menekankan empat silabel terakhir.

Lihatlah, bukankah Cho Kyuhyun terlihat sangat menyayanginya? Pernah berbuat baik seperti apakah dirinya hingga Tuhan dengan penuh kasih mengirimkan seorang serupa Cho Kyuhyun untuk dimilikinya? Tidakkah ini terlalu berlebihan untuknya yang biasa-biasa saja?

.

.

When I’m With You [1st Scenes] – end

Advertisements

93 thoughts on “(1st) Interlude: Intemporel

  1. Kalau punya cowo se sweet kyu serasa gimana gitu astaga ,apa lagi cowonya tampan dan pintar ada plus lagi populer dan kaya huaaa serasa sempurna
    Kalau kyu se sweet ini dulunya lalu kenapa dengan sena dan kyu sekarang? Gereget sumpah

    Like

  2. tuh kan makin buat penasaran gue udah ampe tahap akut. kalo dulu dia begitu sayangnya kenapa skrg beda banget sikap kyu

    Like

  3. sweet banget deh kaya madu. tuh kan jadi pengen tau kenapa sekarang jadi musuhan hheba. over all gue suka banget cerita2 lo ka

    Like

  4. Before story yah sedikit dpt pencerahan brti dulu merka punya hub baik 😁 tapi kayaknya ini sena khianatin kyu yah eh iya gasih? Ko dr kyu yang sweet gtu sampai kyu benci banget

    Like

  5. sebenarnya konflik apa yg menghancurkan kisah Cinta yg manis ini sampai menjadi kisah Cinta yg tragis, penasaran bgt sama kelanjutanya gmn…

    Like

  6. Oo ini ya awal mula kisah mereka..manis bgt,trus apa yg trjadi dgn mereka sampai kyuhyun jadi seperti itu? Penasaran akut ini mah duh

    Like

  7. Awwww, so sweet banget ini couple takut diabetes, hehehe. Sena cute bgt, Kyuhyun cheesy bgt tpi nggemesin hahahah, nanti ada part berikutnya lanjutan kisah masa lalu mereka kan? Excited, gak sabar

    Liked by 1 person

  8. Aduh..ga nyangka cerita masa lalu mereka sangat indah dan manis banget…apalagi perlakuan kyuhyun ke sena bener2 sena beruntung banget dan pantas di iriin sma orang2 …jelas saja kyu itu bagai malaikat pelindung sena.. tapi..tapi…kenapa skg kyu jadi berubah drastis sekarang? Sedalam itukah sena menyakiti kyuhyun…aduh blm apa2 udh nyesek ngebayanginnya….ditunggu lanjutannya kaka.. 🙂

    Like

  9. masa lalu kyu-sena sweet banget. tapi sekarang kenapa kyu kayak benci sama sena? apa jangan2 sarang itu anaknya kyu, kyu ga terima terus minta sena gugurin. sena ga mau akhirnya cari laki2 lain yg mau tanggung jawab, akhirnya nikahlah sm suaminya sekarang. oke sip banyak kemungkinan2 di otak gue

    Like

  10. tuh kan masa lalunya gak ada apa2, mgkn krn msh awal pacaran kali ya… tp pribadi sena ya sama kayak yg dia udh dewasa. cuma ya kenapa bisa sampe gitu? terbilang ya layaknya anak muda jatuh cinta aja dimasa lalu mereka

    Like

  11. Gezzzz!!!
    Dengan masa lalu semanis ini!!!!!
    Siapa sangka kemudian menjadi seperti di neraka???
    Well ..
    Kenyataan memang happy ending tidaklah sekedar ditutup dengan ending pernikahan!

    Like

  12. Before story nya so sweet banget, mereka pasangan baru yg di mabuk asmara. Tapi kenapa kyuhyun bisa sebenci itu sama sena? Itu masih menjadi pertanyaan. Apa salah sena? Apa ini hanya salah paham aja? Ataukah memang sena menghianati kyuhyun.

    Like

  13. Baca mulai dari part 4… Jadi penasaran, coba2 baca.. Sampe ke part2 sebelumnya.. Dan sampe yg interlude .. Ya ampuuuuuunnnnn… Tuhaaannn.. Aku tambah penasaran…. Cepet d lanjut author cantiikkk… Semangat2….

    Like

  14. aku lupa lagi udah komen disini apa belum yah udah lah aku komen skrg. manisssssss bgttttt choooooo kyuuuuuuhyuuuuuuuunnn!!!! asli sih keliatan bgt kalo emg dia bener2 cinta sama sena, ga salah dia di masa skrg bisa sebenci benci tp rindu gitu sama sena kalo cerita sweet mereka aja kaya gini. ga sabar mih sampe mereka berantem sampe awal mila dari pesakitan mereka hahahah mau nanhis aja kalo ngerangkai cerita sendiri jd tunggu updatetannya aja kali beneran nangis(?) wakakaka

    Like

  15. hohoho masa masa sma yg sweet bngt iri sama sena kyuhyun bisa ga seterusnya sikapnya kyk gini aja?kan gemes liatnya klo kyk gini terus wkwk ^^

    Like

  16. Whaaa, masa lalu nya mereka ya ?
    Masih penasaran, kenapa kyuhyun benci ? Kenapa sena nikah sama suami yg sekarang ?
    Masih banyak banget pertanyaanku yang ganjel banget.
    Ijin baca lanjutannya ya kak 🙂

    Like

  17. uhhh maaniss bnget moment kebersamaan swaktu mreka skolah dulu,, trus msalah ny apa yg bikin mreka berpisah, smpe kyuhyun sgitu bncinya ma sena??

    Like

Leave Some Lovely Feedback (ɔˇ³ˇ)ɔ

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s