Daddy-ing Kyuhyun

kyuna

1st

Ada beberapa hal yang Kyuhyun tidak suka setelah Sena melahirkan Jia. Kadang bahkan tidak sanggup Kyuhyun jalani. Dan dari beberapa hal tersebut, hal yang menurutnya paling tidak wajar adalah saat ini. Saat dia mau tak mau harus menjadi wali bagi putranya— Cho Hyunjoon dan dia terpaksa harus bergabung bersama ibu-ibu muda lainnya, ketika sekolah anak mereka mengadakan acara tour keliling museum. Atau beberapa tempat bermain yang cocok untuk anak-anak guna memberikan metode pembelajaran outdoor atau refreshing setelah berbulan-bulan hanya menerima pelajaran didalam kelas.

Masalahnya, bukan dia yang tidak mau berkorban diri untuk Joon—toh dia pun memang Ayah dari si anak laki tersebut. Atau menyalahkan kondisi Sena yang tidak bisa membawa Jia kemana-mana lantaran bayi itu demam paska diimunisasi. Tapi ini lebih ke persoalan dimana dirinya yang notabene seorang pria, harus terjebak selama berjam-jam bersama para ibu muda—wali dari teman-teman Joon seorang diri. Bayangkan saja rasanya seperti apa. Kyuhyun jelas sangat risih, tidak nyaman dan bosan. Menurutnya, tanpa ECLC mengadakan tour ini pun, dia akan dengan senang hati mengajak Joon untuk berkeliling memutari museum atau bahkan memutari Korea Selatan agar anak itu tahu tentang negaranya sendiri. Berdua saja atau mungkin sekeluarga. Tanpa adanya orang asing yang ikut meramaikan acara touring mereka. Bukan seperti yang terjadi padanya sekarang.

Saat ini, rombongan mereka tengah berada dilokasi bermain anak-anak. Tempat yang menurut Kyuhyun mirip dengan— diskotik? Yah.. Bagaimana Kyuhyun tidak menyebutnya seperti itu jika ruangan ini ter-setting dengan banyaknya neon flashing light yang menghujam dari segala arah. Musik jedak-jeduk yang memekakan telinga. Dan terlebih para balita seumuran Joon sedang berjoget ria menikmati lantunan musik tersebut. Walau memang, musik itu melantunkan lagu anak-anak.

Jadi, bisa beritahu Kyuhyun apa hikmah anak-anak bermain disini?

Pria beranak dua itu tengah bersandar disisi ruangan dengan menyampirkan ransel berisi perlengkapan Joon pada salah satu pundaknya. Kyuhyun mendengus sebal kala irisnya memerhatikan Joon yang begitu asyik dengan dunianya. Tanpa mau tahu bagaimana suasana hati sang ayah saat ini. Kyuhyun jelas sangat kebosanan. Terlebih para ibu-ibu yang berada disampingnya sedang ramai merumpi. Mulai dari menggosip aktris yang dikenal sensasional, pembicaraan mengenai produk-produk baru keluaran Victoria Secret, hingga topik mengenai kakak tiri presiden Korea Utara yang mati diracuni hingga melibatkan tiga negara. Well, untuk topik yang terakhir itu memang sedang panas-panasnya. Dan Kyuhyun tahu bagian itu. Tapi masa iya untuk mengurangi kebosanannya dia harus ikut bergabung dalam perbincangan ibu-ibu tersebut. Ew! Tidak mungkin.

Poing!

Kyuhyun merogoh saku celana. Sebuah pesan masuk pada ponselnya. Dari Sena— lagi. Ini adalah pesan kedua setelah tiga jam lalu wanita itu menanyakan dimana dia dan putra kesayangannya itu berada. Sudut bibir Kyuhyun terangkat sebelah, lagi-lagi pertanyaan bernada sama.

“Kalian dimana sekarang?”

“Di tempat yang sangat membosankan bagiku, tapi tidak bagi putramu.”

“Kekeke. Ohya? Baik-baik disana, Ayah.”

“Jangan pasang muka bosan dan jutek, atau kau akan menjadi bahan gosipan ibu-ibu.”

“Apa peduliku?”

“Hahaha. Sekali-sekali lah kau merasakan jadi aku.”

“Tapi tidak dengan menjadi satu-satunya wali pria disini, Sena!”

“Hanya Joon saja yang ditemani Ayahnya. Murid lain pergi bersama Ibunya.”

Sekali lagi, Kyuhyun mendengus sebal. Apa Sena menghubunginya hanya untuk meledeknya saja? Tck. Wanita itu benar-benar. Sudah tahu dia tidak mau ikut acara ini, tapi malah dipaksa.

“Benarkah? Wah.. Kalau begitu anakku hebat!”

“Tapi, apa benar hanya kau saja yang pria disana?”

“Ada. Satu orang. Tapi dia bersama istrinya. Aku tidak mungkin bergabung dengannya.”

Kyuhyun menjedukkan kepalanya pada dinding. Matanya kembali dia arahkan kedepan. Melihat Joon bersama temannya-temannya sejenak kemudian menatap ponselnya lagi. Lama tak ada balasan dari wanita itu, dia pun mengetikkan beberapa kalimat.

“Jia sedang apa sekarang?”

Tiga puluh detik.

Semenit.

Dua menit.

Tiga menit. Pesan Kyuhyun tak terbalas juga. Pria itu berkomat-kamit, merutuki Sena yang tidak kunjung menyahuti pesannya. Hingga pada menit ketujuh, pesan yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Ponselnya kembali berbunyi.

“Tidur. Setelah menyedot habis kedua ASI-ku.”

Kyuhyun tersenyum geli.

“Putrimu benar-benar seperti lintah, Kyuhyun.”

Kali ini dia benar-benar terbahak. Tidak keras tapi mampu menghentikan acara menggosip ibu-ibu disampingnya. Dengan kikuk, dia menunjukkan senyum kakunya. Lalu kembali tersenyum geli dengan bibir yang dia lipat kedalam.

“Kurasa Jia memiliki hobi sepertiku.”

“Dasar mesum!”

“Mana ada bayi yang mesum Sena~~”

“Maksudku Ayahnya. Bukan bayinya.”

“Bisakah kau kirimkan foto Joon?”

“Cih. Nyatanya juga kau suka kalau aku mesum..”

“Tidak ingin fotoku juga?”

“Huweeks. Bermimpi saja kau sana!”

“Tidak perlu, fotomu satu layar muka semua. Aku muak melihatnya. Hanya memenuhi memori ponselku saja.”

“Kirimkan saja foto Joon. Sekarang!”

Bibir Kyuhyun sekali lagi merutuki wanita itu. Dia jelas bukan orang yang narsis, jadi tidak salah bukan kalau setiap kali ambil foto untuk dirinya sendiri maka hasilnya tidak bagus? Dengan helaan nafas, Kyuhyun merekam Joon yang masih asyik dengan dunianya. Bibir Kyuhyun tersenyum geli kala sadar, bahwa yang dilakukan putranya itu sejak tadi hanya melompat-lompat girang. Tidak ada gerakan lain lagi.

“Setelah ini pasti akan mengompol. Lebih banyak.” gumamnya paska menyimpan rekaman tersebut. Kyuhyun menggeleng-geleng geli. Biar tahu rasa saja si Sena itu. Dengan senyum iblisnya, dia menautkan video tersebut untuk dikirimkan pada seseorang yang sejak tadi sudah menunggu.

“Kurang baik apa suamimu ini, hem? Kau hanya meminta fotonya, tapi aku malah mengirimkan video. Lihat baik-baik putramu, Sena.”

Ya, lihat baik-baik. Besok pagi paling-paling aku mendengarmu berteriak, melihat selimutnya basah dipenuhi rembesan air seni—batinnya meng-iblis. Well, mengingat usia Joon yang sudah memasuki empat tahun Kyuhyun memang meminta Sena untuk jangan memakaikan anak itu diapers lagi ketika akan tidur. Bukan apa-apa, Kyuhyun hanya tidak mau membiasakan anak itu tertidur dengan bantuan alat tersebut. Karena baginya, alat tersebut malah akan menjadikan Joon terbiasa buang air kecil sembarangan. Kyuhyun hanya akan menoleransi pada hal-hal yang sudah ditentukan. Misalkan seperti sekarang, saat mereka berpergian, karena akan sangat menyusahkan bagi mereka—para orang tua, jika anak kecil seperti Joon—yang sulit menahan diri, harus bolak-balik ke kamar mandi.

elegant-1769669_12801

2nd

Sena mengukirkan senyum geli pada wajahnya. Dia sedang terduduk ditepi tempat tidur dengan tangan yang sibuk membolak-balik sebuah album foto lawas yang berada diatas pangkuannya. Saat ini, akhir pekan mereka dihabiskan untuk menyambangi kediaman Cho Ji-Tae. Menginap disebuah mansion besar yang pernah menjadi tempat tinggal Kyuhyun dulu. Ini dikarenakan pria lansia itu baru saja keluar dari rumah sakit lantaran radang sendinya kambuh. Ya, penyakit umum yang diderita oleh para manusia yang sudah tidak produktif lagi.

Kegiatan keluarga kecil itu berbeda-beda. Joon masih asyik dengan alat menggambarnya yang diborong untuk dibawa kesini. Kyuhyun bermain— lebih tepatnya memangsa Jia. Dan Sena, sibuk dengan melihat-lihat album foto yang ditemukannya dikamar Gramps beberapa saat lalu. Wanita itu akan seperti Joon jika sedang asyik sendiri, yaitu lupa pada sekitar. Bahkan dia tidak peduli pada jeritan Jia akibat ulah Kyuhyun yang kadar kejahilannya mulai diambang batas kewajaran. Yang Sena lakukan malah tetap serius pada kegiatannya dan menyibak halaman berikutnya lagi dan lagi. Hingga pada satu buah foto, dia membutuhkan puluhan detik untuk terpaku lebih lama, sebelum kemudian melebarkan senyumnya.

“Kyuhyun, ini kau?” tanyanya dengan mata membulat. Tak percaya. Bertahun-tahun mereka bersama, baru kali inilah dia menemukan wujud masa kecil Kyuhyun yang seperti ini.

Pria yang sedang bermain dengan bayi diatas tempat tidur itu menghentikan kegiatannya sejenak. Alisnya terangkat, lantas setelah melihat foto yang ditunjukkan Sena, dia pun mengangguk.

b85klvqcmaip5se

“Itu— kalau tidak salah, aku baru berumur dua belas bulan. Atau setahun,” Kyuhyun mengedikkan bahunya.

“Oh ya? Ini gendut seka—” Sena menghentikan kalimatnya saat sadar sesuatu, lantas melempar bantal pada Kyuhyun yang terbahak. “Eiy.. Apa bedanya umur dua belas bulan dengan satu tahun!”

“Wajahmu serius sekali sih.” Balas Kyuhyun dengan sisa tawanya. “Memang kenapa?”

“Tidak apa-apa,” Sena menyengir. Lantas dengan gelengan takjub, dia berujar, “Ini— benar-benar Ayahnya Jia~”

Kyuhyun mendengus. “Jelas lah aku Ayahnya. Memang kau melahirkan anak ini, karena campur tangan siapa?” sinisnya dengan telunjuk yang mengarah pada bayi yang sedang menggigit-gigit jari.

Sena kembali menggeleng. Entah karena apa.

“Lihat!” mengabaikan kesinisan Kyuhyun, Sena menunjukkan sebuah foto pada ponselnya. “Bentuk wajah. Mata. Pipi. Bibir. Semuanya sama persis. Ini curang sekaliii~~” rengek Sena diakhir kalimatnya. Dibalas oleh Kyuhyun dengan tawa. Lantas dia meraih ponsel istrinya. Kapan Sena mengambil foto ini? Kyuhyun tidak pernah melihatnya dan tidak pernah tahu. Jika dilihat baik-baik, dia dan Jia memang mirip sekali. Hanya saja Jia lebih menggemaskan menurutnya.

screenshot_2016-12-19-22-03-23-1

“Mungkin karena kau selalu memikirkanku saat hamil Jia.” ujar Kyuhyun dengan kedua alis yang terangkat. Tatapannya berubah jenaka. Jelas dia sedang menggoda istrinya. Kini berganti Sena yang mendengus, malas meladeni tingkat kepercayaan diri Kyuhyun yang begi tinggi. Dia lalu menghempaskan album foto lawas itu diatas meja, kemudian menjatuhkan diri disamping Jia. Mencubit pipinya yang penuh, sebelum, “Jia, apa ini pipi?” tanyanya disertai cengiran lebar. Dibalas oleh si empunya dengan alis yang menukik tajam dan bibirnya yang ikut berhenti mengunyah jari. Membuat Sena dan Kyuhyun kembali tertawa kala mendapati reaksi Jia yang seperti itu. Sungguh, saat Jia sedang mengerutkan alis— saat itu juga terlihat dengan jelas kesinisannya. Ya, diluar wajahnya yang sangat menggemaskan, Jia adalah bayi yang bisa berekspresi sinis secara tiba-tiba.

Lagi-lagi mirip seperti Kyuhyun.

“Hei, Ibu dapat apa sih darimu? Hm?” Sena mencebikkan bibir. “Semuanya selalu tentang Ayah. Joon Oppa juga sama; muka bulat, mata bulat, telinga besar. Untung saja pipinya tidak ikutan tumpah seperti kalian,” Sebelah tangannya dia arahkan untuk mengusak rambut tebal Joon yang sedang menyanyikan lagu Are You Sleeping? Sekaligus menggambar. Asyik dengan dunianya sendiri. Sena mendesah sekali lagi. Dia sedih sekaligus kesal karena merasa bagiannya sangat sedikit untuk berada ditubuh anak-anaknya. Kyuhyun benar-benar dominan. Tidak hanya dalam perilaku atau sifat, tapi dalam penurunan gen pun begitu.

That flushing red on their cheeks, is yours Sena,” tunjuk Kyuhyun dengan dagunya. Ya, pipi Jia ataupun Joon yang selalu merona merah memang bagian dari milik Sena. Karena Kyuhyun tak pernah memiliki bagian itu. Oh, dia mungkin akan memilikinya tapi itu jika dia sedang marah. Dan rona itu bukan hanya dipipi, tapi memenuhi seluruh wajahnya. Sekali lagi, Kyuhyun itu dominan. Tidak setengah-setengah.

Kyuhyun kembali tengkurap— mengurung tubuh Jia dibawahnya. Wajahnya bahkan dia sejajarkan pada wajah bayi itu. Bibir serta hidungnya, dia fungsikan—lagi dan lagi—untuk menciumi pipi serta bibir putrinya. “Is that true, fat pig?” tanyanya pada Jia. Dibalas dengan cengiran khas bayi. Memperlihatkan gusi-gusi tak bergiginya.

“Hehehe. Dasar babi gendut ompong!” kekeh Kyuhyun. Lantas, menyerang lagi bibir pink Jia dengan kecupan yang bertubi-tubi.

Nah ‘kan… tidak Joon, tidak Jia. Selalu saja lebih suka berdekatan dengan Kyuhyun dibanding dengan dirinya. Sena mendesis. Kenapa Jia bisa tersenyum semenggemaskan itu saat Kyuhyun bahkan sedang menyebut dirinya sebagai babi gendut? Sena menggelengkan kepala; takjub. Lalu tak lama dirinya pun dibuat terkekeh geli akibat tetawaan yang dikeluarkan Jia. Oh, bukankah tawa seorang bayi terdengar sangat menggemaskan?

.

.

.

tumblr_nbh6o5cv6x1rdt2lmo3_500

Cho Kyuhyun is Super – Mega – Hot – Handsome Daddy this era, yay or nay?

Who loves daddy-ing Cho Kyuhyun here?

  • Me! Absolutely Me!! I love daddy-ing him XD Hihi. Aku bahkan sampai lupa gimana caranya mencintai Hyukjae kalo Kyuhyun seperti ini >< /lebaaay/ Au ah. Absurd! Bye! 
Advertisements

54 thoughts on “Daddy-ing Kyuhyun

Leave Some Lovely Feedback (ɔˇ³ˇ)ɔ

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s