Posted in Multi-Chapter

Fragile Heart – 2

picsart_06-21-09-07-20

Cr. ByunHyunji @PosterChannel

Sadly, when he takes care of me, he takes care of me good. But when he hurts me, he hurts me good too, Joon-ah.

Cho Kyuhyun ¶ Lee Sena

AU | Multi-Chaptered

Drama | Family

-Previous-

[1]


This story is pure from my imagination. I ordinary own the plot. So take your sit, don’t do a chit. And please, don’t be siders!


Kyuhyun memunggungi ruang duduk, berdiri termangu memandang keluar sekat kaca besar yang memisahkan bagian dalam dan luar rumahnya. Menyaksikan pemandangan muram Seoul di malam hari yang diiringi dengan tangisan langit. Sangat cocok sekali dengan dirinya yang sedang dilanda gundah gulana saat ini.

Disekat kaca itu, terpantul bayangan dirinya yang memakai sweater hitam yang dipadukan dengan celana bahan berwarna abu-abu. Ditangannya terdapat secangkir latte yang masih mengepulkan uap panas. Menandakan perbedaan suhu yang cukup siginifikan.

Lima hari sudah berlalu.

Sejak kesepakatan tak terlisan yang mereka jalankan, dia tidak sedikitpun menyapa atau bahkan mengabari isterinya. Bahkan kini, saat dia sudah usai meninjau proyek di Daegu, isterinya tak terlihat dimanapun. Rumahnya sekarang ini, lebih cocok disebut sebagai rumah tak berpenghuni. Begitu sepi. Para pelayan sudah masuk ke dalam kamarnya masing-masing. Bibi Nam sudah pergi sejak pukul lima lalu. Dan Hyun-Joon yang biasanya selalu berisik mengisi malam mereka, kini pun raib bersama isterinya.

Sena tidak ada disini, pergi keluar namun entah kemana. Jangankan untuk mencari tahu dimana keberadaan perempuan itu bersama puteranya, untuk sekadar menghubunginya pun sulit bagi Kyuhyun. Bukan lantaran ponsel Sena yang tidak aktif atau panggilannya yang selalu dialihkan, tapi karena nyalinya yang menciut membuatnya tak memiliki keberanian untuk memulai aksi perdamaian dengan perempuan itu.

Ini lucu. Setidaknya begitu menurut Kyuhyun. Bagaimana tidak, dia yang tadinya meninggikan arogansi setinggi langit namun sekarang dia juga yang—meruntuh—tidak tahan berada dalam suasana dingin yang melingkupi rumah tangga mereka. Dia jelas merindukan isterinya. Rindu bergurau dengannya. Rindu tertawa bersamanya—bersama Joon. Dan rindu menghabiskan waktu-waktu seperti ini bersama keduanya.

Namun, sialnya, saat malam ini dia ingin mencoba peruntungan dengan memulai maafnya lebih dulu, perempuan yang dia rindukan itu malah tidak ada.

Kyuhyun menyesap sekali lagi latte-nya. Mengalihkan rasa cemas lantaran sudah mendekati pukul sembilan malam namun Sena belum juga menampakkan batang hidungnya. Dia yakin Sena bisa menjaga diri, yang dia khawatirkan adalah Joon yang ikut bersama perempuan itu. Karena, tidak biasanya Sena pergi sampai waktu—yang menurutnya—selarut ini dengan mengajak pula puteranya. Sena lebih sering menitipkan Joon pada Yumi, salah satu asisten rumah tangga mereka yang cukup dekat dengan Joon selain Bibi Nam selama dia pergi untuk waktu yang cukup lama.

Pria itu sudah bertanya pada beberapa pelayan tentang kepergian Sena kali ini, sebagian menjawab tidak tahu, sebagian lagi menjawab bahwa Sena pergi bertemu dengan Yoorin. Untuk yang satu ini, Kyuhyun hanya bisa mengamini saja; semoga benar adanya. Walau sebenarnya, Kyuhyun ingin sekali bertanya langsung pada Yoorin untuk memastikan keberadaan Sena dan Joon yang bersama dengannya. Sayangnya lagi, dia tidak cukup punya alasan jika Yoorin malah bertanya balik ‘memangnya Sena tidak memberitahumu?’. Bisa mati kutu dia dibuat nanti, karena perselisihan ini memang hanya tentang mereka. Kyuhyun tidak mau membagi masalah dalam rumah tangganya dengan pihak luar. Dan setahu Kyuhyun, Sena pun begitu.

Mereka memang selalu sharing pada para kerabat tentang berbagai hal yang menurut mereka wajar. Tapi untuk permasalahan yang seperti ini, yang sangat privasi, adalah sebuah pengecualian. Kalau sudah begini, mereka menjelma menjadi pasangan yang sangat kompak. Tidak mau sembarangan curhat. Karena bagi mereka; What’s between a man and a woman in marriage is only between the man and the woman. Jadi tidak ada gunanya bercerita ke orang lain.

Pada pantulan yang sama, Kyuhyun bisa melihat dirinya bersama seorang perempuan sedang duduk berhadapan di dalam sebuah restoran—L’Astrance. Satu-satunya restoran yang menyajikan Chocolate Mousses favorit sang isteri. Sena pernah bilang, bahwa hanya L’Astrance yang memiliki dessert seenak yang dirasa oleh indra pengecapnya. Tidak ada yang bisa menandingi rasa Chocolate Mousses milik L’Astrance menurutnya, bahkan hingga saat ini.

Kyuhyun ingat apa alasan utama mereka berada disana. Dan kini, inti dari percakapan mereka saat itu seolah diputar ulang didepan kedua matanya.

“Aku bertanya-tanya, kalau kita menikah nanti, apa kau akan tetap seperti ini?” Sena menyuap dessert kesukaannya itu ke dalam mulut. Walau sensasi lembut dan halus menyerupai busa tengah menyapa lidahnya saat ini, matanya tetap dia pakukan untuk memandang Kyuhyun dengan kedua alis yang terangkat heran.

“Seperti ini bagaimana maksudmu?” balas Kyuhyun tak acuh. Fokusnya tetap pada tablet yang berada ditangannya, dengan mulut yang sesekali mengunyah Parfaits.

Sena tersenyum sinis, lantas menggeleng. Mungkin hidup pria itu memang harus dipenuhi oleh kesibukan agar benar-benar menjadi seorang Cho Kyuhyun, bukan pria yang banyak memiliki waktu luang hingga bisa memanjakan dirinya setiap saat.

Sadar bahwa lawan bicaranya membungkam—tidak menanggapi pertanyaannya, Kyuhyun pun mengangkat kepalanya untuk mencari mata kekasihnya. Begitu melihat bagaimana raut wajah Sena saat ini, barulah Kyuhyun menghela nafas sebelum kemudian berujar, “Sena aku benat-benar tidak tahu apa maksudmu, Sayang. Sungguh. Bisa ‘kan kau perjelas lagi agar aku lebih mengerti?” secepat dia memberikan klarifikasi atas ketidak-pahamannya, secepat itu pula perempuan itu mengubah raut wajahnya menjadi lebih dingin.

“Yang kau bil—”

“Lima belas menit lalu, kau baru saja meminta maaf padaku lantaran sudah mengabaikan kencan kita yang keempat kalinya dalam kurun waktu sebulan karena alasan yang sama—pekerjaanmu yang menggunung itu. Dan sekarang, lihat sekarang, kau bahkan mengabaikanku lagi Kyu.” Sena menunjuk tablet yang masih berada didalam genggaman Kyuhyun. Dia tahu apa yang sudah mengunci perhatian Kyuhyun darinya sejak tadi. Dan dia tahu apa yang sedang kekasihnya itu tekuni hingga acara makan malam mereka menjadi terasa hambar baginya.

Sena tiba-tiba melempar tawa sinisnya ke udara, mengundang tatapan Kyuhyun untuk terpaku padanya sekali lagi. Lalu melanjutkan, “Kau—astaga Kyuhyun kencan macam apa sih ini? Kau sibuk sendiri dengan duniamu, sementara aku disini kau biarkan seperti patung. Hanya diam. Sebenarnya apa yang kau pikirkan? Kalau memang masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, kau tidak usah mengajakku keluar malam ini. Kau tinggal mengingkarinya sekali lagi tanpa harus membuatku kelihatan tolol. Beres.”

Tahu bahwa atmosfer panas tengah melingkupi mereka saat ini, Kyuhyun meletakkan tabletnya di atas meja, lalu mengusap wajah lelahnya yang sudah beberapa minggu ini kekurangan istirahat hanya untuk menanggapi kalimat Sena yang berapi-api. Ayolah, dia sudah mau mengusahakan diri untuk memperbaiki hubungan mereka yang sempat mengacau ini, jadi tidak perlu dibalas dengan susunan kalimat seperti itu, bisa ‘kan?

Pria itu menghela nafas lagi, lantas memandang Sena sama lelahnya. “Terus maumu apa? Aku meladenimu terus-terusan, begitu? Ini bukan pertama kalinya untukmu, dan seharusnya kau bisa mengerti pekerjaanku, Sena, bukan malah menuntutku ini-itu yang membuatku semakin lelah. Bisa tidak?”

Selepas kalimat itu terangkum baik-baik, terjadi jeda sejenak. Ada emosi yang tiba-tiba menyulut perasaan si pemeran wanita. Hingga yang terlontar keluar dari bibirnya adalah, “Jadi bekencan denganku itu adalah sesuatu yang melelahkan bagimu, begitu?” Sena melempar tawa sinisnya lagi, lantas memandang Kyuhyun dengan raut—yang sama sekali tidak ada kagetnya. Memberitahu Kyuhyun bahwa dia memang sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Yang langsung disusul oleh hempasan punggung pria itu pada sandaran kursi dibelakangnya.

Kyuhyun mengerti tatapan itu. Dan dia…

“Bukan. Maaf. Maksudku ti—”

“Sepertinya perlu kuingatkan lagi, ya?” Sena mengunci tatapan Kyuhyun sedalam mungkin. “Bukan aku yang selalu membuat janji kencan untuk kita, tapi kau Kyuhyun. Kau. Dan kau pula yang selalu ingkar selama ini. Lalu sekarang, saat kita benar-benar berhadapan ditengah kesibukanmu yang kupikir sedang kau coba singkirkan, ternyata kau masih saja mengabaikanku dan bilang bahwa aku menuntut ini-itu padamu? Hah lucu sekali!”

“Sena, ayolah, masa kita harus bertengkar lagi karena masalah ini sih? Aku sudah minta maaf, oke? Aku sibuk juga untuk menghidupimu nanti, kau pikir aku berani mengambilmu dari Pap begitu saja tanpa menggeret sebuah jaminan? Jadi tolonglah mengerti.” Kyuhyun berhenti sejenak untuk mengambil nafas dalam. Kemudian, “Bahkan kau yang selalu sibuk dengan pemotretan hingga mengharuskanmu pergi ke luar kota, atau Korea Selatan, aku tidak pernah mengeluhkannya pada hubungan kita. Lalu kenapa kau jadi seperti ini?”

Mata perempuan itu meredup, Kyuhyun bisa melihatnya dengan baik. Nyatanya, kalimat pria itu sedikit – banyak menohok perasaannya. Mengeluhkan hubungan kita? Hah, rasanya Sena ingin sekali melempar Kyuhyun dengan wine yang ada di hadapannya saat ini juga.

Lalu, perempuan itu menarik nafas dalam, sebisa mungkin meredam emosinya yang memang sudah terpancing sejak tadi. Bukan dia tidak nafsu untuk memulai pertengakaran lagi dengan Cho Kyuhyun karena sejujurnya, dia ingin sekali memaki pria itu sekarang juga. Menyampaikan kalimat-kalimat sarkas yang tertahan ditenggorokan. Namun situasi dan kondisi lah yang tidak mendukung. Mereka ada di tempat umum, lucu sekali kalau mereka menjadi santapan publik.

Sena mengulurkan tangannya, meraih tangan Kyuhyun yang berada di atas meja lalu meremasnya lembut, sebelum kemudian berujar, “Kita memang akan menikah. Dan aku sangat menghargai niat tulusmu yang ingin menghidupiku dengan seluruh kemampuan yang kau miliki, Kyu, tapi bukan masa-masa seperti ini yang aku inginkan. Aku memang sering pergi ke luar kota bahkan seperti katamu, ke luar negeri. Tapi aku tidak sesibuk kau yang mengejar materi, hingga harus membuat kualitas waktu kita semakin berkurang. Itu menggangguku, sangat. Dan aku tidak menyukai gagasan kau sibuk seperti ini hanya untuk menafkahiku nanti. Itu tidak adil untukku!”

Selepas mengatakan rentetan kalimat itu, Sena beranjak pergi darisana. Membiarkan Kyuhyun terpaku sendirian. Seperti kebiasaannya.

Itu adalah salah satu perselisihan yang Kyuhyun ingat pernah menyentil hubungan mereka, terjadi dua bulan sebelum pernikahan mereka akhirnya terlaksana.

Sejak kejadian di L’Astrance, Sena menjadi enggan menemui Kyuhyun lagi—dalam beberapa definisi tentunya. Perempuan itu seringnya menolak ajakan Kyuhyuun jika pria itu memang mengajaknya ke luar rumah, lantas memberikan berbagai macam alasan agar mereka tidak bisa bertemu, sampai akhirnya tiba disebuah keharusan, mau tak mau Sena mengamini ajakan Kyuhyun yang kesekian kalinya tersebut.

Bukan Cho Kyuhyun namanya jika dia tidak bisa menarik perhatian perempuan itu lagi. Dengan segala upaya yang dimilikinya, tentu saja dia berhasil mendapatkan Sena-nya kembali semudah dia membalik telapak tangan. Sampai sekarang.

Hingga pada kejadian kemarin, dia berulah lagi. Perselisihan itu terjadi lagi. Sejujurnya, Kyuhyun sendiri tidak yakin bahwa dia bisa dengan mudah menyelesaikan perselisihan ini seperti dia menyelesaikan perselisihan-perselisihan mereka yang telah lalu. Karena Kyuhyun sadar, kali ini dia sudah kelewat batas. Dia menarik tokoh lain dalam pertengkaran mereka yang—selalu—melibatkan pekerjaannya itu untuk masuk. Sialnya lagi, tokoh itu memang tidak patut disalahkan. Cho Hyun-Joon. Puteranya itu masih berumur kurang dari tiga tahun dan terlalu dini untuk tahu apa-apa.

Mendengar suara ketukan heels yang menyambut telinganya, lamunan pria itu pun teralihkan. Lewat pantulan kaca dia bisa melihat bayangan Sena yang sedang membawa Joon yang tertidur dalam dekapannya. Secepat menyadari keberadaan perempuan itu sudah berada di rumah ini lagi, secepat itu pula Kyuhyun memutar tubuhnya.

Ada perasaan lega yang merayapi dadanya tatakala mendapati fakta bahwa isteri dan anaknya pulang dalam kondisi baik-baik saja. Namun ada pula perasaan kesal saat sadar sudah pukul berapa sekarang.

“Darimana saja kau?” tanyanya tanpa basa-basi. Namun, oleh Sena pertanyaannya itu hanya dijawab dengan lirikan tak acuh dan helaan nafas sebelum perempuan itu melanjutkan langkahnya lagi untuk menuju kamar Joon.

Kyuhyun mengerutkan alis, tidak suka dengan pengabaian yang isterinya itu layangkan. Pulang lebih dari waktu yang pernah mereka sepakati bersama, membawa Joon yang masih kecil ke luar rumah sampai selarut ini tanpa ijinnya, dan… menatapnya tanpa sedikit pun raut bersalah atau menyesal lantaran telah melanggar peraturannya. Kyuhyun mendengus sinis, raib sudah keinginannya untuk meminta maaf pada perempuan itu. Semua tergantikan dengan rasa panas yang menyulut dadanya.

Nyatanya, Sena memang pandai membuatnya kesal dan marah.

Masih dengan perasaan tidak terima, Kyuhyun mengikuti langkah isterinya yang menuju kamar Joon. Dia diam dan menunggu didepan pintu kamar puteranya itu selagi Sena sedang sibuk membetulkan posisi tidur Joon. Lalu, baru bersuara lagi begitu Sena menutup pintu kamar tersebut dan mengabaikannya lagi dengan langsung melengos pergi. Seolah tidak ada dia yang sejak tadi menunggunya disana.

“Kau tidak bisu, Sena. Dan kau masih memiliki mulut untuk berbicara. Apa menjawab pertanyaanku adalah hal yang sulit?” sarkasnya yang berhasil menghentikan langkah perempuan itu hingga menyisakan jarak empat langkah darinya.

Sena menghela nafas sebentar sebelum memutar tubuhnya, menatap Kyuhyun dengan pandangan malas, untuk kemudian berujar, “Jadi, kau masih membutuhkan informasi tentang kegiatan apa saja yang kulakukan hari ini? Kupikir tidak.”

Kyuhyun memberi jeda sejenak untuk dirinya yang kini mengambil nafas. Sama-sama memiliki sifat keras kepala memang seperti ini jadinya, emosi kadang tidak terkendali. “Kau tahu ini pukul berapa? Sembilan lewat, Sena. Kalau kau ingat, kau telah melanggar peraturanku sebagai suamimu. Dan kau membawa Joon yang masih kecil untuk ikut bersamamu keluar sampai selarut ini. Apa itu pantas?”

“Jangan mendebatku Cho Kyuhyun!” sanggah Sena cepat. Emosinya mulai tersulut saat nama puteranya dibawa-bawa lagi dalam perselisihan mereka. Matanya berkilat-kilat tidak terima. “Aku ibunya, aku tahu mana yang baik atau tidak untuknya. Dan kalau kau mau tahu, aku hanya sekali mengajaknya ke luar rumah melewati batas jam yang telah kau atur, tapi kau apa? Pergi lima hari tanpa pernah sekalipun mengabariku. Dan pulang hanya untuk mengajakku berdebat seperti ini!” rahang perempuan itu mengetat, disertai nafas yang menderu tak teratur. “Kau memang suamiku. Yang artinya bahwa aku adalah isterimu. Kalau sudah begitu, aku berhak tahu apa yang kau lakukan di luar sana ‘kan? Tapi kau bahkan tidak memberitahuku sama sekali, sampai pada hari kedua kau pergi, aku baru tahu dari akun sosial asistenmu kalau kau sedang berada di Daegu. Kau benar-benar Cho Kyuhyun… Kau marah seperti ini tapi kau sendiri tidak sadar kesalahanmu itu apa!” dengusnya berapi-api.

Kau tidak tahu ‘kan bagaimana cemasnya aku?—batin Sena.

Kyuhyun menghela nafas lagi, memejamkan kedua matanya erat. Lalu mengusap wajahnya kasar. Tangannya pun terulur, hendak meraih bahu perempuan itu, namun oleh si empunya, malah ditepis. Kyuhyun mendesah sebelum berkata, “Sena kau tahu keadaannya saat itu seperti apa. Jangan main menyalahkanku saja! Kau sendiri yang mulai mengabaikanku. Bagaimana aku bisa memberitahumu jika perang dingin yang kau layangkan, Sayang…”

Bibir perempuan itu mengerut tipis, salah satu hal yang Kyuhyun tahu bahwa itu adalah cara Sena untuk meredam emosinya selain menghela nafas berkali-kali. Mungkin benar bahwa Kyuhyun memang keterlaluan, tapi itu sudah terjadi, lalu bagaimana?

“Ternyata kau masih belum sadar juga ya?” tanyanya rendah.

“Maksudmu?”

Segaris senyum patah terulas di wajah lelahnya. Sena menggeleng, lantas lebih memilih beranjak darisana. Meninggalkan Kyuhyun yang masih diliputi berbagai macam bentuk emosi. Dia tidak mau berlama-lama ada dihadapan pria itu, setidaknya untuk saat ini. Karena dia pun masih mencoba untuk mengobati rasa sakit yang pria itu torehkan di petang lalu.

Kyuhyun mengusap wajahnya lagi. Menatap nanar punggung yang bergerak menjauh dari jarak pandangnya. Rencananya untuk memperbaiki hubungan mereka nyatanya memang tidak semudah itu terlaksana. Masih ada hal lain yang menghantui mereka. Dan seperti dugaannya tadi, dengan status mereka yang sudah berbeda, perselisihan ini pastinya tidak akan berakhir mudah seperti perselisihan mereka yang sudah-sudah.

Selamat, Cho Kyuhyun, kau baru saja memenangkan piala suami terburuk sedunia.

∞∞∞

Pagi harinya, Kyuhyun terbangun dengan perasaan yang masih berat. Semalam Sena benar-benar memperlakukannya seolah dia tidak berada disana. Seolah perempuan itu memang hidup sendiri.

Selepas membersihkan diri, isterinya itu langsung menarik selimut dan tidur dengan memunggunginya—lagi. Mengacuhkannya lagi. Bahkan susu ibu hamil yang Kyuhyun buatkan untuknya pun ditolak mentah-mentah oleh keterbungkamannya.

Memang sih, caranya untuk meminta maaf lagi pada Sena semalam terkesan receh. Tapi dia pun tahu, Sena pasti lupa dengan ritual malamnya sebelum tidur itu. Terlebih dia pergi sejak siang, pasti makanan atau minuman yang dikonsumsinya tidak sesehat apa yang disajikan oleh pelayan mereka.

Menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Kyuhyun mengangkat tubuhnya untuk bersandar pada headboard tempat tidur. Matanya melirik ruang kosong disampingnya; perempuan itu sudah bangun. Tapi tidak berniat membangunkannya. Kyuhyun mendesah, untung saja malaikat mau mengusik waktu tidurnya hingga dia terbangun, atau kalau tidak, mungkin dia sudah terlambat untuk bertemu dengan klien pukul sembilan nanti.

Meregangkan tubuh sejenak, dia lalu bangkit dari atas tempat tidur. Hingga kemudian tatapannya terjatuh pada segelas susu yang dia letakkan di meja nakas semalam. Bibirnya tersenyum getir, well, sepertinya kesalahannya kali ini sulit sekali untuk dimaafkan.

Tidak mau meratapi nasibnya yang memburuk, Kyuhyun memilih untuk membasuh dirinya saja. Ini sudah pukul delapan kurang tujuh belas menit. Kalau tidak mau mendapatkan tatapan mencemooh dan nilai jelek dari kliennya, maka dia harus bergerak cepat sekarang.

Lima belas menit pertama, dia habiskan dengan santai. Mandi, berpakaian, menyisir rambut, memakai sepatu, dan bercermin. Sampai pada akhirnya, dia kini sibuk mencari-cari dokumen yang dia ingat kemarin dia letakkan diatas meja rias isterinya ini. Sesampainya di Seoul kemarin sore, dia belum sempat mampir ke ruang kerjanya. Jadi, bisa dipastikan dokumen itu tidak bergerak sendiri untuk “tinggal” di meja kuasanya itu.

Masih disibukkan dengan mata dan tangan yang mencari berkas-berkas penting itu, sebuah notifikasi pesan di ponselnya muncul. Awalnya Kyuhyun ingin mengabaikan, sampai dering-dering lainnya yang masuk itu akhirnya membuatnya menyerah. Dengan sedikit kesal, dia meraih ponsel pintarnya yang ada di atas nakas, lalu membuka pesan yang ternyata dikirimkan oleh Choi Minho—asisten sekaligus sekretarisnya.

Bos, kau tidak pernah memberitahuku soal ini…

Aku tidak menyangka dia memiliki bakat tersebut. Kurasa dia menuruni karir Sena Nuna 😀

Kyuhyun membuka tautan video yang sepertinya Minho rekam melalui ponselnya itu dari tayangan di televisi. Namun, bukan sebuah senyum mahalebar yang dia ulaskan, melainkan rahangnya yang mengetat tajam.

Dia kemudian membuka pesan lain, kali ini dari Yura, dari sebaris kalimat digital yang perempuan itu kirimkan, Kyuhyun yakin Yura sedang memekik kesenangan.

Oppaaaa… baru saja aku melihat Joon >< ya Tuhan lucu sekaliiii!!! Kenapa kau dan Unnie tidak pernah bilang bahwa Joon akan tampil di TV sih?

Lalu, notifikasi selanjutnya datang dari Choi Siwon, kakak sepupunya. Pria itu mengirimkan sebuah capture dari tayangan yang direkam oleh Minho tadi. Pun dengan sebaris kalimat yang membuat Kyuhyun semakin didesak rasa jengkel.

Joon1

Hei bocah! Kupikir kau tidak akan pernah mengijinkan puteramu muncul di televisi. Tenyata sudah berubah pikiran sekarang, eh?

Mengabaikan pesan-pesan lain yang datang dari kerabat atau rekan kerjanya, Kyuhyun bergegas memutar tubuh untuk mencari keberadaan Sena. Dia harus menemui isterinya itu untuk mengklarifikasi persoalan ini, karena dia yakin ini pasti berkaitan dengannya. Tidak mungkin tiba-tiba Joon ada di televisi kalau tidak ada campur tangan dari perempuan itu.

Begitu mendapati perempuan tersebut sedang berada di ruang duduk dan menyuapi sarapan untuk Joon, Kyuhyun menyentak tangan Sena dengan keras hingga makanan yang ada didalam mangkuk, tumpah sebagian. Sena yang merasakan nyeri dan kaget atas kelakuan Kyuhyun, tentu saja hendak melayangkan protes, sebelum bibirnya dibungkam lebih dulu oleh bentakan dari suaminya.

“Bisa kau jelaskan apa ini?!”

Sena mengerutkan alis. Lalu, menatap sebuah rekaman video yang ditampilkan di ponsel Kyuhyun. Bibirnya terbuka sebesar tiga jari. Dia kaget, tentu saja. Itu—tunggu, Sena lupa memberitahu Kyuhyun tentang hal ini. Dan dia pun lupa bahwa penayangannya akan diadakan sekarang.

Dua minggu lalu, saat Kyuhyun sedang disibukkan dengan masalah Silk Air, saat dia membawa Joon dalam sesi pemotretannya, salah satu produser iklan yang kebetulan ada disana, tertarik pada tingkah aktif Joon yang sedang berlari-lari di sekitar setting pemotretan Sena saat itu. Dan produser yang baru Sena ketahui ternyata berkerabat dengan pemilik brand pakaian yang mengontraknya tersebut, menawari dirinya untuk menyertakan Joon dalam program pembuatan iklan salah satu mesin Air Dynamic. Coway.

Dia yang saat itu saking senangnya Joon disanjung-sanjung, jelas saja tanpa berpikir panjang langsung mengiyakannya. Lupa pada fakta bahwa Cho Kyuhyun amat sangat protektif terhadap kehidupan puteranya tersebut. Hingga untuk mengambil langkah sekecil apapun, Sena harus meminta ijin darinya terlebih dulu.

Rahang Kyuhyun masih mengeras, lewat lirikan matanya, Sena bisa melihat itu. Kini, dia merutuki diri sendiri. Salahnya memang yang lupa memberitahu.

“Jangan diam saja! Jawab aku Lee Sena!” bentaknya sekali lagi, tak peduli pada tatapan Joon yang kini mengarah padanya.

“I-itu… aku—bisakah kau tenangkan dirimu dulu? Aku—” matanya melirik pada Joon, yang untungnya sudah kembali fokus pada ‘kawan-kawannya’.

“Tidak usah bertele-tele! Aku bertanya, bisa kau jelaskan ini Lee Sena?!” Namun, hanya kebungkamannya lah yang Kyuhyun dapatkan. Pria itu lantas mendegus keras, dia melempar ponselnya pada sofa, lalu memejamkan matanya erat. Menenangkan diri yang tengah dilingkupi oleh emosi.

“Kau… kau tahu bagaimana aku ‘kan? Kau paham seperti apa prinsipku ‘kan? Lalu kenapa kau bisa membiarkan dia terkespos di media sementara aku tidak tahu sama sekali! Apa-apaan ini Lee Sena?! Hah?!”

Sena menelan ludah gugup. Dia akui, untuk yang satu ini, memang kesalahannya. Tapi Kyuhyun tidak harus berteriak-teriak seperti itu ‘kan? Apa salahnya memang menjadi bintang iklan? Toh, Hyun-Joon masih baik-baik saja.

“Aku tahu, Kyu. Aku paham. Tapi kau tidak perlu sebegini emosinya, bisa? Bukannya aku tidak mau memberitahumu, tapi saat itu kau terlalu sibuk. Kau sering pulang malam. Aku tidak mau mengganggumu. Sementara di keadaan lain, aku pikir tidak ada salahnya mencoba.”

Kyuhyun mendengus sinis. “Tidak ada salahnya mencoba?” dia mengulang sekali lagi kalimat terakhir Sena. “Itu menurutmu Sena, bukan menurutku! Kalau kau tahu, kalau kau paham, seharusnya kau tidak pernah membiarkan ini terjadi. Tapi apa? Kau malah menjebloskan anakmu sendiri!”

“Apa salahnya sih Kyuhyun?!” jerit Sena. Sudah cukup baginya menerima kata-kata kasar Kyuhyun pagi ini. “Joon hanya tampil di iklan yang panjangnya bahkan tidak ada semenit! Kau terlalu berlebihan Kyuhyun! Kau juga tidak perlu mengingatkanku berkali-kali mengenai ketidak-sukaanmu terhadap eksploitasi anak yang marak terjadi akhir-akhir ini. Karena aku tidak akan melakukan hal keji itu pada anakku sendiri!”

“Mungkin sekarang belum terjadi. Tapi nanti aku tidak menjamin kau akan semakin tertarik dengan ini semua hingga lupa kodratmu sebagai orang tua seperti apa.”

Sena tertegun. Lantas melayangkan tatapan kecewanya pada Kyuhyun, “Kau menuduhku?”

“Aku hanya tidak mau puteraku terekspos oleh media. Itu saja.”

“Nyatanya, kau menikahi seorang model Cho Kyuhyun. Yang tubuhnya bahkan bisa ditatap berkali-kali oleh orang lain. Bermenit-menit. Berjam-jam. Atau mal—”

“Kalau begitu jangan pernah membiarkan puteraku mengikuti jejakmu!” sentak Kyuhyun langsung. Nafas pria itu menderu kencang. Matanya bertransfomasi menjadi tajam. “Cukup dengan kau saja Sena. Tidak perlu keturunanku juga memiliki pekerjaan sepertimu.”

Pekerjaan sepertimu.

Pekerjaan seperti apa memangnya? Hati Sena tertohok, ada nyeri yang datang tiba-tiba untuk memeluk lukanya. Kalimat-kalimat Kyuhyun menguasai rasa sakitnya kali ini.

Kyuhyun mengusap wajahnya kasar, disusul dengan desahan keras. Lalu, dengan suara lirih dia pun berujar, “Kumohon jangan buat aku semakin menyakitimu dengan kata-kataku, Sena. Aku tidak bisa menjamin ini akan berakhir baik-baik saja untuk kita berdua. Sekonyol apapun kau menganggapnya, patuhilah aku. Menurutlah padaku. Aku masih suamimu bukan? Aku juga adalah ayah dari Cho Hyun-Joon, putera kita. Posisiku disini sebagai kepala keluarga. Pemimpin kalian. Jadi, tolong jangan lukai harga diriku, Sena.”

Paska menyelesaikan kalimat itu, Kyuhyun mengikis jaraknya dengan Sena. Bibirnya bermanuver untuk mengecup puncak kepala isterinya tersebut. Tak lupa dengan tangannya yang dia tempatkan pada perut sang isteri yang semakin membuncit; menyapa si jabang bayi yang sialnya harus menjadi saksi perdebatan kedua orang tuanya. Lalu, dia memutuskan untuk kembali ke dalam kamar. Menyelesaikan kegiatannya yang sempat tertunda tadi. Sekaligus menenangkan diri terlebih dahulu sebelum pergi. Dia membutuhkan ruang untuk sendiri.

Tapi kau bahkan sudah menyakiti perasaanku, Cho Kyuhyun. Apa meminta maaf itu terlalu sulit bagimu?

.

—tbc

Advertisements

90 thoughts on “Fragile Heart – 2

  1. harga diri dan ego ny kyuhyun tinggi bgt..untuk ngucapin maaf aja keq ny susah bgt 😑
    kesian bgt sena masa dy mulu yg hrs ngertiin kyuhyun😢
    d tunnggu kelanjutan ny min ..

    Liked by 1 person

  2. yaaaa Tuhan ini ff yg aku tunggu2 selama ini, astaga seneng banget ff ini dilanjutin
    Makasih kak udh ngelanjutin ff ini
    aku tunggu kelanjutannya, GOOD JOB!!!!!

    Liked by 1 person

  3. Ya ampun sampe kapan perselisihan mereka selesai masalah 1 belum kelar eh masalah lannya muncul..kapan sweet momen yg menggambarkan keharmonisan keluarga kecil ini lagi kangen….

    Liked by 1 person

  4. Masalah satu belum selesai ehhhh muncul musalah dua
    Kyuhyun mulut lu lebih tajam dari pisau, ga bisa ya ngomong baik-baik ?
    Susah banget ya minta maaf ?
    Bukannya ngalah malah bikin tambah runyam masalah
    Sampe lupa ini ff yg mana wkwkwk, maafkan 😂
    Ya ampun ff ini feel nya dapet banget, baper deng jadinya 😂😂😂😂

    Liked by 1 person

  5. ya udah kyu gantian km yg jagain joon skarang. tajem bgt kta2nya kyu deh, sena diemin aj si kyu biar dia sadar, tp klw g sdr getok aj kplanya.

    Liked by 1 person

  6. semakin runyam permasalahan mereka. kenapa ya aku ngerasa ada yg beda dari cara tulisan dan bahasanya? lebih enak baca tulisan yg dulu dulu, yg baku bahasanya

    Liked by 1 person

  7. ya lord, kyuh, kau sudah mencabik“ hati sena, kau sudah menyakiti sena trlalu dalam, sulit bgt si mengatakan kata maaf aja ya ampun kasian senanya, mewek aku ikut sakit hati ama kyuh

    Liked by 1 person

  8. dari sebelum menikah pun kyuhyun memang sudah egois dan terlalu acuh
    sifatnya yang keras dan tak terbantahkan itu membuat sena selalu jadi pihak yang salah dan tertekan

    Liked by 1 person

  9. Aduh~ perdebatan mereka kayak gak ada ujung nya. Belum selesai udah datang lagi tu masalah. Pengen nya kyuhyun yang nyesel terus minta maaf gitu ke sena. Tapi kayak nya sulit deh. Pokok nya kyyhyun harus dibuat nyesel. Ternistakan

    Liked by 1 person

  10. Buat ngucapin kata maaf aja kyuhyun susah banget sih.. Kalo gini terus kapan akur sama sena kyu.. Gak capek apa berantem terus.. Kasihan si sena nya ntr stres bakal ganggu kehamilannya, kalo udh ada apa” sama janinnya baru deh nyesel kamu kyu…

    Liked by 1 person

  11. Ya ampun kyu bnr2 dehhhh, gak tahu apa sena bnr2 kecewa dg sifatmu kyu???? Bukannya memperbaiki u malah membuat masalah semakin rumit, lw sena bnr2 pergi u baru tahu rasa ntar.

    Liked by 1 person

  12. Ya ampun mereka sekalinya ngobrol langsung bertengkar sebenarnya kyuhyun mau minta maaf tp itu mulut kenapa g bisa d rem….
    Gtw apa sena lagi hamil sensitif malah d sakit o gitu,, padahal kyuhyun sadar sama kata2 nya tp kenapa g bs d plester….
    Pengen kyuhyun itu ego n harga diri nya d rendahkan sedikit…

    Liked by 1 person

  13. sompret sekali si kyuhyun.. ngga ngertiin sena.. tahu sendiri wanita itu 90% yg pertama dfikirkan adalab perasaan 10% nya baru akal.. dudududu
    ditunggu part pas kyuhyun ngerasa bersalah.. hwaiting

    Liked by 1 person

  14. Ahhhhh kyuhyun knpa lidahmu thu tajem bngt sihhh, bisa gak sih brtutr katanya dilmbut dlu
    Kasian bngt ma sena, bakaln gmna nanti hubngn mrka, saat kyuhyun sndri pun gak sdar smua katakata dia nyakitiin sena, masih snggupkah sena brthan?

    Liked by 1 person

  15. kyuhyun Gc peka banget jadi Suami Ngelarang ini itu tapi dia semaunya sendiri -_- … Gc tahan aku sena Diginiin Apalagi lagi hamil moga ada jalan terbaik buat mereka berdua

    Like

  16. Aaa molla.. Jinjja molla..
    Aku paling gak. Suka. Sama. Yang namanya pertengkaran apalagi dibentak bentak atau gk ngomongnya pake otot.. Sumpah gk suka ihh aku jdi pengen nangis, aku gk bisa diginiin. 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
    Aku gk mau tau di sini skrg siapa yg salah aku gk mau tau. Yang aku mau mereka baikan udah gitu aja pokonya jangan ada lagi pertengkaran adu jotos apalagi mulut siletnya kyu sampe keluar.. Plisss. 😢😢😢😢😢😢 gak kuat. 👋👋👋 aku sudah melambaikan tangan..
    Pliss ka ini cepet dilanjut :)) semangattt

    Like

  17. Astaga..knp mslhnya jd makin panas dan rumit.
    Berharap mreka ga akan pisah gra2 ini.

    Ditunggu next chap eonni.
    Fighting!!

    Like

  18. Astaga..knp mslhnya jd makin panas dan rumit.
    Berharap mreka ga akan pisah gra2 ini.

    Sangat ditunggu next chap nya eonni.
    Fighting!!

    Like

  19. Ini yg paling ditunggu ini, please cepat dilanjutin
    Sekali kali lihat perdebatan kyu sama sena, abis mereka bahagia terus kan mupeng hehehehe

    Like

  20. Aigo,. Kyuhyun ego nya tinggi banget ,.maaf aja susah.. Owowow makin pensaran gimana lgi konfliknya makin seru ,lanjut terus min ☺☺

    Like

  21. Gak tau ah, gak peduli lagi, udah dibilang salah satu harus Minta Maaf, Ehh malah bertengkar lagi, Masa Iya harus joon yg Minta Maaf. Ya ampunnn thorr, berhenti membuat hatiku membara Setiap baca FF ini, please. Kembalikan Sena kyuhyun yg penuh cinta Gak dingin kayak gini.

    Like

  22. Awas nyesel loh kyu
    Sena pergi baru tau rasa kamu
    Nyatanya kamu udh nyakiti sena dalam bnget
    Kalai aku sih lbih bagus sakit fisik dri pda batin krena kalai batin ga akan pernh ilang sakitnya
    Kyu ego kamu tinggi banget sih, satu masalah blum kelar kamu udh nambah msalah lagi
    Sepertinya sena hrus minggat dulu bru kyu tau rasa gimana ditinggalin, di acuhkan aja kyu sering ngerasa kangn apa lagi ditinggal pergi
    Nambah beban fikiran sena aja yg lagi hamil

    Liked by 1 person

  23. Daebak!! Kisah yg biasa terjadi di kehidupan rumah tangga tapi pembawaan alur cerita dan bahasanya menabjukan. Bahasanya rapi, enak dibaca. Favorit sekali♥

    Like

  24. Bener kata sena “Apa meminta maaf saja susah” makin runyam sumpah ini masalah 😦 kenapa mereka keras kepala sekali? Terutama si cho haddeeuuh kapan mereka menjadi keluarga harmonis lagi 😥 😥

    Like

  25. Waw. Ga nyangka jd sepanjang ini :3

    Sena juga ga ada permintaan maafnya x ( yg terakhir ini menurut aku sena perlu minta maaf sih. Tapi malah diladenin pake balesan lg. Kan nylekit gini jadinya 😢 pernikahan itu rumit ya. Seremmmm hih

    Like

  26. Ya Lord si Kyu kalau udah marah omongannya ngga bisa ditahan. Si Sena juga salah kalau udah gini, tau si kyu begitu harusnya jangan diambil tawarannya, tapi ya udahlah. Nasi udah menjadi bubur 😧😧😧

    Like

Leave Some Lovely Feedback (ɔˇ³ˇ)ɔ

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s