Total Eclipse of The Heart

 

IMG_20160713_181334

Cho Kyuhyun ¶ Lee Sena

Hurt | Romance | PG-17

Queensera©2017

.

“Hhh..”

Lana melirik gadis yang berada dihadapannya. Ini sudah yang kelima kalinya dalam kurun waktu setengah jam dia mendengar Sena menghembuskan nafas. Dari awal mereka sampai disini—kantin—hingga Lana hampir menghabiskan makan siangnya, gadis itu—Lee Sena, tetap saja melamun. Tidak mengacuhkan makanan serta minuman yang tadi dipesannya.

Gerah melihat tingkah sahabatnya yang apatis pada keadaan sekitar, Lana meletakkan sumpitnya tiba-tiba. Matanya menyipit lalu berkata, “Masih memikirkan pria itu?” namun pertanyaannya tak menuai jawaban dari gadis dihadapannya.

Lana menarik nafas sebentar, meredakan emosinya yang mulai tersulut. Kemudian melanjutkan “Kau terlalu naif Lee Sena! Dia tidak sebaik seperti yang kau pikirkan selama ini. Bisakah kau menghentikannya? Perasaanmu itu—hubungan kalian sudah tidak ada apa-apanya lagi. Tapi kenapa kau tetap saja bertahan, ha?”

Merasa terusik dengan komposisi kalimat sahabatnya, Sena menatapnya sebentar, lantas menundukkan kepalanya seraya bergumam lirih. “Kau tahu aku mencintainya, La.”

“Lagi dan lagi. Kau selalu mengatakan kalimat itu!”

“Dia juga selalu mengatakan kalimat itu.” ujarnya lagi. “Padaku.”

“Sena, jika dia memang mencintaimu dia tidak akan bermain wanita didepan atau belakangmu. Kau harus paham itu. Jangan bertindak seperti orang bodoh. Dimana harga dirimu? Untuk apa kau mencintainya jika balasan yang kau terima hanya rasa sakit?” Kenyataannya, Lana memang sulit untuk menahan rasa emosinya.

Sudah berulangkali dia mendapati sahabatnya seperti ini. Layaknya orang tolol yang mengemis cinta.

Yang membuatnya tak habis pikir adalah kelakuan kekasih sahabatnya ini yang bisa begitu tega menyakiti hati Sena sampai sebegini jauhnya. Lana tak menampik bahwa pria itu adalah pria brengsek karena, sejak dulu pun memang begitu. Kekasih Sena ini dikenal sebagai pembuat onar. Hanya saja yang tak pernah dia kira, pria itu akan memperlakukan Sena dengan kebrengsekannya pula. Bagaimanapun, selama ini mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang selalu membuat iri orang-orang sekitar. Termasuk dirinya.

Tapi itu semua dulu.

Dan jika saja Lana tak ingat mereka berada di tempat umum mungkin dia sudah meneriaki Sena dan sikap bodoh sahabatnya itu.

“Kau sudah selesai?” Sena mengalihkan topik pembicaraan mereka. Untuk saat ini, dia sedang tak ingin mendengar apa yang diucapkan oleh Lana walau setiap perkataan yang keluar dari mulut gadis dihadapannya ini adalah kebenaran.

Lana mendengus, memandangi Sena dengan tatapan kesal sekaligus sedih. Entah harus memakai kalimat seperti apa lagi demi menyadarkan kekeras-kepalaan sahabatnya. “Teruskan sajalah kebodohanmu itu, lanjutkan sampai akhir kalau perlu. Aku bingung harus bagaimana menyikapimu dan hubungan kalian yang semakin tidak sehat itu.”

Menarik nafas sebentar, Lana berdiri dari kursinya. Masih memandang Sena dengan tatapan sendunya. “Aku pergi—“ ujarnya lirih lalu memilih segera meninggalkan meja kantin yang mereka tempati berdua.

Sena memandang nanar meja dihadapannya. Dia sudah lelah menangis semalam tadi, apa dia harus menangis lagi? Jujur saja, hatinya terasa sakit sekali. Dan kenyataan justru menamparnya telak. Benar kata Lana, dirinya terlalu naïf. Terlalu bodoh.

Kyuhyun tidak sebaik apa yang dia pikirkan selama ini dan pria itu begitu tega melukai kepercayaan yang telah mati-matian dia bangun. Parahnya, kenapa pula dia harus mencintai pria seperti dirinya? Ditengah keadaan seperti ini, yang seharusnya dia pergi saja—meninggalkan segala, dia justru bertahan pada hubungan mereka yang mulai merapuh.

Jika menyerah memang semudah apa yang diucapkan oleh lisan, maka Sena sudah akan menyerah sejak saat itu. Tetapi, lima tahun menjalin hubungan bukanlah hal yang mudah untuk melepasnya begitu saja. Banyak yang Sena sulit relakan.

Kini sudah hampir enam bulan berlalu pria itu mulai berubah. Sena sendiri tak tahu apa yang membuat Kyuhyun menjadi sebegitu brengseknya seperti sekarang. Saat mereka masih duduk di bangku sekolah dulu, Kyuhyun memang sering disebut-sebut sebagai biang onar. Kelakuannya sangat buruk, emosinya seringkali tidak stabil bahkan pernah hampir di Drop Out oleh pihak sekolah jika saja orang tuanya tidak memohon saat itu.

Dia memang pria bebas yang suka sekali memberontak, urakan, pembuat masalah, semaunya, dan tak terbantahkan. Tapi hanya sekadar kenakalan seperti itu yang Sena tahu, tidak lebih. Lagipula, ada satu hal yang Sena ingat dengan baik, yaitu Kyuhyun yang tidak pernah memainkan hati para gadis. Pria itu pernah bilang, “Aku memilki seorang Ibu dan Kakak perempuan, Sena. Bagaimana bisa aku mempermainkan hati mereka jika Ibu dan Kakakku juga berasal dari kaum yang sama? Aku bisa saja memacari mereka semua, sayangnya—aku tidak sudi, itu sama sekali bukan gayaku. Lagipula mana mungkin aku seperti itu jika dengan kau saja sudah merasa cukup?”

Mengingat itu membuat mata Sena kembali memanas. Kata-kata yang pernah Kyuhyun ucapkan untuknya, sekarang seperti sebuah benih dandelion yang tertiup angin. Terkikis. Pria itu sudah berubah, Kyuhyun bukan prianya yang dulu yang sangat menghargai perasaan wanita. Yang tidak sudi mempermainkan hati para gadis.

“Kau lihat? Yang tadi itu mengerikan!”

Samar-samar Sena mendengar ringisan seorang gadis yang berjalan dari arah pintu masuk kantin Kyunghee. Dia menoleh kemudian mendapati sebagian mahasiswa dan mahasiswi berbondong-bondong menuju pintu tersebut.

“Ah, aku sangat tidak tahan jika melihat pria berkelahi. Mereka sangat menyeramkan.” sahut gadis yang ikut berjalan disebelahnya dengan kepala yang bergidik ngeri.

“Tck, padahal aku masih ingin melihatnya. Kenapa kau menarikku kesini sih?”

“Wajahmu saja sudah pias begitu, masih mau melihatnya juga?”

“Tapi itu seru!”

“Eiy.. Kau ini—“

Emm.. maaf, kalau boleh tahu memangnya ada keributan apa di depan?” tak tahan mendengar pembicaraan kedua gadis tersebut, Sena buru-buru mengusap air matanya yang tadi menggenang kemudian berbalik untuk menyela percakapan mereka.

Ada perasaan panik yang menggelayut pada dadanya. Dan tiba-tiba saja, pikirannya dipenuhi oleh Cho Kyuhyun.

Melihat bahwa yang bertanya adalah Sena, gadis berambut cokelat kemerahan—yang tadi bersungut tidak suka dengan perkelahian antarpria—kini hanya terdiam tanpa memberikan jawaban. Sedangkan gadis satunya lagi, memandang Sena dengan tatapan syok-nya. Tak lupa disertai bibir yang hanya bisa mengatup-ngatup.

Kedua gadis itu terlihat … Syok?

Sena mengerutkan alisnya, lantas melihat penampilannya sendiri. Apa hari ini dia berpakaian aneh? Atau matanya masih kelihatan sembab? Lantaran tidak tahu dengan apa yang membuat kedua gadis dihadapannya bereaksi seperti itu, dia kemudian berdeham untuk mengalihkan perhatian.

Mendengar dehaman Sena—yang sebenarnya biasa-biasa saja—kedua gadis itu malah semakin kelihatan gelagapan. Membuat Sena mengernyit curiga sampai …

“Lee Sena!”

Lana berteriak memanggil namanya dari arah pintu, kemudian berhenti didepannya dengan nafas yang terengah-engah.

“Kau kenapa?” Alis Sena mengerut lagi. Sebenarnya apa yang terjadi didepan sana sampai sahabatnya ini pun berlari setengah panik padanya?

“Itu… Itu—“ tangan Lana menunjuk-nunjuk ke arah pintu, gadis itu kesulitan menjelaskan apa yang ingin dia sampaikan pada Sena. Mendadak dia jadi kehilangan vokal. Maka dengan cepat, dia menarik pergelangan tangan kiri Sena sambil berkata, “Kau harus melihatnya sendiri, Sena.”

∞∞∞

Bugh

Pukulan keras Kyuhyun layangkan lagi pada wajah Junho yang tergeletak di aspal. Disaksikan oleh seluruh mahasiswa yang mengelilingi lapangan parkir siang itu, Kyuhyun tak henti-hentinya memberikan pelajaran pada pria yang berada dibawahnya. Dia tidak acuh, asal dia bisa melampiaskan emosinya pada pria itu saat ini juga.

Layaknya tak memiliki belas kasih pada memar yang dimiliki lawannya, tangannya kini meraih rambut Junho untuk kembali lagi menghajarnya.

Merasa tengah dipermalukan dihadapan banyak orang, kedua tangan Junho mendorong dada Kyuhyun lalu menjerat kaos hitam yang dipakainya. Dilanjutkan dengan balas memukul rahang pria tinggi itu berkali-kali.

“Brengsek!” Umpat Kyuhyun lalu menendang perut Junho hingga pria itu kembali jatuh di atas aspal.

Junho mengerang tapi tangannya dengan cekatan menepis kepalan tangan Kyuhyun yang hendak memukul wajahnya. Pria itu berdiri lagi, namun kalah cepat dengan tendangan yang Kyuhyun berikan.

Kyuhyun menduduki tubuh Junho, tangan kirinya dia gunakan untuk menarik kerah kemeja pria itu lalu memukulnya lagi berulang-ulang.

Junho yang masih memiliki tenaga—walau tak seberapa—menahan kepalan tangan Kyuhyun.

“Kau yang memulainya lebih dulu, Cho Kyuhyun.” Tatapannya yang tajam balas menatap iris mengiblis lawannya. “Bukan salahku jika bisa bermain dengan gadismu juga. Kupikir kita bisa impas,” lanjutnya sinis.

“Sialan!” Kyuhyun kembali menggeram. Kilat-kilat iblis masih menyertai tatapannya. Lalu, dengan kasar dia menepis lengan Junho yang tadi menahannya untuk kemudian mencengkram lagi kerah kemeja pria itu.

Disertai nafas yang memburu dia dia berujar, “Ini peringatan terakhir Shin Junho. Jangan bermain-main denganku. Kau paham?” lantas melepas cengkramannya dengan keras hingga kepala Junho terantuk. Masih dengan nafas yang memburu layaknya babi hutan yang terusik ketenangannya, dia bangkit dari atas tubuh pria itu untuk kemudian pergi.

Namun belum sempat melangkah, sebelah kakinya ditarik hingga membuatnya terjatuh dan berganti dahinyalah yang terantuk aspal. Kyuhyun mengerang sakit, namun emosi lebih menguasai. Baru saja dia hendak membalikan tubuh, ketika dengan cepat Junho menarik tubuhnya untuk berdiri, kemudian membalas pukulannya lagi bertubi-tubi.

“Kau pikir siapa dirimu hah?!

Bugh

“Kau pikir aku takut pada ancamanmu, brengsek?!”

Bugh

“Gadismu—biar dia tahu seperti apa binatangnya kelakuanmu!”

Bugh

Mata Kyuhyun mulai berkunang-kunang, namun dia masih bisa menepis pukulan Junho lalu menendangnya hingga terjatuh. Kali ini iblis semakin mengusai nafsunya. Kedua tangannya terulur pada leher Junho. Mungkin kewarasannya sudah hilang, tapi Kyuhyun tak peduli. Siapapun yang berani macam-macam dengan gadisnya—Lee Sena—dia tidak akan segan-segan untuk menghukumnya.

Kyuhyun mengakui dirinya memang brengsek hingga bermain dengan banyak wanita dibelakang gadisnya itu. Tetapi yang harus dicamkan, dia tidak pernah sekalipun meninggalkan gadis itu. Jadi, jangan menyentuh sejentik jaripun untuk menyelakai atau melukai Sena jika tidak ingin berurusan dengannya.

Lee Sena hanya miliknya. Lee Sena adalah milik Cho Kyuhyun. Dan yang diijinkan untuk bisa melukai perasaan gadis itu hanya dirinya, bukan orang lain.

Junho hampir kehabisan nafas jika kedua tangan Kyuhyun yang sedang mencekiknya tidak ditarik oleh tangan seseorang.

“Apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun!” Pekik Sena seraya menepis kedua tangan kekasihnya dari leher Junho. Matanya membelalak tak percaya bahwa Kyuhyun bisa begitu menyeramkan seperti ini. Tadi, begitu tahu maksud Lana membawanya ke lapangan parkir, dia langsung berlari ke arah dua pria yang tengah menjadi tontonan gratis para mahasiswa.

Mungkin ini pulalah yang menyebabkan kedua gadis yang berada di kantin tadi mendadak idiot ketika mendapati dirinya bertanya perihal apa yang sedang terjadi. Siapapun pasti merasa akan gugup dan sulit menjelaskan jika berada diposisi mereka.

“Ya Tuhan, Shin Junho—” begitu mendengar suara batuk Junho yang lumayan keras, Sena mengalihkan tatapannya untuk melihat kondisi pria itu. Dia yakin jika tadi dia terlambat sedikit saja, mungkin Junho sudah meregang nyawa.

Kyuhyun benar-benar keterlaluan. Sena menelan ludah takut. Tangannya kemudian terulur pada bahu pria itu, berniat membantu Junho untuk bisa duduk.

Namun, niatnya itu langsung tertepis saat dia merasakan tarikan keras pada sikunya. Kyuhyun menarik—lebih tepatnya menyeret dirinya agar menjauh dari Junho lalu pergi dan meninggalkan tempat itu.

Sena bisa merasakan masih ada emosi dalam diri Kyuhyun. Bisa dia lihat dari bentuk wajahnya yang pria itu tekan keras-keras, rahangnya yang mengatup dan langkah kakinya yang lebar-lebar.

Dia menarik nafas kuat, memejamkan matanya sejenak untuk kemudian menghembuskannya dengan kasar. Dia menepis tangan Kyuhyun. Membuat pria itu berhenti berjalan dan berbalik menatapnya dengan tatapan semenyeramkan mata iblis.

“Kita harus ke dokter, Kyuhyun..” ungkapnya lirih.

“Tidak perlu.” Balasnya tegas. Kyuhyun ingin meraih kembali tangan Sena, namun gadis itu menghindar. Membuat pria itu menggeram. “Aku tidak apa-apa! Jangan berlebihan!” bentaknya.

“Tidak apa-apa bagaimana?!” Balas Sena sengit. “Kau terluka—” tangannya menyentuh memar yang berada di tulang pipi Kyuhyun. Mengundang ringisan kecil keluar dari bibirnya.

Sena menatap mata Kyuhyun dengan pandangan lirih kemudian menggeleng, “Tidak bisa. Kita harus ke dokter, kita obati lukamu dulu—”

“Sena, please…

“Lalu bisa kau jelaskan apa yang terjadi disana?! Kenapa kau bisa seperti ini dan kenapa kau seperti ingin membunuhnya?!” Jerit Sena dengan setetes air mata yang jatuh di pipi kanannya.

Kyuhyun tertegun. Sena tidak pernah menangis untuk hal-hal yang seperti ini. Gadis itu mengenal baik seperti apa dirinya. Setiap kali dia selesai berkelahi, yang gadis itu tunjukkan hanya wajah datarnya. Lalu semuanya akan kembali baik-baik saja. Tapi sekarang…

“Ada apa denganmu?” Tanya Sena dengan air mata yang perlahan-laham jatuh semakin deras, tidak ada isakan yang keluar dari bibir ranum mungilnya, tapi wajahnya yang memerah dan air yang terus mengalir dari kedua matanya menandakan bahwa gadis benar-benar terluka.

Tanpa Kyuhyun tahu, Sena menangis bukan karena perkelahian pria itu dengan Shin Junho, melainkan karena sikap pria itu yang semakin keras dan berubah. Sena tidak mengerti dan dia tidak bisa menahannya. Sungguh.

“Baik, kita obati lukaku.” Ungkap Kyuhyun datar—mengalihkan pembicaraan, lalu meninggalkan gadis itu menangis sendirian.

Sena menunduk, tangannya meremas dada. Sakit sekali. Tapi dia harus kuat ‘kan? Dia harus bertahan.

∞∞∞

Memutuskan untuk pulang ke apartemen, Kyuhyun tidak mau di obati oleh dokter. Pria itu meminta Sena saja yang mengobati lukanya.

Sejak memasuki bangku kuliah, pria itu memang memutuskan untuk hidup sendiri. Dia ingin mandiri. Dan akan kembali ke rumah besarnya paling tidak saat akhir pekan saja.

Kyuhyun berbaring, meletakkan kepalanya berada diatas pangkuan Sena, sedangkan gadis itu duduk diatas sofabed yang memang disediakan disana selagi tangannya sibuk mengoles salep pada memar di wajah Kyuhyun yang mulai berwarna keunguan.

“Sssh.. pelan-pelan,” ringisnya perih.

“Ini sudah pelan, Cho Kyuhyun.”

“Kalau begitu lebih dipelankan lagi, ini sakit.”

Sena menghembuskan nafasnya. Memandang sejenak mata pria itu, kemudian berujar, “Kemarikan tanganmu!” perintahnya begitu selesai dengan luka yang ada diwajah kekasihnya. Kyuhyun mengulurkan tangan kanannya. Sena meringis saat melihat buku-buku jari Kyuhyun yang juga terluka bahkan ada kulit yang mengelupas. Kyuhyun ikut meringis lagi begitu merasakan sensasi dingin dan perih yang berikan oleh salep tersebut.

“Yang satu lagi.” Kyuhyun menyerahkan tangan kirinya, walaupun disana hanya ada luka kecil, tapi bagi Sena itu tetaplah luka yang harus di obati. Sena sangat benci jika mendapati wajah atau tubuh Kyuhyun penuh luka karena itu menandakan bahwa Kyuhyun masih belum bisa mengendalikan emosinya sama seperti Kyuhyun yang sangat anti jika Sena melakukan kesalahan yang bisa membahayakan tubuhnya.

Selesai dengan urusan mengobati luka Cho Kyuhyun, tangan Sena menyapu lembut rambut pria itu berulang kali. Membuat Kyuhyun yang memang kelelahan paska perkelahian tadi semakin mengantuk. Ditambah dengan angin sepoi sore hari yang membelai wajahnya dari jendela balkon unitnya.

“Jangan mendekat padanya.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba dengan kedua mata yang masih tertutup. Mengundang kernyitan di dahi gadisnya lantaran tidak mengerti dengan apa yang dia ucapkan.

“Jangan dekati dia Lee Sena,” ulangnya lagi saat tak mendapatkan respon dari kekasihnya. Masih dengan kebungkaman Sena, Kyuhyun lantas membuka kedua kelopak matanya dan balas menatap iris bingung Sena dengan sorot mata yang tegas.

“Shin Junho. Jangan biarkan dia mendekat padamu.”

Kenapa?

Sena berdeham. Matanya menerawang pada perkelahian Kyuhyun dan Junho tadi. Sampai saat ini, Kyuhyun belum memberitahunya apa yang menyebabkan mereka berdua bisa terlibat dengan perkelahian. Bahkan Kyuhyun tidak segan-segan untuk mencekik Junho.

Dengan sedikit senyum tipis dia berkata, “Kenapa memang?”

Mungkin, sebaiknya Sena langsung mengiyakan saja perintah Kyuhyun tadi. Mungkin, sebaiknya seperti itu jika dia tidak ingin mendapatkan tatapan iblis Kyuhyun muncul kembali. Sayangnya, dia sudah terlanjur bukan?

Kyuhyun memberikannya tatapan seolah dia adalah terdakwa dalam persidangan. Sangat tajam dan … tak terelakkan.

“Menurut saja padaku, bisa?” ujar Kyuhyun pelan. Sangat pelan. Namun, mendapatkan reaksi tak sewajarnya dari tubuhnya sendiri. Sena kembali merasakan aura mematikan itu.

Maka, sekali lagi, dengan senyum tipis yang terpatri di wajahnya, dia membalas. “Y-ya, aku tidak akan membiarkannya mendekat padaku. Aku berjanji, asal aku tidak melihat luka-luka ini lagi di wajahmu nantinya. Deal?” tangannya kembali menyapu poni yang menutupi dahi indah pria itu.

Untuk saat ini, hanya itu yang bisa Sena katakan, menuruti kemauan pria tersebut. Tapi dia juga tidak akan tinggal diam. Dia harus mencari cara untuk mengetahui latar belakang perkelahian tadi. Ya, harus.


Ini bukan ff baru kok. Bukan. Cerita ini bahkan udah lama, didebutin sebelum saya ngebuat blog dan ada sebelum Hyper Boy apalagi Unclear. Pernah saya kirim di SKF dengan cast yang berbeda dan baru saya inget lagi pas ngebuka draft file pribadi. Berhubung sekarang udah punya blog sendiri, makanya saya publish disini. Mwehehe. Ini gak ada tulisan tbc/end nya ya? Iya, emang sengaja. Karena kalo ada yang suka, alhamdulillah—kemungkinan saya lanjut, kalau gak ada yaa gak apa. Ngestuck disini aja. Abis ceritanya emang pasaran sih yaa walau konfliknya belum ketahuan XD Ohiya, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H 🙂 Mohon maaf lahir dan bathin… kemarin lupa ngucapin yaaa~

Advertisements

44 thoughts on “Total Eclipse of The Heart

  1. kenapaaaaaa ini kyuhyun teeeehhhhh!!! dari awal udah yg bikin misterius ehhh tau taunya berantem gitu jg gegara sena kenapaaaa kenapaaa kenapaaaaaaa. harus bgt dilanjut sih ini hahahah

    Like

  2. Di lanjut in aja….
    Karna penasaran tingkat dewa
    Penasaran karna kenapa sikap kyuhyun egois tapi sangat melindungi sena
    Pliss… ff yg ini di lanjut aja
    Dan selamat hari raya idul fitri
    Maaf ya apabila sya ada salah kata atau pun ucapan
    Terimaksih

    Like

  3. Bagus banget ini… ini bakal ada kelanjutannya kah? penasaran akhirnya bakal gimana dan yah.. kenapa kyuhyun bisa berubah?

    Like

  4. Lanjutkaaaaaan wkwkwk
    Kyuhyun si bad boy gitu ya aww itu kenapa mereka kelahinya masih belum dikasih tau ihh kasian senanya kyu kenapa kamu main2 dibelakangnya gitu -_-

    Like

  5. Selalu suka dengan karya nya author yg satu ini..
    Semangat achh d lanjut😘😘😘
    Penasaran jg knp chokyu esmosi banget sama junho, d sini kan belum keliatan siapa yg salah dan benarnya…
    D lanjut achh thootrrr , serrruuuuuu….

    Liked by 1 person

  6. Mauny itu di terusin kk…
    Soalny belom tw penyebab berubahny Kyuhyun….

    Masih pengen liat juga, tindakan sena buat ngadepin tingkah Kyuhyun….

    Like

  7. Please lanjut chingu
    Ada apa sama kyu
    Klw dia ga cinta bnget sama sena dia gk mngkin rela mukul bahkan sampai luka gini

    Sama2 chingu
    Maaf lahir n bathin jg ya

    Like

  8. Udh gereget pas awal2, apalagi pas Kyuhyun berantem sama Junho. Aku pikir mereka bakal berantemin cewek lain yg bakal bikin Sena semakin nyesek. Good story kok thor. Tapi…….I expected to much hehe, aku kira si Sena bakal nantangin Kyuhyun waktu Kyuhyun suruh dia jauhin Junho, sampe buat Kyuhyun semakin ngamuk- soalnya Sena senyum gitu. But she is not. Sena terlalu baik. Dan (maaf) menurut aku itu bikin geregetnya kurang hehe.
    Ditunggu lanjutannya thor, penasaran kenap si Kyuhyun main cewek dibelakang Sena padahal mereka udh 5thn pacaran, apa si Kyuhyun ngomong gak mungkin nyakitin wanita- itu cuma bualan aja????? Atau dia punya alasan lain???? Ditunggu lanjutannya thor~

    Like

  9. Jd kyu cinta sama sena, serius sama hubungannya tp main dibelakang sena jg? Emg bener gak sehat hubungan kayak gini, walaupun sena seakan dijadiin tempat untuk ‘pulang’ tp kalo ada main ya buat apa? Pengen bgt ada ketegasan dr sena atas sikap kyu yg kayak gitu

    Like

  10. Sena emang slalu teraniaya yahhh,,, 😂😂😂
    Pasti ada sesuatu sehinngga kyu main2 (?) Diblakang sena…
    Lanjut kak, ffnya seruuu…

    Like

  11. eonni queenserra..aku suka bngt sama crta baru nya ini. kalau bisa di lanjut dong eonni..
    btw..minalaidzin ya eonni,maaf baru komen. di tunggu klnjutan selanjutnya..semangat!

    Like

  12. kenapa sena engga bileh ama yang laen? pi kyu nya sendiri main ama yang laen. itukan curang namanya..

    ini mah atuh harus di lanjut dong kak, penasaran kenapa kyu sikapnya kaya gitu,

    selamat idul fitri ya kak,
    maaf klo ada ucapan yang engga ngenakkin.

    Like

  13. nah loh kenapa mereka sampe berantem dan bawa2 sena? Kyuhyun licik banget, dianya boleh main wanita tp sena gaboleh deket sama laki-laki lain? Heh siapa dia sampe ngelarang-larang sena, suami juga bukan. Belum tau masalah pokoknya aja udah enek sama kyuhyun :3 gimana nanti kalo tau kebrengsekannya dia wkwkwk hii dilanjut ya kak ceritanya, aku suka sama ceritanya 😀

    Like

  14. Suka banget sama kata kata kyu yang ini “Aku memilki seorang Ibu dan Kakak perempuan, Sena. Bagaimana bisa aku mempermainkan hati mereka jika Ibu dan Kakakku juga berasal dari kaum yang sama? Aku bisa saja memacari mereka semua, sayangnya—aku tidak sudi, itu sama sekali bukan gayaku. Lagipula mana mungkin aku seperti itu jika dengan kau saja sudah merasa cukup?” Serasa sweet
    Tapi kenapa kyu bisa berubah ya? Apa yg melatar belakangi perubahan kyu
    Dan lagi walau kyu berubah kenapa dia tetap melindungj sena . Juga tadi dia bilang yg boleh nyakiti sena hanya dia ? Wae ? Next kak ditunggu bagus banget ceritanya
    Semangat ya😁

    Like

  15. da suka ama ceritanya tapi knapa dan ada apa dgn kyuhyun, knapa kyuhyun berubah begitu?? jangan bikin sena tersakiti ka, kakak demen bgt bikin sena menderita si ka haha,, jgn buat sena menderita mele donks, akunya kasian hahahahah

    Like

  16. Dilanjutin aja kak, penasaran sma hubungan kyuhyun dan sena yg sebelumnya manis tpi bisa berubah sma kelakuan kyuhyun yg buruk.

    Like

  17. hm, the reason… why should he changes when its not like he has no more feeling to her? the way how he protect but hurt her at the same time… what’s this?

    thanks for making us curious kak,,
    sincerely your evil *eh reader i mean 😈 lol

    ga bakal maksa buat lanjut kok kak, suer. ” tapi kalau bisa sih ” ya boleh lah pertanyaan aku yang di atas dijawab dulu :p

    Like

  18. Ah kenapa disini jadi wanita lemah? kenapa mau saja di sakiti sama kyuhyun?? alasan kyuhyun apa??? apa karena selingkuhannya itu? 😥 ditunggu bgt sama part selanjutnya ❤ Mohon maaf dan bathin juga saeng 🙂

    Like

  19. kyuhyun aneh kalo beneran cinta itu ngelindungin bukan nyakitin dong, senanya mau aja lagi ih kesel. coba kalo sena berontak sedikit aja biar ga di sakitin gitu, ih kesel liatnya 😣

    Like

  20. eonniiiii semangat terusss writingnya. tulisan eonni layak bgt kok dibaca, baguss banget kek author2 lainnya. lanjuttt berkarya ya eonn, sampe bisaaa terbitin buku. hwaiting!!!

    Like

Leave Some Lovely Feedback (ɔˇ³ˇ)ɔ

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s